Back to Bali – 26 April 2026 | Chery Group melalui anak perusahaannya, Lepas, menyiapkan peluncuran dua model SUV elektrifikasi yang diharapkan menjadi sorotan utama pasar otomotif Indonesia tahun 2026. Kedua varian, Lepas L6 (plug‑in hybrid) dan Lepas E6 (battery electric vehicle), mengusung desain modern serta teknologi penggerak ramah lingkungan yang menyesuaikan dengan selera konsumen Tanah Air.
Dimensi dan Desain Eksterior yang Menarik
Lepas L6 memiliki panjang total 4.570 mm, lebar 1.852 mm, tinggi 1.683 mm, dan jarak sumbu roda (wheelbase) 2.700 mm. Dimensi ini hampir serupa dengan Jaecoo J7, model SUV lain dari grup yang sudah dipasarkan sebelumnya. Dari segi tampilan, L6 menonjolkan garis desain membulat yang memberikan kesan dinamis, dipadukan dengan aksen tajam pada lampu utama, ornamen bumper, serta pelek berwarna two‑tone yang menambah kesan premium.
Varian Penggerak: BEV vs PHEV
Untuk Lepas L6, konsumen dapat memilih antara dua opsi penggerak:
- PHEV (Plug‑in Hybrid Electric Vehicle): Ditenagai mesin bensin 1.500 cc 4‑silinder berdaya 204 tenaga kuda (dk) yang dipadukan dengan motor listrik. Sistem ini dilengkapi baterai berkapasitas 18,3 kWh, memungkinkan kendaraan menempuh lebih dari 700 kilometer dengan kombinasi bahan bakar dan listrik dalam satu siklus pengisian penuh.
- BEV (Battery Electric Vehicle): Di pasar Indonesia, varian BEV akan dijual dengan nama Lepas E6. Model ini menggunakan baterai berkapasitas 67 kWh yang memberikan jangkauan sekitar 430 kilometer (siklus WLTP) ketika baterai terisi 100 persen. Pengisian ultra‑fast charging memungkinkan baterai terisi dari 30 hingga 80 persen dalam waktu sekitar 20 menit, menjadikannya pilihan praktis untuk penggunaan harian.
Perbandingan dengan Model Lepas L8 yang Sudah Hadir
Saat ini, Lepas telah memasarkan varian L8 PHEV di Indonesia. L8 menggabungkan mesin 1.500 cc turbocharged berdaya 140 dk dan torsi 215 Nm dengan motor listrik berdaya 201 dk serta torsi 310 Nm, didukung baterai 18,4 kWh. Klaim jangkauan kombinasi listrik‑bensin mencapai 1.300 kilometer, sementara jarak tempuh listrik murni mencapai 100 kilometer (NEDC). Keberadaan L8 menjadi tolak ukur bagi Lepas L6/E6 dalam hal performa dan efisiensi, sekaligus menunjukkan progres teknologi grup tersebut.
Strategi Pemasaran dan Potensi Pasar
Lepas menargetkan segmen SUV menengah‑atas yang semakin mengutamakan faktor ramah lingkungan tanpa mengorbankan kenyamanan. Dengan mengusung desain yang mudah diterima mata konsumen Indonesia serta fitur pengisian cepat, Lepas berharap dapat menarik perhatian pembeli yang sebelumnya masih ragu beralih ke mobil listrik penuh.
Selain itu, pemerintah Indonesia terus memperkuat regulasi insentif bagi kendaraan listrik, termasuk pengurangan pajak kendaraan bermotor (PKB) dan kemudahan akses infrastruktur pengisian. Hal ini memperkuat posisi Lepas L6/E6 untuk bersaing tidak hanya dengan produk lokal, tetapi juga dengan merek internasional yang tengah meluncurkan SUV elektrifikasi serupa.
Kesimpulan
Dengan spesifikasi yang kompetitif, desain yang menarik, serta pilihan antara PHEV dan BEV, Lepas L6 dan E6 siap menjadi pemain baru yang signifikan di pasar SUV elektrifikasi Indonesia. Kedua model ini tidak hanya menawarkan jangkauan yang memadai, tetapi juga kecepatan pengisian yang dapat mengurangi kekhawatiran konsumen tentang waktu pengisian baterai. Jika strategi pemasaran Lepas berjalan sesuai rencana, kehadiran L6 dan E6 dapat memperluas pilihan konsumen serta mempercepat adopsi mobil listrik di negeri ini.













