Menkeu Purbaya Curhat Sakit Pinggang, Diberi 8 Suntikan dan Tegaskan APBN Masih Sehat

Back to Bali – 27 April 2026 | Jakarta, 26 April 2026 – Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan keluhan kesehatan pribadi dalam..

2 minutes

Read Time

Menkeu Purbaya Curhat Sakit Pinggang, Diberi 8 Suntikan dan Tegaskan APBN Masih Sehat

Back to Bali – 27 April 2026 | Jakarta, 26 April 2026 – Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan keluhan kesehatan pribadi dalam sebuah media briefing yang digelar di Balai Penyelenggaraan Program Kewangan (BPPK) Purnawarman Kampus, Jakarta Selatan. Ia menyatakan bahwa sakit pinggang yang dideritanya masih berlanjut, sehingga harus menerima delapan suntikan pada titik-titik tertentu di punggungnya agar dapat tetap berdiri dan melaksanakan tugas.

Berita ini muncul saat Purbaya tampak memegangi pinggangnya beberapa kali selama sesi tanya jawab. Pada satu kesempatan, ia menambahkan, “Sampai sekarang sakit juga, ini sakit pinggang. Ini disuntik kemarin 8 titik. Kalau nggak, nggak bisa berdiri nih,” menegaskan pentingnya penanganan medis cepat agar tidak mengganggu aktivitas kementerian.

Menurut penjelasan sang menteri, penyebab rasa sakit tersebut bukan karena kecelakaan melainkan kelelahan yang berakumulasi setelah jadwal kerja yang padat. “Sakit pinggang itu biasa kali kecapekan. Lu (wartawan) nanya gue susah-susahnya jadi susah gue,” ujarnya sambil berkelakar, menambah nuansa humanis pada pernyataan resmi.

Meski mengalami keluhan fisik, Purbaya menegaskan bahwa kondisi kesehatan negara tetap berada pada posisi yang stabil. Ia menolak keras rumor yang beredar di media sosial tentang kas negara yang hanya tersisa Rp 120 triliun. Menurutnya, angka tersebut merupakan bagian dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang ditempatkan di Bank Indonesia, bukan uang tunai yang siap pakai.

Berikut ini rincian SAL yang dijelaskan oleh Purbaya:

  • Saldo Anggaran Lebih (SAL) total mencapai Rp 420 triliun.
  • Dari total tersebut, Rp 120 triliun berada di rekening Bank Indonesia sebagai cadangan likuiditas.
  • Rp 300 triliun lainnya ditempatkan dalam bentuk deposito on call di perbankan, yang dapat dicairkan kapan saja sesuai kebutuhan pemerintah.

Penjelasan ini dimaksudkan untuk menenangkan publik dan menegaskan bahwa pemerintah memiliki likuiditas yang cukup untuk mendukung seluruh program pembangunan, termasuk belanja sosial, infrastruktur, dan kebijakan makroekonomi lainnya.

Selain menanggapi isu keuangan, Purbaya menegaskan komitmen kementeriannya dalam menjaga kestabilan APBN. “APBN masih dalam kondisi sehat dan mampu menopang berbagai program pemerintah,” ujar ia, menambah keyakinan bahwa kebijakan fiskal akan tetap berjalan tanpa gangguan meski terdapat tantangan eksternal.

Media briefing ini juga menjadi ajang bagi Purbaya untuk menegaskan bahwa kesehatan pribadi tidak menghalangi kinerjanya sebagai kepala kementerian. Ia melanjutkan dengan berjalan sedikit sambil bersandar pada bahu timnya, menunjukkan bahwa ia masih dapat menjalankan tugas-tugas resmi meski masih merasakan ketidaknyamanan pada punggung.

Para pengamat menilai keterbukaan Purbaya dalam mengungkapkan kondisi kesehatan pribadi sebagai langkah transparansi yang positif, terutama dalam konteks kepemimpinan publik yang seringkali menutup-nutupi isu kesehatan. Hal ini diyakini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Secara keseluruhan, pernyataan Purbaya mencerminkan dua hal utama: pertama, penanganan cepat terhadap masalah kesehatan pribadi melalui suntikan medis; kedua, penegasan kembali stabilitas fiskal negara yang tidak terpengaruh oleh rumor atau spekulasi. Dengan demikian, publik diharapkan dapat fokus pada kebijakan ekonomi yang sedang dijalankan, alih-alih teralihkan oleh isu-isu sensasional.

About the Author

Kanya Virtudes Virtudes Avatar