Back to Bali – 27 April 2026 | Medan – Universitas Negeri Medan (Unimed) resmi mengumumkan bahwa Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd., mantan rektor dan Ketua Senat Universitas, meninggal dunia pada dini hari Senin, 27 April 2026, pada usia 64 tahun. Pengumuman dikeluarkan melalui akun media sosial resmi Unimed sekaligus disertai ucapan belasungkawa dari seluruh civitas akademika serta pejabat pemerintah daerah.
Riwayat Karier dan Kontribusi Akademik
Prof. Syawal Gultom menapaki karier akademik sejak akhir 1970-an setelah menyelesaikan studi doktoralnya di bidang pendidikan. Selama lebih dari tiga dekade, ia mengabdi sebagai dosen, peneliti, serta administrator di Unimed. Pada tahun 2015, ia terpilih menjadi rektor ke‑6 Universitas Negeri Medan, memimpin institusi selama dua periode hingga 2023.
Di bawah kepemimpinannya, Unimed mengalami transformasi signifikan: akreditasi program studi meningkat, jumlah kerjasama internasional bertambah tiga kali lipat, serta fasilitas kampus diperluas dengan pembangunan Gedung Rektorat baru dan laboratorium riset terintegrasi. Ia juga aktif dalam pengembangan kebijakan pendidikan tinggi di Sumatera Utara, menjadi anggota Dewan Pendidikan Provinsi serta memberi masukan dalam penyusunan kurikulum berbasis kompetensi.
Reaksi Komunitas Akademik dan Pemerintah
Reaksi duka mengalir cepat setelah berita duka tersebar. “Kami kehilangan sosok pemimpin yang visioner dan pengajar yang penuh dedikasi,” ungkap Rektor Unimed saat ini, Prof. Dr. Hadi Wijaya, dalam pernyataan resmi. “Prof. Syawal selalu menekankan pentingnya inovasi dalam pembelajaran serta menumbuhkan semangat kebangsaan di kalangan mahasiswa.”
Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmat, juga menyampaikan rasa belasungkawa melalui media sosial: “Prof. Syawal Gultom adalah tokoh pendidikan yang berjasa bagi perkembangan akademik daerah kita. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan.”
Berbagai alumni Unimed, termasuk para pengusaha, dokter, dan pejabat publik, menulis pesan penghormatan di buku tamu digital kampus, menyoroti peran beliau sebagai mentor yang selalu menginspirasi generasi muda untuk berkontribusi pada pembangunan nasional.
Upacara Pemakaman dan Penghormatan Terakhir
Jenazah Prof. Syawal Gultom disemayamkan di kediamannya, Jalan Pelajar Timur, Kompleks Griya Unimed, sebelum dilanjutkan ke upacara pemakaman yang dilaksanakan pada sore hari, 27 April 2026, di pemakaman keluarga. Upacara dihadiri oleh keluarga dekat, rekan kerja, serta sejumlah tokoh pendidikan dan pemerintahan. Selama prosesi, dibacakan doa oleh pemuka agama setempat, diikuti dengan penghormatan militer singkat sebagai penghargaan atas jasanya terhadap negara.
Unimed menyiapkan ruang peringatan khusus di gedung utama kampus, di mana foto-foto kegiatan Prof. Syawal selama menjabat dipajang sebagai bentuk penghormatan abadi. Selain itu, universitas berencana mendirikan beasiswa bernama “Beasiswa Prof. Syawal Gultom” yang ditujukan bagi mahasiswa berprestasi dari daerah terpencil, sebagai wujud kelanjutan semangat beliau dalam meningkatkan akses pendidikan.
Kabarnya, pihak keluarga juga mengharapkan agar publik menghormati privasi mereka selama proses berduka, dan mengajak masyarakat untuk meneruskan warisan nilai-nilai integritas, profesionalisme, dan dedikasi yang telah ditanamkan oleh Prof. Syawal selama hidupnya.
Kepergian Prof. Dr. Syawal Gultom meninggalkan kekosongan besar di dunia akademik Indonesia, namun jejaknya tetap hidup melalui kebijakan, program, dan generasi penerus yang ia bentuk. Selama masa kepemimpinannya, Unimed tidak hanya berkembang menjadi institusi pendidikan terkemuka di Sumatera Utara, melainkan juga menjadi contoh bagi perguruan tinggi lain dalam mengimplementasikan inovasi pendidikan berkelanjutan.
Dengan rasa hormat yang mendalam, seluruh elemen bangsa diharapkan terus melanjutkan perjuangan beliau dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, menjadikan pendidikan sebagai pondasi utama kemajuan nasional.













