Back to Bali – 28 April 2026 | Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia kembali menorehkan sejarah dengan menempati posisi runner‑up pada ajang Proliga 2026. Meskipun harus mengakui keunggulan Jakarta Pertamina Enduro di final, Phonska Plus menunjukkan performa di atas ekspektasi sepanjang musim, yang menjadikan medali perak sebagai kebanggaan tersendiri.
Grand Final yang Menegangkan
Final Proliga 2026 digelar pada 24‑25 Juni 2026 di GOR Amongrogo, Yogyakarta, dengan format best‑of‑three leg. Leg pertama berlangsung pada hari Jumat, di mana Phonska Plus berhasil menguasai set pertama dengan skor 25‑19 berkat serangan cepat Stiovanny Yoku dan rekan‑rekannya. Namun, pertahanan Pertamina Enduro kembali kuat pada set kedua, memaksa Phonska Plus menyerah 19‑25.
Set ketiga menjadi titik balik. Pertamina Enduro menampilkan dominasi yang jelas, menutup set dengan 25‑19. Dengan dua set kemenangan, mereka menutup leg pertama 3‑1 (25‑19, 19‑25, 19‑25, 21‑25). Leg kedua dilaksanakan pada Sabtu, 25 Juni, dan berakhir lebih cepat dengan kemenangan 3‑0 untuk Pertamina Enduro (19‑25, 23‑25, 20‑25).
Detik‑detik Krusial di Lapangan
Momentum kebangkitan Phonska Plus sempat tampak pada set kedua leg pertama, ketika skor beranjak 23‑23, menunjukkan tekad untuk mengejar ketertinggalan. Namun, kesalahan servis oleh Shella Bernadetha Onnan menjadi titik lemah yang dimanfaatkan oleh Pertamina Enduro untuk mengamankan poin penting.
Selain itu, penampilan Mediol Stiovanny Yoku tetap menjadi sorotan. Meskipun tidak mampu mengubah arah pertandingan, kontribusinya dalam set pertama memberikan dorongan moral bagi tim.
Reaksi Pelatih dan Penghargaan kepada Lawan
Pelatih kepala Phonska Plus, Alessandro Lodi, menanggapi hasil akhir dengan sikap sportivitas tinggi. “Dua pertandingan di final dengan jelas menunjukkan bahwa Pertamina adalah tim terbaik saat ini dan itu tidak perlu diperdebatkan,” ujar Lodi kepada media. Ia menambahkan, “Mereka sangat layak untuk menjadi juara,” sambil mengangkat topi sebagai bentuk penghormatan.
Selain penghargaan kepada lawan, Lodi juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh staf, pemain, dan pendukung yang selalu menyemangati tim. Ia menegaskan bahwa medali perak tetap menjadi bukti kerja keras dan konsistensi Phonska Plus sepanjang musim.
Keberadaan Irina Voronkova
Acara final juga dimeriahkan oleh kehadiran bintang voli internasional Irina Voronkova, yang memberikan dukungan moral bagi Phonska Plus. Meskipun tidak terlibat dalam pertandingan, kehadiran Voronkova menjadi simbol persahabatan dan pertukaran pengalaman antara pemain domestik dan internasional. Lodi menyebut kehadiran Voronkova sebagai “angin segar” yang menginspirasi pemain muda Phonska Plus untuk terus mengasah kemampuan.
Prospek Musim Berikutnya
Dengan medali perak di tangan, Phonska Plus menatap musim berikutnya dengan optimisme. Tim berencana memperkuat lini serang dan memperbaiki konsistensi servis, dua aspek yang menjadi faktor penentu dalam pertandingan final. Selain itu, manajemen klub menegaskan komitmen untuk terus mendukung pengembangan pemain lokal melalui program pelatihan intensif.
Secara keseluruhan, meski tidak membawa pulang gelar juara, Phonska Plus berhasil menunjukkan bahwa mereka adalah kontestan kuat yang dapat bersaing di level tertinggi Proliga. Medali perak ini bukan sekadar penghargaan, melainkan batu loncatan bagi tim untuk kembali mengincar puncak di musim berikutnya.













