Back to Bali – 30 April 2026 | Ester Nurumi Tri Wardoyo, atlet tunggal putri berusia 20 tahun, menorehkan catatan bersejarah setelah kembali ke lapangan usai satu tahun menunda kompetisi akibat cedera retak tulang kering pada kaki kanan. Penampilannya di ajang Thomas & Uber Cup 2026 tidak hanya mengembalikan kejayaan pribadi, melainkan juga mengangkat tim bulutangkis putri Indonesia menjadi juara Grup C, pencapaian pertama dalam 12 tahun terakhir.
Latar Belakang Cedera dan Proses Pemulihan
Pada tahun 2025, Ester mengalami cedera serius yang memaksa ia menutup kompetisi selama hampir dua belas bulan. Operasi minor dan program rehabilitasi intensif di bawah pengawasan tim medis PBSI berhasil memulihkan kekuatan kaki serta stabilitas gerakannya. Selama masa pemulihan, ia tetap menjalani latihan teknis di lapangan latihan indoor, menyesuaikan taktik permainan agar lebih mengandalkan kecepatan kaki dan variasi pukulan.
Turnamen Kejuaraan Beregu Asia 2026: Ajang Comeback
Kompetisi pertama setelah kembali adalah Kejuaraan Beregu Asia 2026 yang digelar di Horsens, Denmark. Ester tampil impresif, membantu tim Indonesia menyapu bersih kemenangan atas Australia dengan skor 5-0. Penampilan tersebut mengukuhkan posisinya kembali dalam skuad putri yang akan berkompetisi di Thomas & Uber Cup.
Thomas & Uber Cup 2026: Pertarungan Melawan Taiwan
Fase grup Piala Uber pada 28 April 2026 menyajikan laga krusial antara Indonesia dan Taiwan. Indonesia memulai unggul berkat kemenangan tunggal pertama Kusuma Wardani, namun Taiwan berhasil menyamakan kedudukan lewat ganda putri Amalia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Situasi kembali menekan Indonesia ketika Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi kalah melawan Lin Hsiang Ti, menjadikan skor 1-2.
Pasangan Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum kemudian menstabilkan situasi dengan memenangkan partai keempat melalui rubber game, memaksa pertandingan masuk ke partai penentu. Pada partai kelima, Ester berhadapan dengan tunggal putri Taiwan, Huang Yu‑Hsun.
Gim pertama berakhir dengan kekalahan 15‑21 akibat kesalahan antisipasi. Namun, Ester bangkit pada gim kedua, memanfaatkan net play yang tajam dan gerakan tipu yang cerdik, mengamankan kemenangan tipis 21‑19. Pada gim penentu, ia menguasai ritme pertandingan, memaksa lawan melakukan kesalahan berulang, hingga menutup laga dengan skor meyakinkan 21‑12. Kemenangan ini menjadikan Indonesia sebagai juara Grup C, memecahkan dominasi lama tim putri yang selama lebih dari satu dekade tidak pernah menempati puncak klasemen grup.
Dampak dan Relevansi Bagi Bulutangkis Nasional
Kemenangan grup ini tidak hanya membuka peluang Indonesia melaju ke perempat final, tetapi juga menginspirasi generasi muda bulutangkis. Keberhasilan Ester setelah cedera panjang menegaskan pentingnya manajemen cedera dan dukungan psikologis bagi atlet. PBSI pun menyatakan niat memperkuat program rehabilitasi dan pembinaan teknik untuk memperpanjang karier atlet elite.
Selain meningkatkan moral tim, prestasi ini juga berpotensi menarik sponsor baru serta meningkatkan minat penonton domestik terhadap kompetisi beregu internasional. Dengan momentum ini, harapan besar kini tertuju pada performa tim putri di babak selanjutnya, khususnya dalam menghadapi tim kuat dari Asia Timur.
Secara keseluruhan, perjalanan Ester Nurumi Tri Wardoyo dari hiatus panjang hingga menjadi pahlawan grup menegaskan kembali bahwa ketekunan, disiplin, dan dukungan tim dapat mengubah tantangan menjadi kemenangan bersejarah bagi Indonesia.













