Back to Bali – 01 Mei 2026 | Oxford United resmi terdegradasi ke League One setelah mengakhiri musim 2025/26 dengan poin 47, jauh di belakang West Brom yang mengamankan 51 poin. Keputusan ini diumumkan setelah tim tuan rumah gagal mengumpulkan hasil positif pada pekan terakhir melawan Millwall pada 2 Mei 2026.
Coach Matt Bloomfield menyatakan bahwa meskipun hasil akhir menyakitkan, klub tetap memiliki fondasi kuat untuk bangkit kembali. Ia menegaskan bahwa proses restrukturisasi sudah berjalan, dan pemain muda yang sudah menunjukkan potensi akan menjadi kunci dalam upaya promosi musim depan.
Sejak awal musim 2024/25, Oxford United berada di bawah kepemilikan pengusaha Indonesia Anindya Bakrie. Pada musim berikutnya, 2025/26, Erick Thohir mengambil alih 100% saham klub, menjadikan klub milik warga negara Indonesia yang berambisi mengembalikan prestasi di level tertinggi sepakbola Inggris.
Erick Thohir, yang juga dikenal sebagai pemilik klub balap Formula 1 dan mantan ketua Asosiasi Sepakbola Indonesia, menegaskan bahwa relegasi tidak akan mempengaruhi visi jangka panjangnya. Ia menambahkan bahwa investasi di akademi pemain dan fasilitas latihan akan terus ditingkatkan, sehingga Oxford United dapat bersaing kembali di Championship dalam dua tahun ke depan.
Data statistik akhir musim menunjukkan perbedaan poin yang signifikan. West Brom berakhir dengan 51 poin, sementara Oxford United hanya 47 poin. Selisih empat poin ini mencerminkan ketidakmampuan tim untuk meraih kemenangan di laga terakhir melawan Millwall, yang berakhir dengan skor 1-1.
Bloomfield juga menyoroti pentingnya dukungan suporter dalam proses pemulihan. Ia meminta para pendukung untuk tetap setia, mengingat sejarah klub yang pernah mencapai promosi ke Premier League pada awal 1990-an. Atmosfer stadion Kassam Stadium tetap menjadi rumah bagi para fans, meski berada di divisi yang lebih rendah.
Rencana Musim Depan
Rencana taktis klub untuk musim 2026/27 mencakup penggunaan formasi 4-3-3 yang lebih menyerang, penambahan pemain berpengalaman di lini tengah, serta promosi dua pemain akademi ke skuad utama. Selain itu, klub akan meningkatkan kerjasama dengan klub-klub lokal untuk pencarian talenta muda.
Pada aspek keuangan, Thohir berjanji tidak akan menurunkan anggaran operasional klub, melainkan menyesuaikannya dengan pendapatan yang diproyeksikan dari penjualan tiket, merchandise, dan hak siar televisi League One. Ia menekankan pentingnya transparansi dalam laporan keuangan kepada para pemangku kepentingan.
- Relegasi ke League One setelah musim 2025/26
- Poin akhir: 47 vs 51 West Brom
- Erick Thohir 100% pemilik sejak 2025/26
- Strategi taktis 4-3-3, promosi pemain akademi
- Komitmen keuangan tetap stabil
Sebagai penutup, meskipun degradasi menjadi kenyataan pahit, Oxford United tetap berada pada lintasan yang positif. Pelatih, manajemen, dan pemilik sepakat bahwa tantangan ini merupakan peluang untuk merestrukturisasi klub dari dasar, mengoptimalkan akademi, serta menyiapkan tim yang kompetitif untuk kembali ke Championship.













