Back to Bali – 13 April 2026 | Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, kembali menegaskan kepercayaan terhadap Alien Mus dengan menobatkannya sebagai pimpinan daerah Golkar Maluku Utara pada Musyawarah Daerah (Musda) VI yang digelar di Bella Hotel, Ternate, 12 April 2026. Penunjukan ini menjadi sorotan utama dalam dinamika internal partai, mengingat peran strategis Golkar di wilayah timur Indonesia serta latar belakang panjang Alien Mus dalam dunia politik dan pemerintahan.
Profil Alien Mus
Alien Mus, lahir pada 12 September 1972 di Ternate, Maluku Utara, menamatkan pendidikan sarjana politik di Universitas Sam Ratulangi, Manado, dan melanjutkan studi magister administrasi publik di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Sejak masa kuliah, ia aktif dalam organisasi mahasiswa yang menekankan pada penguatan nilai-nilai kebangsaan dan pemberdayaan daerah. Karier akademisnya dibarengi dengan keterlibatan dalam program pelatihan kepemimpinan yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri, memperkuat fondasi pengetahuan tentang birokrasi dan tata kelola publik.
Jejak Karier Politik
Setelah menyelesaikan studi, Alien Mus memulai kariernya di aparatur negara sebagai Staf Ahli pada Sekretariat Daerah Maluku Utara. Pada tahun 2004, ia terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku Utara selama dua periode, dimana ia dikenal sebagai legislator yang giat mengusulkan kebijakan pembangunan infrastruktur perdesaan dan peningkatan akses pendidikan di pulau-pulau terpencil. Pada 2015, ia diangkat menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku Utara, posisi yang memberinya pengalaman langsung dalam mengelola program-program pemerintah provinsi.
Selama masa kepemimpinan sebagai Sekda, Alien Mus berhasil memfasilitasi pelaksanaan program “Pulau Sehat”, sebuah inisiatif kolaboratif antara pemerintah provinsi, lembaga swadaya masyarakat, dan sektor swasta untuk meningkatkan layanan kesehatan di wilayah pulau-pulau kecil. Ia juga memimpin reformasi sistem perizinan usaha, yang menghasilkan penurunan rata-rata waktu proses perizinan dari 45 hari menjadi 18 hari, mempercepat iklim investasi di Maluku Utara.
Hubungan dengan Bahlil Lahadalia
Hubungan profesional antara Alien Mus dan Bahlil Lahadalia terbentuk sejak Bahlil menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada 2023. Pada saat itu, Alien Mus ditunjuk sebagai Koordinator Pengembangan Energi Terbarukan di Maluku Utara, sebuah posisi yang menuntut koordinasi intensif dengan kementerian pusat. Kolaborasi mereka menghasilkan proyek pilot pembangkit listrik tenaga surya di Pulau Morotai, yang kini menjadi model bagi program energi bersih di wilayah kepulauan Indonesia.
Kedekatan kerja tersebut memperkuat kepercayaan Bahlil terhadap integritas, kemampuan manajerial, dan visi strategis Alien Mus. Dalam sambutan pembukaan Musda, Bahlil menegaskan pentingnya soliditas internal partai dan menolak praktik “pecat kader” hanya karena perbedaan dukungan politik, menambahkan bahwa Alien Mus adalah sosok yang dapat menyatukan fraksi-fraksi internal Golkar di Maluku Utara.
Harapan dan Tantangan di Maluku Utara
Penunjukan Alien Mus sebagai Ketua Daerah Golkar membawa harapan besar bagi partai dan masyarakat Maluku Utara. Ia berjanji akan memprioritaskan tiga agenda utama: (1) memperkuat jaringan kader melalui pelatihan kepemimpinan berbasis digital, (2) memperluas basis dukungan di daerah pedalaman dengan program pemberdayaan ekonomi kreatif, dan (3) menegakkan prinsip tata kelola bersih serta akuntabilitas dalam pengelolaan dana partai.
Namun, tantangan tidak dapat diabaikan. Persaingan politik di provinsi ini semakin ketat, terutama dengan munculnya koalisi baru yang menitikberatkan pada isu-isu lingkungan dan kedaulatan sumber daya alam. Alien Mus harus menavigasi dinamika ini sambil menjaga persatuan internal Golkar, sebuah tugas yang sejalan dengan seruan Bahlil untuk tidak memecah belah kader hanya karena perbedaan dukungan.
Selain itu, pemulihan ekonomi pasca‑pandemi COVID‑19 masih menjadi prioritas. Alien Mus berencana mengusulkan kebijakan insentif bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor pariwisata dan perikanan, dua sektor unggulan yang menjadi tulang punggung pendapatan daerah. Ia juga menargetkan peningkatan investasi pada sektor logistik dengan memperbaikan pelabuhan-pelabuhan kecil di sepanjang garis pantai Maluku Utara.
Kesimpulan
Penunjukan kembali Alien Mus sebagai pemimpin Golkar Maluku Utara mencerminkan keputusan strategis Bahlil Lahadalia untuk mengedepankan soliditas, pengalaman, dan kemampuan kepemimpinan yang terbukti. Dengan latar belakang akademik yang kuat, jejak karier yang mencakup legislasi, birokrasi, dan kolaborasi lintas kementerian, Alien Mus diyakini mampu menavigasi tantangan politik regional sekaligus mengimplementasikan program pembangunan yang inklusif. Kedepannya, partai Golkar di Maluku Utara diharapkan tidak hanya menjadi kekuatan politik yang stabil, melainkan juga agen perubahan yang mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat setempat.













