Back to Bali – 10 April 2026 | Jakarta, 10 April 2026 – Tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, harus menerima kepahitan setelah tersingkir di babak 16 besar Badminton Asia Championships (BAC) 2026. Pertandingan melawan wakil Jepang, Kodai Naraoka, berlangsung di Ningbo Olympic Sports Center Gymnasium, China, pada Kamis 9 April lalu. Alwi kalah dua gim langsung dengan skor 16-21 dan 17-21, menutup kompetisi Asia tahun ini untuk Indonesia di sektor tunggal putra.
Dalam wawancara pasca pertandingan, Alwi mengakui rasa kecewa yang mendalam. Ia menyebut dirinya “tertekan terus” dan mengaku beberapa kali “terpancing emosi” oleh permainan lawan. “Saya menyesal, namun dalam badminton kita bisa menang dan juga bisa kalah. Saya kurang puas dengan permainan saya tadi, saya tertekan terus dan beberapa kali terpancing emosi,” ujar Alwi, dikutip dari rilis Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI).
Alwi menjelaskan bahwa pada gim pertama ia sempat memimpin 8-3, kemudian melanjutkan ke 11-8 pada jeda. Namun, tekanan Naraoka yang mengatur ritme permainan membuat Alwi kehilangan kontrol, berujung pada kekalahan 16-21. Pada gim kedua, perbedaan performa semakin jelas; Naraoka tetap stabil, sementara Alwi semakin tertinggal hingga menutup set dengan skor 17-21.
Strategi lawan dan faktor emosional
Kodai Naraoka menampilkan taktik bermain yang menantang konsentrasi Alwi. Menurut Alwi, lawan memiliki “cara bermain yang berbeda dan mampu mengganggu fokus”. Ia menilai bahwa Naraoka berhasil memancing emosi dengan variasi pukulan dan kecepatan, sehingga Alwi sulit mempertahankan pola serangan yang sudah dipersiapkan.
Selain faktor taktik, Alwi menyoroti kondisi mentalnya selama pertandingan. Ia mengaku berada dalam tekanan yang terus meningkat, dan beberapa kali kehilangan kendali emosi. “Saya merasa tidak mampu keluar dari tekanan permainan lawan sepanjang pertandingan,” tambahnya.
Implikasi bagi tim Indonesia
Kegagalan Alwi menambah beban pada skuad Indonesia yang kini hanya mengandalkan lima wakil untuk melaju ke perempat final. Kelima pemain tersebut meliputi Jonatan Christie, pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, pasangan ganda campuran Ali Faathir Rayhan/Rusdevin Artha Wahyudi, pasangan ganda putri Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, serta pasangan ganda putri Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva.
Jonatan Christie menjadi harapan utama dalam menembus babak selanjutnya, sementara ganda-ganda lainnya diharapkan dapat menambah poin bagi tim nasional. Pertandingan perempat final dijadwalkan berlangsung pada Jumat 10 April 2026.
Persiapan menuju Thomas Cup
Setelah kegagalan di BAC, Alwi menegaskan komitmennya untuk memperbaiki performa menjelang Thomas Cup yang akan digelar mulai 24 April 2026. “Selanjutnya saya mau berlatih lagi untuk persiapan Thomas dan Uber Cup 2026,” ujar Alwi dengan tekad yang kuat.
Ia menambahkan bahwa pengalaman pahit di BAC akan menjadi pelajaran penting untuk mengelola tekanan dan emosi di kompetisi bergengsi selanjutnya. Pelatih tim nasional juga menekankan pentingnya kerja mental dan taktik dalam menghadapi pemain-pemain top Asia.
Secara keseluruhan, keluarnya Alwi Farhan dari BAC 2026 menandai akhir yang kurang memuaskan bagi tunggal putra Indonesia, namun juga memicu evaluasi mendalam tentang aspek mental, strategi, dan persiapan fisik. Dengan fokus pada perbaikan dan dukungan tim, Alwi berambisi kembali ke panggung internasional dengan performa yang lebih stabil di turnamen-turnamen mendatang.













