Back to Bali – 12 April 2026 | Jakarta, 12 April 2026 – Aktor Ammar Zoni kembali menjadi sorotan publik setelah isi pledoi yang ia sampaikan di persidangan dianggap “lebay” oleh Haldy Sabri, suami selebriti Irish Bella. Dalam sebuah wawancara yang dipublikasikan melalui kanal YouTube Intens Investigasi pada Sabtu (11/4), Ammar menegaskan bahwa narasi yang ia rangkum bukan sekadar dramatisasi, melainkan cerminan perjalanan hidupnya yang telah terdokumentasi sebelumnya.
Latar Belakang Pledoi
Pledoi tersebut disampaikan sebagai bentuk pertanggungjawaban pribadi di hadapan hakim, bukan sebagai alat untuk menciptakan opini publik. Ammar menyebutkan bahwa sebagian besar kisah yang diangkat dalam pledoi sudah pernah muncul dalam pemberitaan media, sehingga tidak ada unsur kebohongan atau pengada‑ada.
“Saya sudah bicarakan dari awal kalau perjalanan hidup saya ya memang seperti itu dan bukan mengada‑ada,” ujar Ammar dalam video tersebut. Ia menambahkan, “Saya tidak ada untuk menyinggung siapa‑siapa, dan bahkan saya juga bilang meminta maaf kalau ada yang tersinggung dari isi pledoi.”
Reaksi Haldy Sabri
Haldy Sabri menilai bahwa pledoi Ammar terkesan berlebihan. Dalam pernyataannya, ia menuduh bahwa penggunaan istilah‑istilah emosional dan detail pribadi yang tidak relevan dengan perkara hukum justru mengalihkan fokus persidangan. Sabri menganggap hal itu sebagai upaya mencari simpati publik yang tidak sepatutnya.
Meski demikian, Haldy menegaskan bahwa ia tidak berniat memicu permusuhan pribadi, melainkan mengingatkan bahwa proses peradilan harus tetap berlandaskan fakta hukum, bukan narasi pribadi yang berpotensi menimbulkan persepsi publik yang keliru.
Pernyataan Ammar Zoni
Ammar menanggapi kritik tersebut dengan menekankan peran dokumen pembelaan yang bersifat internal. Menurutnya, pledoi ditujukan kepada majelis hakim, bukan untuk konsumsi luas di media sosial atau portal berita. Ia mengaku bahwa statusnya sebagai figur publik membuat setiap perkataan mudah terangkat ke permukaan media.
- Dokumen pledoi bersifat rahasia dan hanya untuk hakim.
- Pledoi berisi kronologi hidup yang sudah pernah dipublikasikan.
- Ammar meminta maaf bila ada pihak yang merasa tersinggung.
Selain itu, Ammar menegaskan bahwa ia tidak bermaksud memanfaatkan kasusnya untuk kepentingan pribadi atau memperbesar citra di mata publik. Ia menekankan pentingnya proses hukum yang adil dan transparan, serta menghargai hak setiap pihak yang terlibat.
Implikasi bagi Publik dan Media
Komentar Haldy Sabri dan balasan Ammar Zoni menimbulkan perdebatan tentang batasan antara kebebasan berpendapat dan tanggung jawab publik figur. Para pengamat hukum berpendapat bahwa pledoi memang dapat memuat latar belakang pribadi, namun harus tetap relevan dengan fakta-fakta perkara.
Di sisi lain, pengamat media menyoroti kecenderungan media sosial memperbesar konflik antara selebriti, yang sering kali mengaburkan inti permasalahan hukum yang sedang berjalan. Mereka menekankan pentingnya verifikasi informasi dan menghindari penyebaran narasi yang tidak terverifikasi secara lengkap.
Sejauh ini, tidak ada pernyataan resmi dari pihak pengadilan mengenai apakah pledoi Ammar akan mempengaruhi putusan akhir. Namun, proses persidangan terus berjalan, dan kedua belah pihak diharapkan tetap fokus pada aspek hukum yang menjadi inti permasalahan.
Dengan berjalannya kasus ini, publik diingatkan kembali akan pentingnya menghormati prosedur peradilan dan tidak terburu‑buru menilai seseorang berdasarkan potongan narasi yang dipublikasikan di luar ruang sidang. Semua pihak diharapkan menunggu hasil final pengadilan sebelum mengambil kesimpulan definitif.













