Back to Bali – 28 Maret 2026 | Austria menewaskan Ghana dengan skor meyakinkan 5-1 pada laga persahabatan yang digelar di Ernst Happel-Stadion, Wina, pada Jumat (27 Maret 2026). Pertandingan ini menjadi ujian akhir kedua tim menjelang Piala Dunia FIFA 2026, dengan Austria menyiapkan diri untuk melawan Aljazair dan Ghana menanti pertemuan melawan Inggris serta Kroasia di fase grup.
Jalannya Laga dan Gol‑gol Penting
Tim asuhan Ralf Rangnick menguasai jalannya pertandingan sejak menit pertama. Gol pertama tercipta lewat sundulan kuat dari Seiwald pada menit ke‑12, yang sekaligus menjadi gol penentu kemenangan Austria. Empat gol tambahan datang dari Marko Arnautović (dua gol), Christoph Baumgartner, dan Michael Gregoritsch. Sementara Ghana hanya mampu membalas lewat satu gol tunggal yang dicetak oleh Jordan Ayew pada menit ke‑68, setelah serangan balik cepat.
Susunan Pemain dan Prediksi Awal
Berikut susunan XI yang diprediksi dan yang benar‑benar dimainkan pada laga tersebut.
- Austria (4‑3‑3): A. Schlager; Laimer, Lienhart, Alaba, Mwene; Seiwald, X. Schlager, Wimmer; Baumgartner, Sabitzer, Arnautović.
- Ghana (4‑2‑3‑1): Ati‑Zigi; Senaya, Oppoong, Adjetey, Mensah; Semenyo, Partey; Sibo, Sulemana, (tidak disebut); Ayew, Adu.
Pra‑pertandingan, banyak analis menilai Austria sebagai favorit kuat, mengingat performa mereka dalam kualifikasi Euro dan kehadiran pemain berpengalaman seperti David Alaba. Sementara Ghana, yang baru saja mengalami kekalahan 2‑0 melawan Jepang dan 1‑0 melawan Korea Selatan, diharapkan dapat bangkit melalui kehadiran bintang seperti Thomas Partey dan Jordan Ayew.
Reaksi Pendukung dan Kritik Terhadap Pelatih
Setelah hasil menghancurkan, suporter Ghana melontarkan kritik tajam kepada pelatih kepala Otto Addo. Di media sosial, para pendukung menuding keputusan taktis yang dianggap lemah, serta mengungkapkan kekecewaan atas penarikan pemain kunci seperti Inaki Williams yang absen karena cedera pada laga La Liga. Beberapa komentar menuduh kurangnya persiapan mental menjelang turnamen terbesar.
Di sisi lain, suporter Austria menyambut kemenangan dengan sorak sorai. Mereka memuji penampilan gemilang Seiwald yang menjadi pencetak gol penentu, serta konsistensi lini serang yang mampu menembus pertahanan Ghana yang tampak rapuh.
Implikasi Menuju Piala Dunia 2026
Kemenangan ini memberi Austria dorongan moral menjelang fase grup Piala Dunia, di mana mereka akan menghadapi Aljazair. Secara historis, Austria kembali ke panggung dunia pertama kali sejak 1998, berkat perluasan format menjadi 48 tim.
Bagi Ghana, kekalahan ini menjadi peringatan keras. Tim yang menempati posisi kedua di grup kualifikasi Afrika dengan delapan kemenangan dari sepuluh pertandingan kini harus memperbaiki performa serangan, mengingat dua laga persahabatan terakhir berakhir tanpa mencetak gol. Cedera pada Mohammed Kudus yang masih menunggu pemulihan juga menjadi perhatian utama pelatih.
Kesimpulan
Austria berhasil menegaskan dominasi mereka di laga persahabatan melawan Ghana dengan skor 5‑1, menambah kepercayaan diri menjelang Piala Dunia 2026. Ghana harus segera melakukan evaluasi taktis dan fisik, terutama memperbaiki ketajaman serangan dan mengatasi masalah cedera pemain kunci. Kedua tim kini memiliki gambaran jelas tentang apa yang harus dilakukan untuk bersaing di turnamen terbesar sepak bola dunia.













