BALI GEMPAR! WNA Ukraina Ngaku Diculik di Kuta Selatan, Minta Tebusan Fantastis Rp155 Miliar

BADUNG – Jagat maya Bali dihebohkan dengan beredarnya sebuah video viral yang menunjukkan dugaan aksi penculikan sadis terhadap seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Ukraina. Korban yang diketahui bernama Ihor Komarav (28), mengaku tengah disekap di wilayah Kuta Selatan dan meminta bantuan dalam kondisi luka parah.

Dalam rekaman video yang beredar luas, Ihor tampak menangis tersedu-sedu dengan wajah penuh luka. Ia memohon kepada orang tuanya untuk segera mengirimkan uang tebusan yang nilainya sangat fantastis, yakni US$10 Juta atau setara dengan lebih dari Rp155 Miliar.

“Kaki dan Rusukku Patah!”

Sambil merintih kesakitan, Ihor mengklaim dirinya menjadi korban penyiksaan oleh para penculik. Ia menyebut mengalami cedera serius akibat penganiayaan tersebut.

“Ibu, Ayah, tolong bantu aku… mereka sudah menganiaya aku, kaki dan rusukku patah,” ujar Ihor dalam potongan video yang menggetarkan tersebut.

Selain meminta tebusan, Ihor juga memohon agar orang tuanya mengembalikan uang yang diduga “dicuri” dari kelompok penculik tersebut, yang mengindikasikan adanya motif perselisihan finansial di balik aksi ini.

Rumor Keterlibatan Sindikat Kriminal Internasional

Seiring viralnya video tersebut, rumor liar mulai berkembang di media sosial. Muncul dugaan bahwa Ihor Komarav bukanlah orang sembarangan. Ia disebut-sebut sebagai anak dari salah satu sosok “bos kriminal” besar yang berbasis di Dnipro, Ukraina.

Spekulasi pun bermunculan apakah Bali kini dijadikan arena balas dendam bagi sindikat internasional, ataukah video tersebut merupakan bagian dari skenario lain yang sengaja diciptakan.

Polisi Lakukan Penyelidikan Intensif

Pihak kepolisian tidak tinggal diam menanggapi keresahan warga dan wisatawan di Bali. Namun, aparat bersikap sangat hati-hati dalam menangani kasus dengan nilai tebusan yang tidak lazim ini.

Kanit Reskrim Polsek Kuta Selatan, AKP I Made Sena, bersama Kasatreskrim Polresta Denpasar, Kompol Agus Riwayanto Diputra, menegaskan bahwa saat ini tim gabungan sedang melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

“Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan intensif. Kami sedang mengklarifikasi keaslian video tersebut dan memastikan apakah ini murni penculikan atau ada motif lain di baliknya,” ungkap sumber internal kepolisian.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih menyisir lokasi-lokasi yang diduga menjadi tempat kejadian perkara (TKP). Publik diminta untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang belum terverifikasi kebenarannya sembari menunggu hasil resmi penyelidikan pihak berwajib.

Leave a Comment