BRI Finance Stabilkan Biaya Pendanaan Meskipun Suku Bunga Naik

Back to Bali – 29 Mei 2026 | Di tengah tren kenaikan suku bunga dan meningkatnya imbal hasil (yield) obligasi, PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) tetap mampu menjaga efisiensi biaya pendanaan perusahaan pada kuartal I-2026. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa pendanaan industri pembiayaan nasional masih didominasi oleh pinjaman perbankan dengan total mencapai…

1 minute

Read Time

BRI Finance Stabilkan Biaya Pendanaan Meskipun Suku Bunga Naik

Back to Bali – 29 Mei 2026 | Di tengah tren kenaikan suku bunga dan meningkatnya imbal hasil (yield) obligasi, PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) tetap mampu menjaga efisiensi biaya pendanaan perusahaan pada kuartal I-2026.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa pendanaan industri pembiayaan nasional masih didominasi oleh pinjaman perbankan dengan total mencapai Rp279,74 triliun atau setara 73,65% dari keseluruhan sumber pendanaan.

Untuk mencapai stabilitas biaya dana, BRI Finance secara aktif melakukan penyesuaian strategi pendanaan agar tetap adaptif terhadap dinamika suku bunga dan kondisi likuiditas pasar. Dukungan sinergi dengan Group BRI juga menjadi salah satu faktor yang memperkuat stabilitas biaya dana perusahaan.

Salah satu strategi yang digunakan adalah penyesuaian komposisi pendanaan. Porsi pendanaan dari perbankan tercatat turun menjadi 52,72% atau sebesar Rp2,20 triliun. Di saat yang sama, kontribusi joint financing meningkat menjadi Rp973,9 miliar atau 23,29%, sedangkan porsi obligasi berada di level 23,99% atau sekitar Rp1 triliun.

Penyesuaian strategi pendanaan ini dilakukan untuk menjaga efisiensi biaya pendanaan dan mendukung pertumbuhan pembiayaan secara sehat di tengah tantangan industri yang terus bergerak dinamis.

About the Author

Kanya Virtudes Virtudes Avatar