Back to Bali – 01 April 2026 | Jakarta, 31 Maret 2026 – Pada sebuah sesi wawancara eksklusif di kantor IDN, aktor senior Deva Mahenra mengungkapkan kekagumannya terhadap rekan aktris muda Mawar Eva. Dalam serial Netflix terbaru Indonesia, Luka, Makan, Cinta, keduanya pertama kali berbagi layar sebagai Dennis dan Luka. Deva tidak hanya terkesan dengan kemampuan akting Mawar, melainkan juga dengan kedewasaan, disiplin, serta profesionalisme yang ia tunjukkan, meski selisih usia mereka cukup signifikan.
Kolaborasi pertama di layar kaca
Serial Luka, Makan, Cinta menjadi titik pertemuan pertama antara Deva Mahenra dan Mawar Eva. Proyek yang diproduksi oleh Netflix ini menampilkan dinamika karakter yang kompleks, di mana Dennis (Deva) dan Luka (Mawar) harus berhadapan dalam konflik emosional yang intens. Meski keduanya belum pernah bekerja bersama sebelumnya, proses syuting berjalan lancar berkat sikap terbuka dan rasa saling menghormati.
Kedewasaan berpikir yang melampaui usia
Deva mengakui bahwa kesan pertamanya terhadap Mawar adalah sosok yang pendiam. Namun, begitu keduanya mulai akrab, Deva menyadari cara berpikir dan cara berbicara Mawar sangat matang. “Mawar itu lebih dewasa dari umur aslinya. Begitu udah mulai akrab, cara berpikirnya, cara ngobrolnya udah kayak orang seumuran gue,” ungkap Deva. Kedewasaan ini, menurutnya, mempermudah komunikasi di set dan menciptakan kerja sama yang lebih solid.
Disiplin dan profesionalisme tinggi
Selain kedewasaan, Deva menyoroti tiga kualitas utama yang membuatnya takjub: disiplin, profesionalisme, dan rentang akting yang luas. “Yang paling bikin saya takjub adalah disiplin, terus profesionalitasnya, sama range akting Mawar yang wow, she’s talented. Mawar tuh aktingnya luar biasa,” kata Deva. Mawar dikenal sebagai aktor muda yang telah meniti karier sejak remaja, sehingga pengalaman di balik layar menjadi salah satu faktor utama yang membentuk etos kerjanya.
Membangun chemistry lewat candaan
Berbeda dengan anggapan umum bahwa chemistry terbentuk lewat latihan intens, Deva menegaskan bahwa kunci utama mereka adalah humor dan obrolan santai. “Pintu dari trust itu adalah bercanda. Semakin sering kita bercanda satu sama lain, ngobrol tentang apa aja, pada akhirnya itu yang ngebangun trust dan chemistry kita,” jelasnya. Kedekatan ini tercermin dalam penampilan karakter Dennis dan Luka yang terasa natural dan mengalir.
Tiga hal yang paling mengesankan bagi Deva
- Kedewasaan berpikir dan cara berkomunikasi yang melampaui usia Mawar.
- Disiplin kerja serta profesionalisme yang tinggi, meski masih berusia muda.
- Kemampuan membangun trust melalui candaan, menjadikan proses syuting lebih menyenangkan.
Ketiga poin tersebut menjadi inti dari rasa takjub Deva Mahenra terhadap Mawar Eva. Kedewasaan dan dedikasi Mawar tidak hanya memperkaya proses produksi, tetapi juga memberi inspirasi bagi aktor lain di industri hiburan Indonesia.
Reaksi penonton dan harapan ke depan
Sejak penayangan perdana pada 15 April 2026, Luka, Makan, Cinta mendapatkan respons positif dari penonton. Banyak yang memuji chemistry alami antara Deva dan Mawar, sekaligus mengapresiasi penampilan kuat Mawar yang dinilai sejalan dengan standar aktor senior. Kedua aktor menyatakan harapan agar kolaborasi ini dapat membuka peluang lebih banyak proyek bersama, serta menjadi contoh bagi generasi muda dalam mengedepankan profesionalisme.
Secara keseluruhan, pengalaman Deva Mahenra bersama Mawar Eva menggambarkan bagaimana generasi baru dapat berkontribusi secara signifikan di industri hiburan. Kedewasaan, disiplin, dan kemampuan membangun hubungan kerja yang solid menjadi nilai tambah yang tak ternilai, sekaligus mengukuhkan posisi Mawar Eva sebagai salah satu bintang muda paling menjanjikan di Indonesia.













