Direktur KPEI Siap Jadi Calon Dirut BEI, Jeffrey Hendrik Tekankan Misi Bawa Bursa ke Kelas Dunia, dan 12 Perusahaan Antre IPO

Back to Bali – 27 Maret 2026 | Jakarta – Menjelang akhir masa jabatan direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2022‑2026, dinamika kepemimpinan bursa menjadi..

3 minutes

Read Time

Direktur KPEI Siap Jadi Calon Dirut BEI, Jeffrey Hendrik Tekankan Misi Bawa Bursa ke Kelas Dunia, dan 12 Perusahaan Antre IPO

Back to Bali – 27 Maret 2026 | Jakarta – Menjelang akhir masa jabatan direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2022‑2026, dinamika kepemimpinan bursa menjadi sorotan utama pelaku pasar modal. Direktur Komite Pasar Efek Indonesia (KPEI) mengumumkan kesiapan dirinya menjadi kandidat utama untuk mengisi jabatan Direktur Utama BEI, sementara Pejabat Sementara (Pjs.) Direktur Utama Jeffrey Hendrik menegaskan komitmen melanjutkan program strategis yang bertujuan menjadikan BEI bursa kelas dunia. Pada saat yang sama, sebanyak dua belas perusahaan telah menyiapkan prospek IPO menjelang akhir Maret 2026, menandakan peningkatan aktivitas pendapatan pasar modal.

Latarnya Pemilihan Direksi BEI

Periode kepengurusan direksi BEI yang dimulai pada 29 Juni 2022 akan berakhir pada akhir 2026. Proses seleksi calon direksi baru diatur ketat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan batas akhir pengajuan paket kandidat pada 4 Mei 2026. Setiap kelompok calon harus terdiri dari minimal sepuluh anggota bursa yang memenuhi kriteria volume perdagangan dalam 12 bulan terakhir, dan satu anggota hanya dapat bergabung dalam satu kelompok pencalonan.

Direktur KPEI Siap Mengisi Kandidasi Dirut

Direktur KPEI menyampaikan kesiapan penuh untuk mencalonkan diri sebagai Direktur Utama BEI. Dalam pernyataannya, ia menekankan pentingnya sinergi antara regulator, pelaku pasar, dan institusi keuangan untuk meningkatkan kualitas emiten serta likuiditas perdagangan. Menurutnya, “Kualitas lebih diutamakan daripada kuantitas; BEI harus menjadi platform yang menarik bagi perusahaan dengan fundamental kuat, bukan sekadar menambah jumlah perusahaan tercatat.”

Jeffrey Hendrik Tekankan Misi Bawa BEI ke Kelas Dunia

Jeffrey Hendrik, yang menjabat sebagai Pejabat Sementara Direktur Utama sejak 12 Februari 2026, kembali mengumumkan niatnya mencalonkan diri dalam pemilihan direksi mendatang. Ia menegaskan bahwa program-program strategis yang telah diluncurkan, termasuk digitalisasi sistem clearing‑settlement, penguatan tata kelola, dan inisiatif keberlanjutan, akan terus digulirkan. “Kami ingin BEI tidak hanya menjadi bursa terbesar di Indonesia, tetapi juga kompetitif secara global,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta pada 25 Maret 2026.

Daftar Calon Potensial dan Proses OJK

  • Jeffrey Hendrik – Pejabat Sementara Direktur Utama BEI.
  • Irvan Susandy – Anggota Direksi yang dikenal aktif dalam pengembangan produk derivatif.
  • R. Haidir Musa – Veteran pasar modal dengan pengalaman di sektor perbankan.
  • Irwan Abdalloh – Pakar regulasi pasar modal.
  • Atep Salyadi – Pengusaha dengan latar belakang teknologi finansial.
  • Dariah Saputra – Praktisi keuangan berpengalaman di sektor sekuritas.

OJK menegaskan belum ada paket resmi yang diajukan, dan menunggu konfirmasi resmi dari masing‑masing kelompok calon. Setelah pengajuan diterima, OJK akan menilai kelayakan dan menyusun jadwal Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) yang biasanya dilaksanakan pada bulan Juni untuk mengesahkan direksi baru.

Antrean IPO Menunjukkan Momentum Pasar

Sebanyak dua belas perusahaan, mayoritas berkapitalisasi besar, telah mengajukan rencana IPO ke BEI dengan target penyelesaian akhir Maret 2026. Daftar tersebut mencakup sektor energi, telekomunikasi, infrastruktur, serta teknologi informasi, yang mencerminkan diversifikasi struktur pasar modal. Menurut data internal BEI, total nilai penawaran yang diperkirakan mencapai sekitar Rp 150 triliun, menambah likuiditas dan memperluas basis investor ritel maupun institusional.

Keberhasilan proses IPO ini dipandang sebagai indikator kepercayaan investor terhadap kebijakan BEI yang dipimpin oleh direksi saat ini. Namun, para analis menekankan bahwa pencapaian target ambisius “bursa kelas dunia” memerlukan dukungan kebijakan yang konsisten, peningkatan transparansi, serta penguatan mekanisme pengelolaan risiko.

Dengan kombinasi kepemimpinan yang berpengalaman, agenda reformasi yang berkelanjutan, dan arus masuk emiten baru, BEI berada pada titik krusial yang dapat menentukan arah perkembangan pasar modal Indonesia selama dekade berikutnya. Pengumuman resmi mengenai kandidat direksi dan hasil RUPS akan menjadi momen penentu bagi strategi pertumbuhan, baik dalam hal kualitas emiten, likuiditas perdagangan, maupun daya saing global.

About the Author

Kanya Virtudes Virtudes Avatar