Back to Bali – 13 April 2026 | Bangkok, 12 April 2026 – Pada Minggu sore, Nonthaburi Hall menjadi saksi sengitnya duel antara Timnas Futsal Indonesia dan Thailand dalam laga final ASEAN Futsal Championship 2026. Setelah menurunkan strategi ofensif sejak peluit pertama, Garuda sempat unggul 1-0 berkat gol cepat Andres Dwi Persada Putra pada menit ke-17. Namun, Thailand berhasil menyamakan kedudukan melalui penalti yang dieksekusi Itticha Praphaphan pada detik-detik akhir babak pertama, lalu melampaui Indonesia lewat tembakan keras Panut Kittipanuwong pada menit ke-31. Skor akhir 1-2 menegaskan Thailand sebagai juara ke-17 ASEAN Futsal, sementara Indonesia harus menelan kekecewaan sebagai runner‑up.
Awal pertandingan: Dominasi Indonesia
Sejak peluit pembuka, Indonesia yang dilatih oleh Hector Souto menampilkan pola permainan agresif. Guntur Ariwibowo dan Muhammad Osamanmusa menjadi ancaman utama, menciptakan beberapa peluang melalui serangan sayap dan tembakan jarak menengah. Pada menit ke-14, Guntur melepaskan tendangan bebas yang hampir masuk, namun berhasil diantisipasi kiper Thailand, Theerawat Kaewwilai. Upaya selanjutnya datang dari Andarias Kareth yang hampir mengirim bola ke gawang lawan, tetapi penyelamatan gemilang menghalangi mereka.
Keberhasilan pertama Indonesia datang berkat kerjasama antara Adityas Priambudi Wibowo dan Andres Dwi Persada Putra. Umpan terobosan dari Priambudi Wibowo menemukan Dwi Persada Putra di area penalti, yang kemudian menaklukkan kiper Thailand dengan tembakan terkontrol, mengantarkan Garuda unggul 1-0.
Bangkitnya Thailand: Penalti dan Gol Penentu
Tekanan Indonesia tak bertahan lama. Pada menit ke-44, Thailand memperoleh tendangan penalti setelah pemain Indonesia melakukan pelanggaran di dalam kotak penalti. Itticha Praphaphan mengeksekusi penalti dengan tenang, mengembalikan keseimbangan skor menjadi 1-1 tepat sebelum jeda istirahat.
Babak kedua dimulai dengan intensitas tinggi. Thailand, didukung sorak penonton lokal, meningkatkan tempo permainan. Pada menit ke-31, Panut Kittipanuwong menembakkan bola keras yang melewati pertahanan Indonesia, menembus jaring Angga Ariansyah dan menjadikan Thailand memimpin 2-1. Usaha Indonesia untuk menyamakan kedudukan kembali muncul lewat peluang emas Andarias Kareth, namun Theerawat Kaewwilai kembali tampil mengesankan dengan menyelamatkan gawangnya.
Strategi akhir dan kegagalan Indonesia
Menjelang akhir laga, pelatih Hector Souto mengganti formasi menjadi skema power play, menurunkan dua penyerang tambahan untuk menekan pertahanan Thailand. Meskipun Indonesia menciptakan beberapa peluang, pertahanan Thailand tetap solid, dan tidak ada lagi gol tercipta hingga peluit akhir dibunyikan.
Kekalahan ini menandai berakhirnya masa kejayaan Indonesia sebagai juara bertahan yang berhasil menjuarai edisi 2024 setelah mengalahkan Vietnam. Sementara itu, Thailand menegaskan dominasinya di kawasan dengan menambah koleksi trofi ke-17 dalam sejarah ASEAN Futsal Championship.
Setelah pertandingan, pelatih Hector Souto menyatakan, “Kami bangga dengan perjuangan tim, namun kami harus belajar dari kesalahan. Thailand adalah lawan yang sangat kuat, dan kami akan kembali lebih baik di kompetisi selanjutnya.” Sementara kapten Timnas Indonesia, Muhammad Osamanmusa, menambahkan, “Kita akan kembali, memperbaiki taktik, dan berusaha merebut kembali gelar juara.”
Dengan hasil ini, Thailand melaju ke babak final kompetisi internasional berikutnya, sedangkan Indonesia kini harus menyiapkan diri untuk turnamen regional selanjutnya, termasuk kualifikasi Piala Dunia Futsal 2028.
Kesimpulannya, final ASEAN Futsal Championship 2026 menjadi ajang pembuktian kelas antara dua rival abadi. Indonesia menunjukkan kualitas dan semangat juang yang tinggi, namun Thailand berhasil memanfaatkan momen kritis dan menambah daftar panjang prestasinya di kancah futsal Asia Tenggara.













