Back to Bali – 28 Maret 2026 | Persiraja Banda Aceh kembali menjadi sorotan pada pekan ke-22 Pegadaian Championship 2025/26 saat menjamu Sriwijaya FC di Stadion H Dimurthala pada Sabtu (28 Maret 2026). Pertandingan yang dijadwalkan sebagai ujian penting bagi kedua tim berakhir dengan skor imbang 0-0, namun yang menjadi headline lebih banyak adalah keputusan tak terduga mengenai seragam yang harus dipakai oleh tuan rumah.
Jersey tandang menjadi keharusan
Menjelang laga, tim Laskar Wong Kito hanya membawa satu set jersey berwarna oranye, identitas tradisional klub. Sementara Sriwijaya FC tiba hanya dengan satu set jersey kuning. Karena kedua warna terlalu mirip, khususnya dalam pencahayaan malam, match commissioner memutuskan Persiraja harus mengganti jersey utama dengan seragam away berwarna biru. Sekretaris Umum Persiraja, Rahmat Djailani, menjelaskan bahwa keputusan itu diambil demi menghindari kebingungan wasit dan menjaga kelancaran pertandingan.
- Jersey oranye Persiraja dinilai terlalu serupa dengan kuning Sriwijaya.
- Satu set jersey tambahan dari Sriwijaya tidak tersedia hingga batas waktu yang ditentukan.
- Regulasi kompetisi mengharuskan tim tamu membawa lebih dari satu set seragam.
Babak pertama berakhir tanpa gol
Dengan kondisi seragam yang tidak ideal, Persiraja tetap menampilkan permainan yang terorganisir. Laskar Rencong menegakkan pertahanan yang solid, sementara Elang Andalas dari Sriwijaya berusaha menembus lini belakang lawan. Kedua tim menciptakan beberapa peluang, namun kiper masing-masing berhasil menahan tembakan. Akhir babak pertama, skor tetap 0-0.
Strategi dan taktik di babak kedua
Pada babak kedua, pelatih Persiraja meningkatkan tekanan melalui sayap kanan, sementara Sriwijaya mengandalkan serangan balik cepat. Meskipun ada beberapa peluang berbahaya, seperti tendangan keras dari pemain sayap Persiraja yang meleset tipis, pertahanan kedua tim tetap kokoh. Waktu pertandingan semakin menipis, namun tidak ada gol yang tercipta, menegaskan pertarungan yang seimbang.
Implikasi klasemen
Hasil imbang ini menambah satu poin bagi masing-masing tim. Persiraja, yang berada di posisi papan atas klasemen, tetap berada di zona aman namun harus terus mengumpulkan poin untuk mempertahankan ambisinya. Sriwijaya, di sisi lain, melihat hasil ini sebagai langkah penting untuk mengurangi jarak dengan tim terdepan.
Selain hasil pertandingan, insiden jersey menimbulkan diskusi tentang kepatuhan regulasi kompetisi. Rahmat Djailani menegaskan bahwa Sriwijaya kemungkinan akan dikenai sanksi atau denda karena tidak menyiapkan jersey alternatif sesuai ketentuan. Kejadian ini menjadi peringatan bagi semua klub untuk mempersiapkan perlengkapan yang memadai demi menghindari situasi serupa di masa mendatang.
Dengan suasana stadion yang tetap ramai meski tanpa gol, kedua suporter menunjukkan dukungan penuh kepada tim kesayangan. Persiraja berharap penampilan solid meski harus memakai jersey away dapat menjadi motivasi untuk laga berikutnya, sementara Sriwijaya bertekad memperbaiki catatan golnya.
Secara keseluruhan, laga Persiraja vs Sriwijaya FC menyajikan kombinasi drama seragam dan pertarungan taktik yang ketat. Meskipun skor tidak berubah, pertandingan ini memberikan pelajaran penting tentang pentingnya persiapan logistik serta konsistensi performa di lapangan.













