Back to Bali – 31 Maret 2026 | Melbourne Storm kehilangan salah satu andalan mereka, forward asal Fiji Tui Kamikamica, setelah mengalami episode medis yang diduga stroke pada Senin pagi. Atlet berusia 31 tahun itu langsung dilarikan ke Royal Melbourne Hospital setelah pasangan menghubungi layanan darurat karena Kamikamica mengalami kejang saat bangun ke kamar mandi.
Tekanan Medis dan Operasi Darurat
Sesaat setelah tiba di rumah sakit, Kamikamica menjalani operasi darurat untuk menstabilkan kondisi otaknya. Menurut tim medis klub, penyebab utama kejadian tersebut kemungkinan berasal dari masalah kesehatan yang mendasari, bukan akibat cedera di lapangan. Setelah terbangun dari operasi, Kamikamica mengungkapkan rasa kesal karena tidak dapat bermain melawan Penrith pada akhir pekan ini, meski ia tetap bertekad untuk kembali ke NRL secepatnya.
Reaksi Tim dan Rekan Setim
Staf medis Storm menegaskan bahwa Kamikamica berada di bawah perawatan terbaik, dibantu oleh spesialis rumah sakit serta tim medis klub. “Kami meminta privasi Tui dihormati saat ini, dan akan memberikan pembaruan bila memungkinkan,” ujar pernyataan resmi klub. Rekan setimnya, Eli Katoa, serta petugas kesejahteraan tim, Young Tonumaipea, mendengar keluhan Kamikamica yang “marah” karena harus absen. Cameron Smith, legenda NRL, menyebut bahwa Kamikamica sudah mulai menunjukkan perbaikan dan dapat duduk tegak di tempat tidur, meski proses pemulihan masih memerlukan waktu.
Karier dan Kontribusi di Storm
Sejak debutnya pada 2017, Tui Kamikamica telah menorehkan 142 penampilan untuk Melbourne Storm, mencetak 11 try, dan menjadi bagian penting dalam susunan lini depan klub. Ia juga merupakan kapten tim nasional Fiji dengan 22 penampilan sejak 2016. Kamikamica memulai kariernya di Australia pada 2013 melalui tim feeder Wentworthville Magpies, kemudian melanjutkan di Queensland Cup bersama Sunshine Coast Falcons sebelum menembus level pertama.
Dampak pada Kekuatan Tim
Kehilangan Kamikamica menambah beban pada pack depan Storm yang sudah dipengaruhi oleh cedera serius Eli Katoa, yang harus menjalani operasi otak setelah mengalami serangkaian pukulan kepala pada pertandingan melawan Tonga tahun lalu. Storm saat ini berada di peringkat ketujuh dengan catatan 2-2 setelah empat putaran, dan menghadapi Panthers yang tak terkalahkan pada pekan kelima.
Harapan Pemulihan dan Masa Depan
Para ahli menilai bahwa pemulihan Kamikamica akan bersifat bertahap. “Jalan kembali ke lapangan memang lambat, tetapi stabil,” kata Cameron Smith dalam wawancara di Channel Nine’s 100% Footy. Kamikamica sendiri menyatakan keinginannya untuk kembali berkompetisi secepat mungkin, menekankan semangat juangnya yang tak mudah padam meskipun menghadapi situasi kritis.
Kasus ini juga menyoroti pentingnya penanganan cedera kepala dalam olahraga kontak seperti rugby league. Klub dan federasi kini semakin memperketat prosedur medis untuk menghindari komplikasi serius di masa depan.
Dengan dukungan medis yang optimal dan semangat juang yang tinggi, harapan besar masih menyertai Tui Kamikamica untuk kembali mengisi jersey Storm dan memperkuat lini depan Fiji di panggung internasional.













