Back to Bali – 06 April 2026 | Jordy Tutuarima, bek asal Maluku yang sempat menjadi sorotan negatif di Liga 1 Indonesia, resmi menandatangani kontrak dengan sebuah klub kasta ketiga di Belanda setelah tiga bulan terpaksa meninggalkan Persis Solo. Langkah ini menjadi titik balik karier pemain berusia 24 tahun sekaligus menandai berakhirnya rangkaian insiden kartu merah yang memperburuk posisi Persis Solo di klasemen.
Latar Belakang dan Karier di Tanah Air
Jordy memulai karier profesionalnya di Persis Solo pada musim 2023/2024. Pada awalnya, ia tampil sebagai salah satu pilar pertahanan yang diharapkan dapat mengangkat tim ke posisi tengah klasemen. Namun, performa tim menurun drastis pada paruh kedua musim 2024/2025. Persis Solo, yang dulu berada di peringkat ketujuh, terperosok hingga menempati posisi ke‑18 dengan hanya mengumpulkan 14 poin dari 21 laga. Pelatih asal Malaysia, Ong Kim Swee, hanya mampu mencatat tiga kemenangan, lima hasil imbang, dan 13 kekalahan.
Di tengah krisis tersebut, Jordj turut terlibat dalam serangkaian insiden disiplin. Pada lima pertandingan terakhir menjelang pekan ke‑21, empat pemain Persis Solo, termasuk Jordy, menerima kartu merah. Insiden tersebut terjadi pada laga melawan Madura United, Persib, PSM, dan PSIS Semarang. Kartu merah Jordy datang pada pertandingan melawan Madura United, saat ia melakukan tekel keras terhadap penyerang lawan yang berujung pada ejekan keras dari wasit.
Krisis Persis Solo dan Dampaknya
Kondisi Persis Solo semakin terpuruk setelah kekalahan 2‑0 dari Madura United pada pekan ke‑21. Kedua gol tersebut dicetak oleh Lullinha dan Youssef Ezzejjari, menambah beban mental tim yang sudah berada di zona degradasi. Sekitar 33 gol kebobolan yang dicatat tim menegaskan betapa rapuh lini pertahanan mereka, dengan Jordy menjadi salah satu figur yang paling banyak dikritik oleh suporter dan media.
Di luar lapangan, kepemilikan klub yang berada di tangan Kaesang Pangarep tidak mampu mengatasi permasalahan struktural. Kegagalan dalam mengelola skuad, perubahan pelatih yang cepat, serta ketidakstabilan taktik membuat Persis Solo sulit menemukan ritme permainan yang konsisten.
Transfer ke Belanda: Peluang Baru
Setelah pemutusan hubungan kerja (PHK) pada akhir Januari, Jordy menghabiskan waktu beberapa minggu mencari kesempatan di luar negeri. Pada awal April, ia mengumumkan bergabung dengan sebuah klub kasta ketiga di Belanda yang bersedia memberi kesempatan bermain reguler. Meskipun level kompetisi lebih rendah dibanding Liga 1, pemain muda ini melihat peluang untuk memperbaiki citra dan meningkatkan kualitas tekniknya.
Klub Belanda tersebut menekankan pentingnya kedisiplinan dan kerja tim, dua hal yang menjadi fokus utama Jordy dalam fase rehabilitasi kariernya. Pelatih klub menyatakan, “Kami menghargai pengalaman Jordy di level profesional, dan kami yakin dengan bimbingan yang tepat, ia dapat menjadi aset defensif yang solid.”
Harapan Kedepan dan Analisis Statistik
- Jumlah Kartu Merah Persis Solo (5 laga terakhir): 4 (Sutanto Tan, Cleylton Santos, Jordy Tutuarima, Rizky Dwi Febrianto)
- Poin Persis Solo setelah 21 pertandingan: 14 poin (Peringkat 18)
- Gol kebobolan Persis Solo hingga pekan ke‑21: 33 gol
- Rekor Persis Solo musim 2023/2024: 50 poin, 14 kemenangan, 8 imbang, 12 kekalahan
Statistik ini menegaskan betapa pentingnya perbaikan disiplin dan pertahanan bagi tim yang berjuang menghindari degradasi. Bagi Jordy, pengalaman di Belanda diharapkan menjadi batu loncatan untuk kembali menunjukkan performa terbaiknya.
Dengan kesempatan baru di kancah Eropa, Jordy Tutuarima menatap masa depan yang lebih cerah. Ia bertekad memperbaiki catatan kartu merahnya, meningkatkan konsistensi defensif, dan membuktikan bahwa pemain Indonesia dapat bersaing di luar negeri. Sementara itu, Persis Solo masih harus berjuang keras demi menghindari turunnya ke Liga 2, mengandalkan perubahan taktik dan manajemen yang lebih stabil.













