Back to Bali – 12 April 2026 | Jakarta, 12 April 2026 – Organisasi mahasiswa “Mahasiswa Peduli” yang dipimpin oleh Andrie Yunus mengumumkan rencana kemah selama tiga hari di Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI. Kegiatan yang dijadwalkan pada akhir Mei ini bertujuan mempererat solidaritas, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperkenalkan nilai-nilai disiplin militer kepada generasi muda.
Latar Belakang
Mahasiswa Peduli, yang dibentuk pada tahun 2021, telah aktif menggalang berbagai program sosial, mulai dari bakti sosial di daerah rawan bencana hingga kampanye literasi digital. Pada pertemuan internal bulan lalu, Andrie Yunus mengusulkan ide kemah di fasilitas militer sebagai upaya memperluas wawasan anggota tentang kerja sama sipil-militer.
Rencana Kemah
Menurut keterangan panitia, lokasi kemah akan berada di area lapangan terbuka Puspom TNI yang biasanya dipakai untuk latihan taktis. Selama tiga hari, peserta akan menjalani serangkaian aktivitas yang meliputi:
- Workshop kepemimpinan dan disiplin bersama instruktur TNI.
- Simulasi penanggulangan bencana alam dengan peran ganda antara mahasiswa dan militer.
- Sesi diskusi kebijakan keamanan dalam negeri yang melibatkan akademisi dan pejabat TNI.
- Pengabdian masyarakat di sekitar kompleks, seperti pembersihan taman dan penyuluhan kebersihan.
Tujuan dan Manfaat
Andrie Yunus menekankan bahwa kemah ini tidak sekadar kegiatan rekreasi, melainkan platform pembelajaran lintas sektor. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya menguasai teori di ruang kelas, tetapi juga merasakan secara langsung bagaimana prinsip disiplin, tanggung jawab, dan kerja tim diaplikasikan dalam konteks pertahanan negara,” ujar Andrie dalam konferensi pers virtual.
Manfaat yang diharapkan meliputi:
- Peningkatan kesadaran akan peran TNI dalam menjaga keamanan serta membantu masyarakat.
- Pengembangan soft skill mahasiswa, khususnya kepemimpinan, manajemen krisis, dan komunikasi efektif.
- Penguatan jaringan antara institusi pendidikan tinggi dan institusi pertahanan.
Reaksi Pihak Terkait
Komando Puspom TNI memberikan persetujuan resmi setelah menerima proposal lengkap dari Mahasiswa Peduli. Komandan Puspom, Mayor Jenderal (Purn) Agus Santoso, menyatakan dukungan penuh, “Kami melihat inisiatif ini sebagai wujud sinergi positif antara civitas akademika dan institusi pertahanan. Kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi organisasi lain untuk berkolaborasi secara konstruktif.”
Di sisi lain, beberapa kalangan akademisi menilai pentingnya menjaga batasan antara kegiatan militer dan ruang publik. Namun, mayoritas menilai bahwa dengan pengawasan yang tepat, kemah ini dapat menjadi model edukasi yang inovatif.
Jadwal dan Persiapan
Berikut rangkaian jadwal sementara:
| Hari | Kegiatan |
|---|---|
| Hari I | Pembukaan, orientasi lapangan, workshop kepemimpinan |
| Hari II | Simulasi penanggulangan bencana, diskusi kebijakan keamanan |
| Hari III | Pengabdian masyarakat, penutupan, evaluasi |
Persiapan logistik meliputi penyediaan tenda, peralatan kebersihan, serta perlengkapan medis. Seluruh peserta diwajibkan mengikuti pemeriksaan kesehatan dan pelatihan dasar kebugaran sebelum keberangkatan.
Dengan antusiasme tinggi dari anggota Mahasiswa Peduli dan dukungan penuh dari Puspom TNI, kemah ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat rasa kebersamaan antara civitas akademika dan institusi pertahanan negara.













