Back to Bali – 31 Maret 2026 | Bek berbakat Timnas Indonesia, Elkan Baggott, mengungkapkan pandangannya tentang evolusi skuad Garuda sejak pergantian pelatih. Dalam sebuah wawancara eksklusif, Baggott menilai tim nasional kini berada pada fase yang lebih solid di bawah asuhan John Herdman, sekaligus menyiratkan kritik halus terhadap era sebelumnya yang dipimpin Shin Tae‑Yong.
Perbandingan Era Herdman dan Shin Tae‑Yong
Menurut Baggott, perbedaan paling mencolok terletak pada standar profesionalisme yang diterapkan. “Saat Shin Tae‑Yong melatih kami, kami masih banyak yang bermain di dalam negeri dengan fasilitas terbatas. Sekarang, di era John Herdman, kami melihat peningkatan signifikan dalam disiplin latihan, taktik, dan persiapan mental,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pendekatan Herdman lebih menekankan pada permainan kolektif dan adaptasi taktik modern, sementara era Shin lebih mengandalkan kekuatan individu. “John selalu menekankan bahwa setiap pemain harus memahami peranannya dalam sistem, bukan hanya mengandalkan keahlian pribadi,” jelas Baggott.
Pengaruh Pemain Berkarier di Eropa
Faktor lain yang menonjol adalah semakin banyaknya pemain Timnas Indonesia yang berkarier di klub-klub Eropa. Baggott, yang sendiri bermain di Liga Inggris, menyebutkan bahwa keberadaan pemain dengan pengalaman kompetisi tinggi membawa standar permainan yang lebih tinggi. “Kami kini memiliki lebih banyak pemain yang terbiasa dengan intensitas latihan dan kecepatan pertandingan di level internasional. Hal ini otomatis meningkatkan kualitas permainan tim secara keseluruhan,” katanya.
Ia mencontohkan beberapa nama yang kini menjadi bagian penting dalam skuad, seperti Andik Vermansyah yang bermain di Belanda, serta penyerang muda yang menembus liga Belgia. Menurut Baggott, keberadaan mereka tidak hanya meningkatkan kualitas teknis, tetapi juga menularkan budaya profesionalisme kepada rekan-rekan yang masih berkarier di dalam negeri.
Dampak Terhadap Performa Timnas
Secara statistik, perubahan ini tercermin dalam hasil pertandingan. Di bawah Herdman, Timnas Indonesia berhasil mengamankan poin lebih banyak dalam laga kualifikasi AFF Cup dan menunjukkan ketangguhan melawan tim-tim Asia Selatan. Baggott menegaskan, “Kami tidak lagi sekadar bertahan, tetapi mampu menekan lawan sejak menit pertama. Ini adalah bukti bahwa standar kebugaran dan taktik kami sudah naik ke level yang lebih tinggi.”
Selain itu, mental juara yang ditanamkan oleh Herdman membuat pemain lebih tahan pada tekanan. Baggott menyebutkan contoh konkret saat Timnas berhasil menahan serangan balik lawan dalam dua laga beruntun, sesuatu yang jarang terjadi pada era sebelumnya.
Reaksi Publik dan Media
Pengakuan Baggott ini langsung memicu perbincangan hangat di media sosial. Pendukung tim menyambut baik pernyataan tersebut, menilai bahwa perubahan arah kepelatihan memang sudah dirasakan. Namun, sebagian kritikus menilai komentar Baggott sebagai sindiran tajam kepada Shin Tae‑Yong, yang sebelumnya berhasil membawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia U‑20 2023.
Meski demikian, Baggott menegaskan bahwa komentar tersebut bukan sekadar mengkritik, melainkan mengajak semua pihak untuk terus berinovasi. “Setiap pelatih memiliki kontribusi masing‑masing. Shin Tae‑Yong telah membuka pintu bagi kita, namun kini saatnya melangkah lebih jauh bersama John,” pungkasnya.
Prospek Mendatang Timnas Garuda
Melihat ke depan, Baggott optimis bahwa Timnas Indonesia akan terus berkembang. Ia berharap agar lebih banyak pemain muda berkesempatan berlatih di luar negeri, sehingga dapat memperkaya taktik dan pengalaman tim. “Jika kami terus menambah pemain berstandar Eropa, kualitas skuad akan semakin terangkat dan kami siap bersaing di level Asia dan bahkan dunia,” ujarnya.
Selain itu, Baggott menekankan pentingnya dukungan infrastruktur domestik, seperti akademi sepak bola yang terstandarisasi, serta peningkatan kompetisi liga lokal agar pemain dapat berkembang secara berkelanjutan.
Kesimpulannya, pernyataan Elkan Baggott menjadi cermin perubahan signifikan yang terjadi pada Timnas Indonesia sejak kedatangan John Herdman. Peningkatan standar, pemain berkarier di Eropa, serta pendekatan taktik modern menjadi faktor utama yang membuat skuad Garuda semakin solid. Sementara itu, sindiran halus terhadap era Shin Tae‑Yong mengingatkan bahwa setiap fase kepelatihan memiliki peran penting dalam membangun fondasi tim nasional. Dengan dukungan seluruh elemen, harapan besar menanti Timnas Indonesia untuk menoreh prestasi lebih gemilang di kancah internasional.













