Fortuner Putih Terjun ke Saluran Irigasi OKU Timur: 5 Pemudik Selamat, Kronologi Lengkap

Back to Bali – 30 Maret 2026 | Sabtu malam, 28 Maret 2026, sebuah unit mobil jenis Toyota Fortuner berwarna putih melaju di jalan desa..

Fortuner Putih Terjun ke Saluran Irigasi OKU Timur: 5 Pemudik Selamat, Kronologi Lengkap

Back to Bali – 30 Maret 2026 | Sabtu malam, 28 Maret 2026, sebuah unit mobil jenis Toyota Fortuner berwarna putih melaju di jalan desa Tanjung Bulan, Kecamatan Buay Madang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan. Pada pukul 18.30 WIB, kendaraan yang mengangkut lima orang penumpang tersebut tiba‑tiba kehilangan kendali dan terjun bebas ke dalam saluran irigasi Bendungan Komering. Meskipun insiden tampak fatal, semua penumpang serta sopir berhasil menyelamatkan diri tanpa luka serius.

Rangkaian Kejadian

Menurut keterangan AKP Panca Mega Surya, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres OKU Timur, mobil tersebut dikemudikan oleh Rudi Hartono (43) warga Desa Bumi Harjo, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Ia sedang mengantar lima orang pemudik yang baru selesai merayakan Idul Fitri bersama sanak keluarga di Desa Srikaton, OKU Timur, dan hendak kembali ke Kabupaten OKI.

  • 18.00 WIB: Rudi Hartono bersama penumpang tiba di Desa Tanjung Bulan setelah menempuh perjalanan sekitar dua jam dari OKI.
  • 18.30 WIB: Saat mendekati bendungan, mobil harus berbelok di tikungan sempit. Dari arah berlawanan muncul kendaraan lain yang tidak memberi ruang, memaksa Rudi melakukan manuver mendadak.
  • 18.32 WIB: Kendaraan meluncur ke tepi jalan, menabrak pagar tanah, dan terjatuh ke dalam saluran irigasi yang dalamnya diperkirakan 1,5 meter.
  • 18.35 WIB: Penumpang dan sopir berhasil keluar dari mobil yang terendam sebagian, memanfaatkan tepi sungai dan bantuan warga setempat.
  • 19.00 WIB: Tim penyelamat dari Polres OKU Timur tiba, menggunakan alat berat untuk mengangkat kendaraan dan mengevakuasi sisa barang.

Setelah evakuasi, mobil Fortuner tersebut diamankan di gudang Unit Gakkum Satlantas Polres OKU Timur untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Reaksi Masyarakat dan Pihak Berwenang

Warga sekitar langsung turun membantu mengevakuasi korban, sementara petugas kepolisian menegaskan pentingnya persiapan perjalanan, terutama pada masa mudik Lebaran. “Istirahat yang cukup, cek kondisi kendaraan, dan pantau informasi lalu lintas sebelum berangkat,” ujar Panca Mega Surya dalam konferensi pers singkat.

Pihak kepolisian juga mengingatkan agar pengendara tidak melakukan aksi balapan atau manuver berbahaya di tikungan sempit, terutama pada jalan desa yang sering tidak dilengkapi dengan marka jalan yang memadai.

Faktor Penyebab yang Diduga

Meskipun penyelidikan masih berlangsung, beberapa faktor awal yang menjadi fokus antara lain:

  1. Kurangnya ruang jalan di tikungan bendungan yang menyebabkan tabrakan dengan kendaraan berlawanan.
  2. Kecepatan kendaraan yang mungkin melebihi batas yang disarankan pada jalan berkelok.
  3. Kondisi pencahayaan yang redup pada sore hari, memperparah visibilitas.

Tim forensik lalu lintas akan memeriksa rekaman CCTV setempat serta melakukan tes kecepatan pada unit kendaraan yang terlibat.

Langkah Pencegahan ke Depan

Pihak kepolisian OKU Timur berencana meningkatkan pemasangan rambu peringatan pada jalan desa yang berdekatan dengan fasilitas irigasi dan bendungan. Selain itu, mereka juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum untuk memperbaiki lebar jalan di titik‑titik kritis.

Jika terjadi kecelakaan serupa, warga diimbau untuk segera menghubungi layanan darurat 110 dan tidak mencoba mengevakuasi kendaraan sendirian tanpa peralatan yang memadai.

Insiden ini menjadi pengingat bagi ribuan pemudik yang melakukan perjalanan lintas kabupaten pada musim Lebaran. Keselamatan di jalan tetap menjadi prioritas utama, dan semua pihak diharapkan dapat berperan aktif dalam menciptakan lingkungan berkendara yang lebih aman.

About the Author

Marshauwn Marshauwn Agatho Avatar