Back to Bali – 30 Maret 2026 | London, 29 Maret 2026 – BlackRock, perusahaan manajemen investasi terbesar di dunia, mengumumkan kenaikan signifikan pada paket remunerasi CEO‑nya, Larry Fink, untuk kinerja tahun 2025. Kenaikan sebesar 22,4 persen menjadikan total kompensasi Fink mencapai USD 37,7 juta, atau sekitar Rp 640,1 miliar dengan kurs 1 USD = Rp 16.980 pada hari pengumuman.
Detail Paket Gaji dan Komponen Bonus
Paket remunerasi baru mencakup tiga komponen utama. Gaji pokok tetap berada pada level USD 1,5 juta, sementara bonus tahunan meningkat menjadi USD 10,6 juta. Peningkatan terbesar berasal dari penghargaan saham (stock award) yang naik USD 6,5 juta dibandingkan tahun sebelumnya, menandakan kepercayaan dewan direksi terhadap kontribusi strategis Fink.
Secara keseluruhan, paket gaji ini mencerminkan kebijakan kompensasi berbasis kinerja yang menyesuaikan dengan pertumbuhan aset dan profitabilitas BlackRock selama tahun 2025. Dengan total sekitar Rp 640 miliar, remunerasi Fink menjadi salah satu yang tertinggi di sektor keuangan global.
Kinerja Keuangan BlackRock di Tahun 2025
BlackRock mencatat aset yang dikelolanya (AUM) mencapai rekor USD 14 triliun, atau setara dengan Rp 237,86 kuadriliun. Peningkatan AUM tersebut didorong oleh aliran masuk dana institusional serta permintaan kuat untuk produk investasi berkelanjutan. Pada kuartal keempat 2025, perusahaan melampaui ekspektasi Wall Street dengan laba bersih sebesar USD 2,18 miliar, belum termasuk biaya sekali pakai yang terpisah.
Saham BlackRock mengalami kenaikan 4,5 persen selama tahun 2025, namun pada awal tahun 2026 telah mengalami penurunan lebih dari 12 persen, mencerminkan volatilitas pasar global serta tekanan pada sektor teknologi dan energi.
Respon Pemegang Saham dan Kritik terhadap Remunerasi Eksekutif
Setahun sebelumnya, lembaga penasihat proksi Institutional Shareholder Services (ISS) merekomendasikan agar pemegang saham menolak paket gaji eksekutif BlackRock, termasuk gaji Fink. Pada rapat pemegang saham terakhir, BlackRock mencatat bahwa 67 persen suara mendukung paket remunerasi tersebut, menandakan mayoritas pemegang saham masih mempercayai kebijakan kompensasi yang ada.
Para kritikus berargumen bahwa kenaikan gaji yang signifikan, terutama pada saat saham perusahaan mengalami penurunan, dapat menimbulkan persepsi ketidakadilan di antara karyawan dan investor ritel. Namun, dewan direksi menegaskan bahwa paket gaji tersebut selaras dengan target kinerja jangka panjang dan pencapaian nilai bagi pemegang saham.
Pernyataan Larry Fink Menyambut Tahun 2026
Dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh Reuters pada 29 Maret 2026, Larry Fink menegaskan optimisme perusahaan menjelang tahun depan. “Kami memasuki tahun 2026 dengan momentum yang meningkat dan kami berada di posisi yang menguntungkan untuk peluang‑peluang signifikan di masa depan,” ujarnya. Pernyataan tersebut menekankan fokus BlackRock pada inovasi produk, investasi berkelanjutan, dan ekspansi ke pasar infrastruktur global.
Fink juga menyoroti strategi diversifikasi portofolio dan peningkatan penggunaan teknologi AI dalam proses alokasi aset, yang diyakini dapat memperkuat daya saing BlackRock di tengah persaingan ketat dari pemain fintech dan manajer aset baru.
Secara keseluruhan, kenaikan gaji CEO BlackRock mencerminkan kombinasi antara pencapaian keuangan yang kuat, ekspektasi pertumbuhan lanjutan, serta dinamika hubungan dengan pemegang saham. Meski menghadapi kritik, paket remunerasi tersebut dipandang sebagai insentif untuk mempertahankan kepemimpinan Fink dalam mengarahkan perusahaan menuju era investasi yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.













