Back to Bali – 02 April 2026 | Gian Piero Gasperini, pelatih asal Italia yang saat ini memimpin Atalanta Bergamasca Calcio, kembali menjadi sorotan publik setelah mantan eksekutif Inter Milan, Ernesto Paolillo, menobatkannya sebagai pelatih paling cocok untuk mengembalikan prestasi tim nasional Italia. Paolillo, yang dikenal kritis terhadap keputusan federasi dalam mengangkat Rino Gattuso, mengungkapkan bahwa Gasperini memiliki kualitas taktik dan kepemimpinan yang dapat menjawab krisis performa tim Azzurri.
Profil dan Karier Gasperini
Gian Piero Gasperini lahir pada 25 Januari 1961 di Gravedona, Lombardia. Kariernya sebagai pemain berakhir lebih awal, namun ia menemukan panggilan sejatinya di dunia kepelatihan. Setelah melewati masa-masa melatih di klub-klub Serie B seperti Napoli dan Verona, Gasperini memimpin Atalanta sejak 2016 dan berhasil mengubah tim yang sebelumnya sering berjuang di zona degradasi menjadi salah satu pesaing kuat di Serie A.
Gasperini dikenal dengan sistem permainan yang menekankan tekanan tinggi, transisi cepat, dan variasi formasi yang fleksibel. Pendekatan taktisnya, yang sering disebut “Gasperini 3-4-3”, menonjolkan wing-back agresif dan gelandang kreatif yang mampu mengatur ritme permainan. Di bawah asuhannya, Atalanta berhasil mencatatkan rekor pencapaian, termasuk finis di posisi ketiga Serie A pada musim 2019/2020, mengamankan tiket ke Liga Champions UEFA untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.
Pengakuan Paolillo dan Kontroversi Gattuso
Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan TMW, Paolillo mengkritik keras proses pemilihan Rino Gattuso sebagai pelatih timnas Italia. Menurutnya, keputusan tersebut bersifat reaktif dan tidak mempertimbangkan rekam jejak pelatih yang mampu merancang strategi jangka panjang. “Saya rasa Gattuso belum menunjukkan hasil signifikan sebagai pelatih senior,” kata Paolillo. “Kita butuh seseorang yang dapat mengintegrasikan pemain dan menanamkan filosofi permainan yang jelas, seperti yang dilakukan Gasperini di Atalanta.”
Paolillo menambahkan bahwa nama-nama lain seperti Luciano Spalletti, Roberto Mancini, atau Claudio Ranieri seharusnya dipertimbangkan, namun menegaskan bahwa Gasperini merupakan pilihan paling tepat. Pernyataan tersebut menimbulkan perdebatan luas di kalangan penggemar dan analis sepak bola, terutama mengingat Atalanta belum pernah melatih pemain nasional secara konsisten, namun berhasil mengasah bakat muda menjadi bintang internasional.
Strategi Gasperini yang Dianggap Cocok untuk Timnas
Beberapa faktor membuat Gasperini dipandang cocok untuk mengelola skuad Azzurri. Pertama, kemampuan Gasperini dalam mengoptimalkan pemain dengan kualitas berbeda. Di Atalanta, ia berhasil mengembangkan pemain seperti Alejandro “Papu” Gómez, Josip Iličić, dan lebih baru lagi, Ademola Lookman, yang semuanya menyesuaikan diri dengan peran yang diberikan. Kedua, gaya bermain menyerang yang mengutamakan pressing intensif cocok dengan tradisi sepak bola Italia yang kini mencari identitas baru pasca era catenaccio.
Selain itu, Gasperini terbukti mampu mengelola beban pertandingan padat, termasuk kompetisi domestik dan Eropa, tanpa mengorbankan kebugaran pemain. Hal ini penting mengingat kalender internasional yang menuntut rotasi pemain yang efisien.
Tantangan yang Akan Dihadapi
Jika Gasperini memang diberi kesempatan mengelola timnas Italia, ia akan dihadapkan pada beberapa tantangan utama. Pertama, mengintegrasikan pemain bintang yang beroperasi di liga-liga top Eropa, seperti Federico Chiesa (Juventus), Nicolo Barella (Inter), dan Lorenzo Insigne (Toronto FC), ke dalam sistem yang sangat menuntut kerja tim. Kedua, mengatasi tekanan mental pasca kegagalan di babak kualifikasi Piala Dunia, di mana Italia kehilangan kesempatan berkompetisi pada turnamen terbesar.
Namun, Gasperini memiliki rekam jejak mengatasi tekanan. Pada musim 2020/2021, Atalanta menembus semifinal Liga Europa, mengalahkan tim-tim berpengalaman meski dengan anggaran terbatas. Keberhasilan tersebut menunjukkan kemampuan taktis dan motivasionalnya.
Prospek Kedepan
Masih belum ada kepastian resmi mengenai apakah Gasperini akan diangkat sebagai pelatih timnas Italia. Namun, pernyataan Paolillo menambah tekanan pada FIGC (Federazione Italiana Giuoco Calcio) untuk mempertimbangkan alternatif yang lebih berorientasi pada visi jangka panjang. Penggemar sepak bola Italia, terutama pendukung Atalanta, menantikan apakah gaya “Gasperini” akan menjadi blueprint baru bagi Azzurri.
Apapun keputusan yang diambil, nama Gian Piero Gasperini kini berada di puncak diskusi tentang masa depan sepak bola Italia. Jika diberi kepercayaan, ia memiliki peluang besar untuk menuliskan babak baru dalam sejarah tim nasional, menggabungkan kreativitas, disiplin, dan semangat kompetitif yang telah menjadi ciri khas Atalanta selama beberapa musim terakhir.













