Back to Bali – 05 April 2026 | Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) kembali berada di pusat sorotan setelah Gennaro Gattulo mengumumkan pengunduran dirinya pada 3 April 2026. Keputusan Gattuso datang usai kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia FIFA 2026, memicu perbincangan intens di antara penggemar, media, dan para pengamat sepak bola. Sementara Silvio Baldini ditunjuk sebagai pelatih interim untuk menstabilkan tim, pencarian pengganti permanen telah menyoroti empat nama utama yang menjadi kandidat kuat, serta munculnya nama kejutan yang dapat mengubah arah timnas Italia.
Kandidat Utama dalam Bursa Pelatih
Empat pelatih yang paling sering disebutkan dalam bursa pelatih Timnas Italia adalah Antonio Conte, Roberto Mancini, Massimiliano Allegri, dan Simone Inzaghi. Keempatnya masih terikat kontrak dengan klub masing-masing, menjadikan proses negosiasi FIGC membutuhkan kompensasi finansial yang signifikan.
- Antonio Conte – Saat ini melatih Napoli dan berhasil membawa klub meraih gelar Serie A 2024/2025. Konten sebelumnya pernah menjabat sebagai pelatih Italia (2014‑2016) dan dikenal membangun kedisiplinan tim meski belum mengantarkan gelar internasional. Fabrizio Romano, pakar transfer, menilai Conte memiliki dukungan kuat di internal FIGC.
- Roberto Mancini – Mantan pelatih yang membawa Italia menjuarai Euro 2020, kini memimpin Al Sadd di Qatar. Rekam jejaknya di level internasional tercoreng oleh kegagalan pada play‑off Piala Dunia 2022 dan keputusan meninggalkan timnas pada 2023, menimbulkan keberatan dari legenda Gianni Rivera.
- Massimiliano Allegri – Pelatih AC Milan yang sukses di level klub namun belum pernah mengelola tim nasional. Kontraknya dengan Milan berlaku hingga 2027, dan ia tengah berkompetisi di papan atas Serie A.
- Simone Inzaghi – Saat ini melatih Inter Milan, dengan prestasi konsisten di liga domestik. Inzaghi juga belum memiliki pengalaman melatih tim nasional, namun kontraknya dengan Inter dan tawaran finansial tinggi dari klub Saudi Al Hilal menjadi faktor penting dalam keputusan potensial.
Nama Kejutan yang Muncul di Radar
Selain empat kandidat utama, muncul pula nama-nama yang secara tradisional tidak dipertimbangkan sebagai pelatih nasional, namun kini menjadi perbincangan hangat. Gian Piero Gasperini, yang berhasil menancapkan Atalanta di peringkat atas Serie A, serta dua pelatih asing berprofil tinggi, Pep Guardiola dan Jose Mourinho, disebutkan sebagai alternatif. Meskipun peluang mereka dinilai lebih kecil karena faktor bahasa, budaya, dan komitmen klub, kehadiran mereka menambah dinamika dalam proses seleksi.
Proses Seleksi dan Tantangan Negosiasi
FIGC menjadwalkan pemilihan presiden pada 22 Juni, yang diprediksi akan berpengaruh besar pada keputusan akhir penunjukan pelatih. Penggantian pelatih biasanya menunggu pergantian pimpinan federasi, dan hal ini memungkinkan negosiasi kontrak yang lebih terstruktur. Karena keempat kandidat utama masih berada di bawah kontrak klub, FIGC diperkirakan harus menyiapkan dana kompensasi yang signifikan untuk melepaskan mereka.
Silvio Baldini, yang kini memegang peran interim, diharapkan menjaga stabilitas tim sambil menunggu keputusan akhir. Selama masa transisi, fokus tim tetap pada persiapan pertandingan persahabatan dan memperbaiki taktik yang kurang efektif pada fase kualifikasi Piala Dunia.
Harapan Penggemar dan Analisis Media
Penggemar Italia menuntut kebangkitan kembali ke panggung dunia. Keberhasilan Italia di Euro 2020 masih menjadi kenangan manis, namun kegagalan kualifikasi 2026 menimbulkan keprihatinan mendalam. Media lokal menyoroti pentingnya memilih pelatih yang tidak hanya menguasai taktik, tetapi juga mampu memotivasi generasi baru pemain, seperti Nicolo Zaniolo, Alessandro Bastoni, dan Giacomo Raspadori.
Para analis sepak bola menekankan bahwa keputusan FIGFIGC tidak hanya soal reputasi, melainkan juga kesesuaian filosofi permainan. Kontroversi antara gaya permainan defensif tradisional Italia dan kebutuhan modern untuk menyerang cepat menjadi pertimbangan utama dalam menilai tiap kandidat.
Secara keseluruhan, proses pencarian pelatih baru bagi Timnas Italia berada pada titik krusial. Pilihan antara nama-nama berpengalaman seperti Conte dan Mancini, atau opsi-opsi yang lebih berani seperti Allegri, Inzaghi, atau bahkan pelatih asing, akan menentukan arah tim nasional dalam lima tahun mendatang. Dengan pemilihan presiden yang akan datang dan tekanan kuat dari publik, FIGC dihadapkan pada keputusan yang dapat mengembalikan kejayaan Azzurri atau memperpanjang periode ketidakpastian.













