Back to Bali – 27 Maret 2026 | Charlotte Hornets mencatat kemenangan penting pada Kamis malam, 26 Maret 2026, dengan menundukkan New York Knicks 114-103 di Spectrum Center. Kemenangan ini tidak hanya mengakhiri rentetan tujuh kemenangan beruntun Knicks, tetapi juga memperpanjang kemenangan beruntun Hornets menjadi lima pertandingan berturut‑turut, menempatkan tim Carolina kembali dalam perburuan posisi playoff di Wilayah Timur.
Penampilan Gemilang Kon Knueppel dan Rekor Baru
Petarung muda Hornets, Kon Knueppel, mencuri sorotan dengan kontribusi 26 poin dan enam tembakan tiga angka. Pada usia 20 tahun, ia menjadi pemain termuda dalam sejarah NBA yang mencatat 250 poin dalam satu musim. Selain poin, Knueppel hampir mengukir triple‑double dengan meraih 10 rebound dan delapan assist, menunjukkan kemampuan serbaguna yang jarang terlihat pada pemain seumurnya.
Serangan Tim Hornets yang Terpadu
Selain Knueppel, LaMelo Ball menambah 22 poin, sementara Brandon Miller mencetak 21 poin serta mengumpulkan delapan rebound. Miles Bridges dan Coby White masing‑masing menyumbang 17 poin, menegaskan kontribusi kolektif yang membuat Hornets menguasai tempo pertandingan sejak kuarter pertama.
Serangan tiga angka menjadi senjata utama Hornets. Tim mencatat 16 tembakan tiga angka dari 41 percobaan, melanjutkan performa luar biasa mereka yang sebelumnya mencatat rekor franchise dengan 26 tembakan tiga angka dalam satu pertandingan melawan Sacramento. Pada kuarter kedua, serangkaian tembakan tiga angka dari Knueppel, Ball, dan Miller memperlebar selisih menjadi sepuluh poin pada jeda babak pertama.
Upaya Knicks dan Momen Krusial
New York Knicks tidak tinggal diam. Jalen Brunson memimpin dengan 26 poin dan 13 assist, sementara OG Anunoby menambah 17 poin. Josh Hart berperan penting di kuarter keempat, mencetak tiga tembakan lompat yang mengurangi selisih menjadi sembilan poin dengan sisa waktu satu menit ke arah akhir pertandingan. Namun, momen krusial datang ketika Miles Bridges melakukan dunk setelah melakukan miss sendiri, menambah jarak dan menutup peluang comeback Knicks.
Dalam fase akhir, Knicks berhasil memotong jarak menjadi sembilan poin dengan 1:17 menit tersisa, namun upaya mereka tidak cukup untuk mengatasi tekanan Hornets yang tetap konsisten. Penampilan defensif Hornets, dipimpin oleh Grant Williams yang mencetak tembakan tiga angka penting di awal kuarter keempat, menahan Knicks agar tidak kembali mendominasi permainan.
Implikasi Posisi di Klasemen
Kemenangan ini mengangkat catatan Hornets menjadi 39-34, menyamai Miami Heat untuk posisi kedelapan di Wilayah Timur. Meskipun keduanya memiliki catatan yang sama, Heat masih memegang tiebreaker head‑to‑head. Sementara itu, Knicks, yang berada di posisi terdekat untuk mengamankan tiket playoff, harus mengandalkan hasil berikutnya untuk mengamankan tempat mereka.
Suasana dan Kehadiran Khusus
Pertandingan juga diwarnai oleh kehadiran khusus quarterback New England Patriots, Drake Maye, yang merupakan penduduk lokal Huntersville, sekitar 20 menit dari arena. Maye hadir di tribun bersama istrinya, menambah atmosfer kebanggaan komunitas setempat.
Ke depan, Hornets dijadwalkan menantang Philadelphia 76ers pada Sabtu malam, sementara Knicks akan kembali menghadapi lawan berikutnya dengan harapan memperbaiki performa mereka dan kembali ke jalur kemenangan.
Secara keseluruhan, kemenangan Hornets atas Knicks menegaskan kemampuan tim untuk bersaing di level tinggi, mengandalkan kombinasi pemain muda yang berbakat dan veteran berpengalaman. Dengan momentum ini, Hornets berpeluang melaju lebih jauh dalam perebutan tempat playoff, sementara Knicks harus segera bangkit untuk mengatasi tekanan kompetitif di sisa musim reguler.













