IHSG Tertekan Lagi: 7 Saham Pilihan di Tengah Gejolak Global, Ini Sektor yang Masih Bisa Menguntungkan

Back to Bali – 27 Maret 2026 | Laporan perdagangan saham pada Kamis, 26 Maret 2026 menunjukkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan, menutup..

2 minutes

Read Time

IHSG Tertekan Lagi: 7 Saham Pilihan di Tengah Gejolak Global, Ini Sektor yang Masih Bisa Menguntungkan

Back to Bali – 27 Maret 2026 | Laporan perdagangan saham pada Kamis, 26 Maret 2026 menunjukkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan, menutup pada level 7.164,09 dengan penurunan sebesar 1,89 persen. Penurunan tersebut dipicu oleh sentimen global yang dipengaruhi oleh ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, serta aksi profit‑taking oleh pelaku pasar domestik.

Seluruh indeks acuan mengalami pelemahan, termasuk LQ45 yang turun 1,97 persen. Sektor energi menjadi kontributor utama penurunan, mencatat penurunan 2,91 persen, sementara sektor transportasi menjadi satu‑satunya sektor yang berhasil mencatatkan penguatan.

Sektor yang Masih Menjanjikan

Meski IHSG berada dalam fase koreksi, analis menyoroti beberapa sektor yang tetap memiliki potensi kenaikan. Sektor energi, meskipun berada di posisi terendah, tetap menarik bagi investor yang mengincar spekulasi pada harga nikel dan energi yang masih tinggi. Sektor media diperkirakan akan mendapat dorongan menjelang musim belanja iklan, sedangkan sektor pertambangan batubara tetap stabil berkat aliran dana ke energi tradisional.

Rekomendasi Saham Pilihan

Berbagai institusi sekuritas mengeluarkan daftar saham yang dianggap layak untuk dipertimbangkan pada perdagangan Jumat, 27 Maret 2026.

  • Hendra Wardana (Pengamat Pasar Modal): MBMA (Merdeka Battery Materials), ENRG (Energi Mega Persada), SRTG (Saratoga Investama Sedaya), SCMA (Surya Citra Media), BUMI (Bumi Resources).
  • Phintraco Sekuritas: JPFA (Japfa Comfeed Indonesia), MDKA (Merdeka Copper Gold), UNTR (United Tractors), MAIN (Malindo Feedmill), AADI (Adaro Andalan Indonesia).
  • Kiwoom Sekuritas Indonesia: Menyarankan pendekatan wait‑and‑see setelah IHSG gagal menembus resistance 7.300, mengingat level support psikologis berada di sekitar 7.060‑7.000.
  • BNI Sekuritas (Fanny Suherman): SCMA (Surya Citra Media), EMAS (Merdeka Gold Resources), BBRI (Bank Rakyat Indonesia), UNTR (United Tractors), INDY (Indika Energy), AADI (Adaro Andalan Indonesia).

Mayoritas rekomendasi menekankan saham yang berada di sektor energi, pertambangan, agribisnis, serta infrastruktur transportasi. Saham‑saham ini diharapkan dapat memberikan peluang upside dalam rentang teknikal yang masih mengarah pada support 7.050‑7.130 dan resistance 7.200‑7.300.

Analisis Teknikal dan Sentimen Pasar

Tim riset Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG akan bergerak sideways dalam rentang 7.050‑7.250, dengan level resistance utama di 7.300 dan support di 7.050. Sementara itu, Kiwoom menilai pasar masih dalam fase bottoming, mengingat tekanan jual asing yang mencapai Rp 2 triliun pada sesi regular.

Nilai tukar rupiah justru menguat ke Rp 16.904 per dolar AS, berlawanan dengan mata uang Asia lainnya yang melemah. Pemerintah juga menambah penempatan dana sebesar Rp 100 triliun ke sektor perbankan untuk menjaga likuiditas di tengah kenaikan yield obligasi pemerintah.

Secara keseluruhan, meskipun IHSG berada dalam tekanan, sektor‑sektor tertentu masih menawarkan peluang investasi yang menarik. Investor disarankan untuk memperhatikan level support teknikal, mengamati sentimen geopolitik, dan memilih saham yang berada di sektor dengan fundamental kuat serta dukungan aliran dana.

Dengan memperhatikan rekomendasi dari para analis, memperhitungkan risiko geopolitik, serta mengikuti pergerakan teknikal, investor dapat menavigasi pasar yang volatile ini dengan lebih percaya diri.

About the Author

Pontus Pontus Avatar