Back to Bali – 04 April 2026 | Jakarta – Pada Minggu malam yang penuh antisipasi, Jeonbuk Hyundai Motors berhasil mencatatkan kemenangan penting atas Ulsan Hyundai dengan skor 2-0 dalam pertemuan ke-100 antara dua tim yang sama-sama berada di bawah payung Hyundai. Pertandingan yang digelar di stadion Jeonju ini tidak hanya menambah catatan kemenangan bagi Jeonbuk, tetapi juga menandai babak baru dalam sejarah derby yang sudah lama menjadi sorotan pecinta sepak bola Asia.
Sejarah Panjang Derby Hyundai
Derby keluarga Hyundai bermula sejak kedua klub bergabung dalam kompetisi K‑League pada awal 2000‑an. Selama hampir dua dekade, rivalitas ini telah menghasilkan lebih dari 90 pertemuan, dengan catatan kemenangan yang berimbang namun penuh drama. Pertemuan ke-100 menjadi momentum emosional bagi kedua belah pihak, mengingat identitas klub yang sama-sama didukung oleh konglomerat Hyundai Motors.
Statistik historis menunjukkan bahwa Jeonbuk memimpin dengan 42 kemenangan, Ulsan mengantongi 35 kemenangan, dan sisanya berakhir imbang. Kemenangan 2-0 kali ini menambah keunggulan Jeonbuk menjadi 43 kemenangan, sekaligus menutup rekor 100 pertandingan derby dengan selisih gol positif.
Jalannya Pertandingan
Sejak peluit pertama, Jeonbuk menguasai penguasaan bola sekitar 58% dan menekan Ulsan dengan alur permainan cepat melalui sayap kiri. Tekanan terus-menerus menghasilkan peluang pertama pada menit ke‑23, ketika striker utama Jeonbuk, Kim Min‑jae, hampir mencetak gol setelah menerima umpan silang dari pemain sayap kanan. Namun, kiper Ulsan, Kim Se‑joon, berhasil menangkis bola dengan refleks tajam.
Poin balik terjadi pada menit ke‑37 ketika gelandang serang Lee Jae‑suk membuka jaringan gawang melalui tendangan jarak jauh yang menaklukkan sudut atas tiang gawang. Gol ini tidak hanya memecah kebuntuan, tetapi juga mengangkat semangat tim dan suporter Jeonbuk.
Setelah jeda istirahat, Jeonbuk kembali mengontrol tempo. Pada menit ke‑66, serangan balik cepat berujung pada gol kedua. Penyerang muda Park Hyo‑jin menerima umpan pendek dari Lee Jae‑suk, menembus pertahanan Ulsan, dan mengeksekusi tembakan satu‑sentuhan ke sudut kanan gawang lawan. Gol tersebut menegaskan keunggulan 2-0 dan membuat pertandingan terasa sudah berakhir.
Performa Individu dan Taktik
- Lee Jae‑suk: Menjadi bintang lapangan dengan satu gol dan satu assist, ia menjadi penggerak utama lini tengah Jeonbuk.
- Park Hyo‑jin: Gol kedua menandai debutnya yang mengesankan di kompetisi utama, menunjukkan potensi besar untuk menjadi penyerang utama.
- Kim Se‑joon (kiper Ulsan): Meski gagal menahan gol, ia melakukan beberapa penyelamatan krusial, terutama pada menit ke‑23.
Pelatih Jeonbuk, Kim Sang‑ho, menerapkan formasi 4‑3‑3 yang menekankan penetrasi melalui sayap dan pergerakan diagonal gelandang. Sementara itu, pelatih Ulsan, Lee Young‑kyun, mengandalkan formasi 3‑5‑2, namun kesulitan menahan serangan cepat Jeonbuk di sayap.
Reaksi Suporter dan Media
Suporter Jeonbuk, yang hadir dalam jumlah besar, mengisi stadion dengan nyanyian dan bendera berwarna biru. Sorak sorai mereka menggema setelah gol Lee Jae‑suk, menciptakan atmosfer yang menggetarkan. Di sisi lain, suporter Ulsan tetap mendukung meski hasil kurang menguntungkan, menunjukkan semangat sportivitas yang tinggi.
Media olahraga domestik menilai kemenangan ini sebagai bukti konsistensi Jeonbuk dalam menghadapi rival kuat. Analisis taktik menyoroti keberhasilan Jeonbuk dalam memanfaatkan ruang kosong di sisi kiri lapangan, sementara Ulsan dianggap perlu memperbaiki transisi pertahanan‑serang.
Dampak ke Depan
Kemenangan ini meningkatkan poin Jeonbuk menjadi 38 dalam klasemen sementara, menempatkan mereka di posisi tiga teratas, selisih hanya dua poin dari pemimpin. Bagi Ulsan, kekalahan ini menurunkan mereka menjadi lima belas poin, menambah tekanan pada sisa pertandingan musim ini.
Selain itu, gol Lee Jae‑suk yang menjadi penentu kemenangan meningkatkan peluangnya untuk dipertimbangkan masuk tim nasional, mengingat performa impresifnya di kompetisi domestik.
Secara keseluruhan, derby ke‑100 ini tidak hanya menambah sejarah panjang persaingan Hyundai, tetapi juga menegaskan dominasi Jeonbuk dalam fase akhir musim. Kedepannya, kedua tim dipastikan akan terus berjuang untuk memperbaiki posisi masing‑masing, menjanjikan pertarungan yang semakin sengit di sisa kompetisi.













