Back to Bali – 27 Maret 2026 | Pelatih Tim Nasional Indonesia, John Herdman, kembali menegaskan komitmennya dalam memberi ruang bagi talenta muda untuk mengisi skuad Garuda. Dalam sesi latihan bersama Persija Jakarta pada 27 Maret 2026, Herdman menyoroti pentingnya kualitas dan kesiapan pemain, bukan sekadar faktor usia, sebagai kriteria utama seleksi. Kebijakan ini membuka peluang lebar bagi bintang muda Persija yang kini berada di ambang panggilan timnas senior.
Herdman mengungkapkan bahwa proses seleksi timnas kini dilengkapi dengan skuad bayangan yang akan berlatih intensif pada bulan Mei. Program tambahan ini ditujukan bagi pemain U‑23 serta pemain senior yang belum masuk dalam daftar 23 pemain final untuk FIFA Series 2026. “Kami ingin memastikan keseimbangan antara pemain senior, puncak karier, dan talenta muda yang sedang berkembang,” ujar pelatih asal Kanada itu dalam konferensi pers di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Strategi Herdman untuk Mengintegrasikan Pemain Muda
Menurut Herdman, empat segmen usia menjadi acuan utama dalam penyusunan skuad:
- Fase akhir karier (di atas 30 tahun) – memberikan pengalaman dan kepemimpinan.
- Pemain puncak karier (usia 25‑30 tahun) – menjadi ujung tombak dalam kompetisi penting.
- Pengembangan (usia 21‑25 tahun) – pemain yang sudah menunjukkan kualitas konsisten.
- Penembus level (usia 18‑20 tahun) – talenta yang masih dalam proses pembinaan.
Dengan pendekatan ini, Herdman menekankan bahwa usia tidak menjadi penghalang; yang penting adalah kesiapan mental dan teknis. “Jika Anda cukup bagus, maka Anda cukup matang,” tegasnya.
Keputusan tersebut datang setelah pemotongan pemain dari 41 menjadi 23 nama untuk FIFA Series 2026. Namun, Herdman tidak menutup pintu bagi pemain yang belum terpilih. Ia menjanjikan program lanjutan, termasuk latihan ekstra dan pertandingan persahabatan, untuk memberi kesempatan menunjukkan diri.
Persija: Ladang Bintang Muda yang Siap Dipanggil
Persija Jakarta, salah satu klub paling bersejarah di Indonesia, terus menghasilkan pemain muda berkualitas. Beberapa nama yang kini menjadi sorotan antara lain:
- Arif Setiawan (gelandang 19 tahun) – dikenal dengan visi bermain dan akurasi umpan.
- Daffa Pratama (penyerang 20 tahun) – mencetak gol krusial dalam Liga 1 musim ini.
- Rizky Alif (bek tengah 21 tahun) – tampil konsisten dengan statistik intersep tinggi.
Ketiga pemain tersebut telah dipanggil ke latihan timnas senior pada pekan ini, menandakan kepercayaan Herdman terhadap kualitas mereka. Penampilan mereka di Liga 1, terutama dalam pertandingan melawan rival tradisional, menambah kredibilitas argumen bahwa Persija kini menjadi sumber utama bakat muda yang siap bersaing di level internasional.
Peluang Besar di Hyundai Cup
Persiapan timnas menjelang Hyundai Cup menjadi ajang penting bagi pemain muda untuk membuktikan diri. Herdman menjanjikan bahwa skuad bayangan akan ikut serta dalam rangkaian pertandingan persahabatan internasional, memberi eksposur lebih luas bagi pemain yang belum masuk dalam 23 pemain utama.
Selain itu, Herdman menegaskan pentingnya mentalitas kompetitif. “Kami tidak hanya menilai kemampuan teknis, tapi juga kesiapan mental dalam menghadapi tekanan pertandingan besar,” tambahnya.
Dengan kebijakan ini, harapan bagi pemain muda Persija menjadi lebih realistis. Mereka tidak hanya menunggu panggilan, melainkan aktif dilibatkan dalam program pelatihan khusus yang dirancang untuk mempercepat transisi ke level senior.
Secara keseluruhan, langkah John Herdman menunjukkan perubahan paradigma dalam manajemen timnas Indonesia. Fokus pada kualitas, keseimbangan usia, serta program pengembangan berkelanjutan menandai era baru bagi sepak bola Tanah Air. Bagi bintang muda Persija, kesempatan ini bukan sekadar panggilan, melainkan peluang emas untuk menorehkan sejarah di panggung internasional.













