Back to Bali – 31 Maret 2026 | Jakarta, 30 Maret 2026 – Kementerian Pertahanan (Kemenhan) resmi menandatangani kontrak pembelian 12 unit pesawat jet multiguna Pilatus PC-24 untuk TNI Angkatan Udara (TNI‑AU). Penandatanganan dilakukan bersama PT E‑System Solutions Indonesia, kontraktor pertahanan yang ditunjuk sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam pengadaan dan dukungan operasional. Meskipun nilai kontrak tidak diungkapkan, kesepakatan ini menandai langkah strategis dalam rangka memperkuat kemampuan operasional serta fleksibilitas misi TNI‑AU di wilayah kepulauan Indonesia.
Rincian Kontrak dan Peran PT E‑System Solutions
Kontrak mencakup penyediaan 12 unit PC‑24 beserta paket layanan purna jual, termasuk pelatihan pilot, pemeliharaan, serta penyediaan suku cadang. PT E‑System Solutions Indonesia akan menjadi penanggung jawab utama dalam proses penerimaan, sertifikasi, dan integrasi pesawat ke dalam armada TNI‑AU. Menurut pernyataan resmi Pilatus, proses pengiriman diperkirakan dimulai pada kuartal kedua 2027 dengan jadwal penyelesaian seluruh 12 unit pada akhir 2028.
Keunggulan Pilatus PC‑24 bagi Indonesia
PC‑24 dikenal sebagai “Super Versatile Jet” karena menggabungkan performa jet dengan kemampuan lepas landas dan mendarat di landasan pendek, bahkan yang belum beraspal. Pesawat ini dapat dioperasikan oleh satu pilot, dilengkapi pintu kargo besar, serta mampu mengangkut kombinasi penumpang dan barang dalam satu misi. Fitur tersebut sangat relevan bagi Indonesia yang memiliki lebih dari 17.000 pulau, banyak di antaranya hanya memiliki fasilitas bandara terbatas. Kemampuan PC‑24 untuk mengakses lapangan terbang terpencil diharapkan meningkatkan efektivitas pengiriman logistik, evakuasi medis, serta operasi penghubung antar pulau.
Rencana Pengadaan Pesawat Latih PC‑21
Seiring dengan kontrak PC‑24, Indonesia juga menandatangani Letter of Intent (LoI) untuk potensi pembelian 24 unit pesawat latih turboprop Pilatus PC‑21. Paket PC‑21 mencakup sistem pelatihan berbasis darat, suku cadang, serta dukungan teknis lengkap. PC‑21 dirancang untuk menggantikan sebagian fase pelatihan jet tempur, sehingga dapat menurunkan biaya operasional sekaligus meningkatkan efisiensi pelatihan pilot. Jika terwujud, Indonesia akan menjadi pelanggan ketiga PC‑21 di kawasan Asia‑Pasifik, setelah Australia (45 unit) dan Singapura (19 unit).
Implikasi Strategis dan Ekonomi
Pengadaan PC‑24 dan rencana pembelian PC‑21 merupakan bagian integral dari program modernisasi TNI‑AU yang dicanangkan dalam Rencana Induk Pertahanan Nasional (RIPN). Dari sisi pertahanan, kehadiran jet multiguna ini memperluas spektrum misi, mulai dari transportasi cepat, pengiriman logistik, hingga dukungan operasi khusus. Dari sisi ekonomi, kontrak ini membuka peluang kerja bagi industri dalam negeri, terutama sektor perawatan pesawat, manufaktur komponen, dan pelatihan teknis. Selain itu, kehadiran Pilatus di pasar Indonesia memperkuat posisi Swedia sebagai pemasok teknologi aviasi tinggi di Asia Tenggara.
CEO Pilatus, Markus Bucher, menyatakan bahwa program ini menandai awal hubungan jangka panjang antara Pilatus dan Indonesia, dengan komitmen penuh untuk memastikan operasi armada berjalan lancar. Sementara itu, Vice President Government Aviation Pilatus, Ioannis Papachristofilou, menekankan bahwa pemilihan PC‑24 oleh TNI‑AU mencerminkan meningkatnya minat pemerintah terhadap pesawat yang dapat beroperasi di kondisi infrastruktur terbatas.
Secara keseluruhan, penandatanganan kontrak 12 unit PC‑24 serta LoI untuk 24 unit PC‑21 menegaskan tekad Indonesia untuk memperkuat kemampuan pertahanan udara sekaligus meningkatkan mobilitas logistik di wilayah kepulauan. Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesiapan operasional TNI‑AU, tetapi juga memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional dalam jangka panjang.













