Back to Bali – 29 Maret 2026 | Ramadan 2026 diprediksi akan menjadi bulan yang penuh harapan bagi umat Muslim di Indonesia, terutama karena adanya perkiraan malam Lailatul Qadar yang disampaikan oleh ulama klasik, Imam Al‑Ghazali. Menurut metode yang diuraikan dalam kitab I’anatut Thalibin, malam yang memiliki keutamaan setara seribu bulan dapat diperkirakan berdasarkan hari pertama Ramadan.
Metode Imam Al‑Ghazali dalam Menentukan Lailatul Qadar
Imam Al‑Ghazali menjelaskan bahwa penentuan malam Lailatul Qadar dapat dimulai dengan mengidentifikasi hari pertama Ramadan. Setiap hari pertama yang jatuh pada hari tertentu akan menuntun pada malam Lailatul Qadar yang berada pada urutan tertentu di sepuluh malam terakhir. Berikut adalah tabel singkat yang merangkum hubungan hari pertama Ramadan dengan malam kemungkinan Lailatul Qadar menurut Imam Al‑Ghazali:
| Hari Pertama Ramadan | Malam Lailatul Qadar (Urutan) |
|---|---|
| Senin | 27 |
| Selasa | 26 |
| Rabu | 25 |
| Kamis | 24 |
| Jumat | 23 |
| Sabtu | 22 |
| Minggu | 21 |
Penetapan Hari Pertama Ramadan 2026 di Indonesia
Sidang isbat pemerintah pada akhir tahun 2025 menetapkan bahwa 1 Ramadan 1447 H akan jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026. Dengan mengacu pada tabel di atas, hari Kamis menandakan bahwa malam Lailatul Qadar diperkirakan berada pada malam ke‑24 atau ke‑25 Ramadan, tergantung pada interpretasi lokal. Mayoritas ulama Indonesia mengadopsi urutan ke‑25, yang berarti tanggal Masehi yang bersesuaian adalah Minggu, 15 Maret 2026.
Rekomendasi Ibadah pada Sepuluh Malam Terakhir
Walaupun metode Imam Al‑Ghazali memberikan titik fokus, tradisi Nabi Muhammad SAW tetap menekankan pentingnya memperbanyak ibadah pada seluruh sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama pada malam‑malam ganjil (21, 23, 25, 27, 29). Berikut beberapa amalan yang dianjurkan:
- Shalat Tarawih dengan khusyuk.
- Menghidupkan malam dengan melakukan Qiyamul Lail (tahajjud).
- Memperbanyak doa khusus Lailatul Qadar, seperti “Allahumma innaka ‘afuwwun …”.
- Membaca Al‑Qur’an secara intensif, terutama surat Al‑Qadr.
- Memberikan sedekah kepada yang membutuhkan.
Makna Spiritualitas Lailatul Qadar
Lailatul Qadar disebutkan dalam Surah Al‑Qadr (97:1‑5) sebagai malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Keutamaan ini mencakup pengampunan dosa, rahmat yang melimpah, dan kesempatan memperoleh rezeki yang lebih baik di akhir hayat. Karena keistimewaan tersebut, umat Islam di seluruh dunia mengantisipasi malam tersebut dengan penuh harap.
Dengan memperhatikan perkiraan tanggal 15 Maret 2026, para umat Muslim di Indonesia dapat menyiapkan diri secara rohani maupun material. Namun, penting untuk diingat bahwa tanggal pasti tetap rahasia, dan keutamaan ibadah tidak terbatas pada satu malam saja. Mengikuti anjuran Nabi, memperbanyak amal pada seluruh sepuluh malam terakhir tetap menjadi strategi paling aman untuk meraih keberkahan Lailatul Qadar.
Secara keseluruhan, metode Imam Al‑Ghazali memberikan panduan yang berguna bagi masyarakat yang ingin menyiapkan diri secara terstruktur. Namun, semangat utama tetap pada intensifikasi ibadah, peningkatan kepedulian sosial, dan kebersamaan dalam menyambut malam yang dijanjikan penuh rahmat ini.













