Back to Bali – 29 Maret 2026 | Jakarta, 28 Maret 2026 – Senyum lega terukir jelas di wajah manajer Honda Team Asia usai rider muda berbakat, Veda, berhasil menembus kuarter final (Q2) dalam kejuaraan Moto3 Amerika 2026. Keberhasilan ini tidak hanya menambah poin penting bagi tim, namun juga menjadi bukti nyata ketangguhan dan konsistensi Honda dalam kompetisi kelas menengah dunia.
Sejak awal musim, Honda Team Asia telah menghadapi tantangan berat, termasuk insiden yang membuat tim harus berjuang keras mempertahankan martabat di lintasan. Namun, penampilan Veda pada sesi kualifikasi di Circuit of the Americas (COTA) menunjukkan perubahan drastis. Dengan memanfaatkan setup motor yang dioptimalkan dan strategi pitting yang matang, Veda berhasil menembus Q2, melampaui para pesaing dari tim-tim rival.
Strategi dan Persiapan Tim
Persiapan intensif dimulai dari pekan pertama sebelum balapan. Tim teknisi Honda melakukan serangkaian uji coba aerodinamika dan penyetelan suspensi yang disesuaikan dengan karakteristik lintasan COTA yang terkenal dengan kombinasi tikungan cepat dan lurus panjang. Manajer tim, yang biasanya jarang terlihat emosional, mengungkapkan rasa puasnya dengan menekankan pentingnya kolaborasi antara rider dan tim teknis.
- Penggunaan bahan bakar premium yang meningkatkan respons throttle.
- Penyesuaian gear ratio untuk memaksimalkan akselerasi di sektor lurus.
- Pengujian ban dengan tekanan optimal untuk meningkatkan traksi pada tikungan tajam.
Langkah-langkah tersebut terbukti efektif ketika Veda menempatkan diri di posisi teratas pada sesi latihan bebas, sebelum menurunkan posisi sedikit pada kualifikasi final namun tetap cukup kuat untuk melaju ke Q2.
Reaksi Manajer dan Dampak Moral Tim
Setelah pengumuman hasil kualifikasi, manajer Honda Team Asia tidak menahan senyum. “Saya sangat bangga dengan Veda. Ini bukan sekadar hasil kualifikasi; ini adalah bukti bahwa kerja keras tim selama ini membuahkan hasil,” ujar manajer dalam konferensi pers singkat. Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini memberi energi positif bagi seluruh staf, mekanik, serta rider lainnya yang masih berjuang untuk masuk ke fase berikutnya.
Keberhasilan Veda juga menjadi titik balik moral setelah insiden “berdarah‑darah” pada balapan sebelumnya, yang sempat menodai citra Honda di mata publik. Dengan menampilkan performa yang stabil dan bersih di COTA, tim berhasil mengembalikan kepercayaan penggemar dan sponsor.
Analisis Performa Veda di Q2
Selama sesi Q2, Veda menampilkan kecepatan rata‑rata 1 menit 41,238 detik, menempati posisi ke‑12 di antara 20 pembalap yang lolos. Meskipun tidak berhasil masuk ke final (Q3), posisi tersebut cukup mengesankan mengingat persaingan ketat dan kondisi cuaca yang berubah-ubah, dengan suhu mencapai 30°C dan angin kencang dari arah selatan.
Data telemetri mengindikasikan bahwa Veda berhasil mengoptimalkan pengereman pada tikungan 4 (Corkscrew) dan meningkatkan kecepatan keluar dari tikungan 7 (The Carousel). Hal ini menjadi bukti bahwa tim telah berhasil menyesuaikan motor dengan kebutuhan trek.
Prospek Ke Depan Honda Team Asia
Masuknya Veda ke Q2 membuka peluang bagi Honda Team Asia untuk meningkatkan posisi klasemen umum. Poin yang diperoleh dari penempatan Q2 dapat menjadi penentu dalam perebutan gelar juara konstruktor. Selain itu, performa Veda menjadi contoh bagi rider junior lainnya dalam tim, menandakan bahwa investasi pada talenta lokal mulai memberikan hasil yang diharapkan.
Manajer menegaskan, “Kami akan terus mengasah kemampuan Veda dan rider lain, memastikan setiap kesempatan dimanfaatkan untuk menambah poin. Fokus utama kami tetap pada konsistensi dan pengembangan motor yang lebih kompetitif di sisa musim.”
Dengan semangat baru dan dukungan penuh dari tim teknis, sponsor, serta para penggemar, Honda Team Asia kini berada di jalur yang tepat untuk mengembalikan kejayaan mereka di panggung Moto3 internasional.













