Back to Bali – 27 Maret 2026 | Jakarta – Pada Rabu, 25 Maret 2026, tubuh seorang pria berusia 28 tahun yang selama dua minggu menghilang akhirnya ditemukan terkubur tiga meter di lahan kosong kawasan Cikeas, Kabupaten Bogor. Pria itu diidentifikasi sebagai Alfin Maksalmina Windian, warga Jakarta Timur, yang terakhir diketahui hilang pada 11 Maret 2026.
Latar Belakang Kehilangan
Menurut keterangan keluarga, Alfin dilaporkan hilang setelah tidak muncul di tempat kerja dan tidak dapat dihubungi. Keluarga kemudian mengajukan laporan dugaan penipuan dan penggelapan kepada Polres Metro Jakarta Timur, menuding bahwa korban mungkin menjadi korban modus penipuan finansial.
Penemuan Jasad
Penemuan jasad dilakukan oleh tim Resmob Polda Metro Jaya pada 25 Maret. Anggota Resmob menemukan sebuah lubang berdiameter sekitar satu meter yang telah diisi tanah hingga kedalaman tiga meter. Setelah digali, terungkap tubuh Alfin tergeletak dalam posisi terbaring, menunjukkan tanda-tanda penumpukan tanah yang berat.
Jasad langsung dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk proses identifikasi lebih lanjut. Petugas forensik melakukan pemeriksaan awal, namun hingga saat penulisan laporan penyebab kematian masih belum dapat dipastikan. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Dicky Fertoffan, menegaskan bahwa penyelidikan masih dalam tahap pengumpulan bukti.
Penangkapan dan Penyidikan
Polisi mengonfirmasi bahwa satu tersangka telah diamankan terkait kasus ini. Identitas tersangka belum diungkap secara resmi, begitu pula peran spesifiknya dalam kematian Alfin. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Dicky Fertoffan, menyatakan bahwa penyelidikan kini berada di bawah Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Alfian Nurrizal, menambahkan bahwa laporan penipuan dan penggelapan yang diajukan keluarga tetap akan diproses oleh Unit Ranmor Polres Metro Jakarta. “LP penipuan dan penggelapan yang dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Timur tetap dilanjutkan dan ditangani oleh Unit Ranmor Polres Metro Jakarta,” ujar Alfian dalam konferensi pers pada 26 Maret.
Reaksi Keluarga dan Masyarakat
Keluarga Alfin menyatakan keprihatinan mendalam atas kejadian ini dan berharap proses hukum dapat berjalan transparan. “Kami tidak pernah menyangka bahwa pencarian Alfin akan berakhir dengan penemuan jasadnya di tanah, apalagi dalam kondisi seperti ini,” ujar istri Alfin, yang meminta privasi.
Kasus ini juga memicu perbincangan luas di media sosial, dengan banyak netizen menyoroti fenomena hilangnya orang secara misterius dan pentingnya kewaspadaan terhadap penipuan daring. Video yang menampilkan lokasi penemuan jasad viral di platform Instagram, menambah tekanan publik pada pihak berwenang untuk segera memberikan penjelasan.
Langkah Selanjutnya
Pihak kepolisian akan melanjutkan otopsi lengkap untuk menentukan penyebab kematian, mengidentifikasi senjata atau metode yang digunakan, serta menelusuri jejak finansial yang mungkin terkait dengan laporan penipuan. Selain itu, penyelidikan akan memperluas pencarian saksi yang mungkin mengetahui pergerakan Alfin sebelum menghilang.
Sejumlah pejabat Polda Metro Jaya, termasuk Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto, menyatakan bahwa mereka masih memerlukan waktu untuk memberikan keterangan lebih detail. Hingga kini, tidak ada pernyataan resmi mengenai motif atau latar belakang kriminal yang mengarah pada penemuan jasad.
Kasus Alfin Maksalmina Windian menambah daftar misteri kriminal yang belum terpecahkan di wilayah Jakarta dan sekitarnya pada tahun 2026. Masyarakat menantikan hasil otopsi dan perkembangan penyidikan untuk memperoleh kepastian mengenai apa yang sebenarnya menimpa Alfin selama dua minggu terakhir hidupnya.
Dengan proses hukum yang terus berjalan, diharapkan keadilan dapat ditegakkan dan keluarga korban mendapatkan kepastian serta dukungan yang diperlukan.













