Back to Bali – 29 Maret 2026 | Seorang pria berusia sekitar 45 tahun dilaporkan menghilang setelah menghilang ke perairan Sungai Opak pada sore hari Rabu, 27 Maret 2026. Menurut saksi mata, korban sempat mengucapkan selamat tinggal kepada istri sambil membawa peralatan memancing, kemudian meluncur ke arah muara sungai yang dikenal memiliki arus kuat. Hingga kini, tim SAR masih melakukan pencarian intensif di area tersebut.
Kronologi Kejadian
Pada pukul 15.30 WIB, warga sekitar melaporkan bahwa seorang pria keluar dari rumahnya di desa Jatimulyo, Bantul, dengan membawa pancing, kotak umpan, dan tas kecil. Ia mengatakan kepada istri bahwa ia akan pergi mencari ikan di muara Sungai Opak, sebuah lokasi yang populer di kalangan pemancing lokal. Setelah menyeberang jembatan kecil, korban berjalan menyusuri tepi sungai dan akhirnya melompat ke dalam air pada perkiraan pukul 16.00 WIB.
- 15.30 – Pria meninggalkan rumah dengan perlengkapan memancing.
- 16.00 – Pria masuk ke dalam Sungai Opak di titik muara.
- 16.15 – Istri melaporkan ke RT setempat bahwa suaminya belum kembali.
- 16.30 – Tim SAR dibentuk dan memulai operasi pencarian.
Saksi lain mengaku melihat arus sungai yang pada hari itu lebih deras dari biasanya akibat curah hujan semalam. Beberapa warga yang berada di tepi sungai menyatakan bahwa air tampak keruh dan mengalir cepat, menyulitkan upaya penyelamatan.
Upaya Tim SAR
Tim SAR Kabupaten Bantul segera mengerahkan dua kapal motor, dua perahu karet, serta beberapa relawan yang berpengalaman dalam penyelamatan air. Koordinator tim, Komandan Brigadir Polisi Pamong, menyatakan bahwa pencarian difokuskan pada area muara selatan sungai, tempat arus paling kuat. Tim juga memanfaatkan peralatan sonar portable untuk mendeteksi objek di dasar sungai.
Selama tiga jam pertama, pencarian belum menghasilkan temuan signifikan. Pada pukul 20.00 WIB, tim memutuskan untuk memperluas pencarian ke sepanjang 2 kilometer hulu sungai, mengingat kemungkinan korban terbawa arus ke daerah tersebut. Pada malam hari, pencarian dilakukan secara bergantian oleh tim relawan, sementara lampu sorot dan flare dipasang untuk meningkatkan visibilitas.
Reaksi Keluarga dan Masyarakat
Keluarga korban tampak cemas namun tetap bersikap tenang, mengingat pengalaman suami mereka yang sering memancing di sungai ini. Istri korban, Siti Nurhaliza, mengatakan bahwa suaminya selalu berhati-hati dan tidak pernah mengalami kecelakaan serupa sebelumnya. “Saya hanya berharap dia masih selamat, dan tim SAR dapat menemukannya secepatnya,” ujar Siti melalui telepon kepada wartawan.
Masyarakat setempat juga ikut membantu, menyediakan peralatan, lampu senter, dan makanan untuk para relawan. Beberapa warga mengusulkan agar pihak berwenang memasang papan peringatan di titik-titik rawan arus deras, guna mengurangi risiko serupa di masa depan.
Penyebab yang Diduga
Meskipun penyebab pasti belum dapat dipastikan, beberapa faktor dianggap berkontribusi pada kejadian ini. Pertama, kondisi cuaca yang mendadak berubah menjadi hujan lebat semalam meningkatkan volume air dan kecepatan arus di Sungai Opak. Kedua, kedalaman dan kedalaman tak terduga di beberapa bagian muara membuat korban sulit untuk mengontrol pergerakannya. Ketiga, kurangnya penggunaan alat keselamatan seperti pelampung atau jaket keselamatan saat memancing di perairan yang dikenal berbahaya.
Para ahli keselamatan air menekankan pentingnya selalu memakai peralatan pelindung, terutama di sungai dengan arus kuat. Mereka juga menyarankan agar pemancing memeriksa perkiraan cuaca dan kondisi sungai sebelum berangkat.
Hingga kini, pencarian masih berlangsung. Tim SAR menyatakan akan melanjutkan operasi hingga menemukan jasad atau korban selamat. Jika korban tidak ditemukan dalam 24 jam ke depan, otoritas berhak mengumumkan status tewas secara resmi.
Kasus ini menjadi pengingat akan bahaya alam yang tak terduga, terutama di daerah perkotaan yang memiliki sungai sebagai sumber mata pencaharian dan rekreasi. Diharapkan pihak terkait dapat meningkatkan upaya edukasi keselamatan air serta memperkuat fasilitas peringatan dini di area rawan.













