Persija Tertinggal di Puncak BRI Super League, Shayne Pattynama di Ambang Gagal Gandakan Gelar di Indonesia dan Thailand

Back to Bali – 08 April 2026 | Persija Jakarta kembali berada dalam bayang‑bayang persaingan ketat BRI Super League 2025/2026 setelah menempati posisi ketiga dengan..

3 minutes

Read Time

Persija Tertinggal di Puncak BRI Super League, Shayne Pattynama di Ambang Gagal Gandakan Gelar di Indonesia dan Thailand

Back to Bali – 08 April 2026 | Persija Jakarta kembali berada dalam bayang‑bayang persaingan ketat BRI Super League 2025/2026 setelah menempati posisi ketiga dengan selisih tiga poin dari pemuncak klasemen, Persib Bandung. Kekalahan tipis melawan Borneo Samarinda pada pekan ke‑12 menambah tekanan pada skuad asuhannya, terutama pada penyerang andal asal Thailand, Shayne Pattynama, yang kini menghadapi dilema besar: mengunci gelar Liga Indonesia sekaligus mengejar sukses di Thai League 1 bersama Buriram United.

Kesenjangan Persija vs Persib di Klasemen

Persib telah mengumpulkan 29 poin dari 12 laga, mencatat lima kemenangan, tiga seri, dan hanya dua kekalahan. Sementara Persija berada di 26 poin dengan catatan empat kemenangan, empat seri, serta empat kekalahan. Selisih tiga poin ini terlihat jelas pada tabel sementara, di mana selisih gol positif Persib (+12) juga lebih unggul dibandingkan Persija (+8). Persib memanfaatkan keunggulan lini tengah yang solid serta serangan cepat dari penyerang muda, sementara Persija masih bergulat dengan konsistensi pertahanan.

Tekanan pada Shayne Pattynama

Shayne Pattynama, pemain asal Thailand yang bergabung dengan Persija pada musim lalu, mencetak delapan gol dalam 15 penampilan. Penampilannya yang produktif menjadi harapan utama bagi manajer Persija untuk menutup jarak dengan Persib. Namun, Pattynama juga terikat kontrak dengan klub Thailand, Buriram United, yang menuntutnya kembali untuk menyelesaikan fase akhir kompetisi domestik mereka. Jika Pattynama gagal menyeimbangkan keduanya, peluangnya untuk mengamankan dua gelar sekaligus akan menghilang.

Selain beban fisik, ada tekanan mental. Pattynama pernah menyatakan dalam wawancara internal bahwa ia ingin menjadi “jembatan” antara dua liga, namun ia menyadari bahwa jadwal yang berdekatan meningkatkan risiko kelelahan dan cedera. Pelatih Persija, yang tidak disebutkan namanya dalam laporan resmi, menekankan pentingnya rotasi pemain untuk menjaga kebugaran Pattynama menjelang laga penentu melawan Persib pada pekan ke‑13.

Strategi Pelatih Mengatasi Krisis

Manajer Persija mengadopsi pendekatan taktis yang lebih fleksibel. Beberapa perubahan yang diimplementasikan antara lain:

  • Penggunaan formasi 4‑3‑3 pada pertandingan melawan tim-tim defensif, dengan Pattynama berposisi sebagai penyerang utama.
  • Penerapan formasi 3‑5‑2 saat melawan tim yang menekan tinggi, memberi ruang bagi wing-back untuk menyerang sambil menutup celah di lini pertahanan.
  • Rotasi gelandang tengah untuk mengurangi beban kerja Pattynama, memanfaatkan pemain muda seperti Dimas Drajad dan Riko Simanjuntak.

Pelatih juga menyiapkan skema serangan balik cepat, memanfaatkan kecepatan Pattynama di sayap kanan serta kemampuan crossing dari bek kiri. Taktik ini diharapkan dapat memecah pertahanan Persib yang cenderung menekan tinggi.

Jadwal Penting Mendatang

Berikut adalah beberapa laga krusial yang akan menentukan nasib Persija di klasemen serta kesempatan Pattynama mengamankan dua gelar:

  1. Pekan ke‑13: Persija vs Persib (Kandang). Kemenangan dapat menutup jarak poin menjadi satu.
  2. Pekan ke‑14: Persija vs Borneo Samarinda (Laga tandang). Pertahanan harus tetap solid untuk menghindari kebobolan.
  3. Pekan ke‑15: Persija vs PSM Makassar (Kandang). Kesempatan meningkatkan selisih gol positif.
  4. Pekan ke‑16: Persija vs Buriram United (Thai League 1, laga persahabatan). Pertandingan ini menjadi ujian kebugaran Pattynama menjelang akhir musim di Thailand.

Jika Persija mampu memanfaatkan keunggulan di kandang serta meminimalisir cedera, peluang untuk mengurangi jarak dengan Persib semakin besar. Namun, kegagalan dalam mengatur jam pertandingan Pattynama dapat berujung pada kegagalan total meraih dua trofi sekaligus.

Secara keseluruhan, persaingan di BRI Super League kini semakin tajam, dengan Persija berada di titik kritis. Keberhasilan atau kegagalan Pattynama tidak hanya memengaruhi hasil liga domestik, tetapi juga mencerminkan ambisi klub Indonesia untuk bersaing di kancah internasional. Kedepannya, keputusan taktis, manajemen kebugaran, dan dukungan suporter akan menjadi faktor penentu apakah Persija dapat menutup kesenjangan dengan Persib atau terus terpuruk di belakang.

About the Author

Kanya Virtudes Virtudes Avatar