Back to Bali – 28 Maret 2026 | Jakarta, 27 Maret 2026 – Pada pagi hari Jumat, unit kedua pesawat angkut militer Airbus A400M dengan kode registrasi A-4002 berhasil menapak landas di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Kedatangan ini menandai selesainya proses pengiriman dua buah A400M yang dipesan oleh Kementerian Pertahanan Indonesia sejak akhir 2024.
Rute dan Proses Pengiriman
Pesawat berlabel penerbangan RAJA402 berangkat dari Bandara Seville, Spanyol, dan menempuh rute lintas Amerika dengan beberapa kali transit sebelum mengakhiri perjalanannya di Tarakan, Kalimantan Utara. Dari sana, pesawat melanjutkan penerbangan singkat ke Lanud Halim, yang tercatat oleh aplikasi pelacakan penerbangan FlightRadar24. Airbus Defence mengonfirmasi keberhasilan pengiriman pada 28 Maret 2026 melalui akun media sosial resminya.
Fitur Teknis yang Membuat A400M Unggul
Airbus Defence menegaskan bahwa A400M dirancang untuk mengoperasikan misi di landasan yang pendek, lunak, bahkan tidak beraspal. Dibandingkan dengan pesawat angkut C‑130J Hercules, yang memerlukan landasan setidaknya 1.300 meter untuk mendarat, A400M hanya membutuhkan sekitar 1.000 meter. Kemampuan ini memberikan keunggulan strategis bagi negara kepulauan seperti Indonesia, yang memiliki banyak wilayah terpencil dengan infrastruktur bandara terbatas.
Selain itu, Airbus menyoroti potensi integrasi sistem pemadam kebakaran roll‑on/roll‑off yang dapat menurunkan hingga 20.000 liter air atau bahan pemadam dalam satu lintasan. Fitur ini diharapkan menjadi aset penting dalam upaya memadamkan kebakaran hutan yang kerap melanda daerah sulit dijangkau.
Pernyataan Pejabat Militer dan Airbus
- Marsekal Pertama I Nyoman Suadnyana, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara, mengonfirmasi kedatangan pesawat kedua namun menyatakan belum ada jadwal resmi penyerahan atau seremoni. “Betul sudah tiba, tetapi informasi yang saya peroleh sementara ini belum ada acara seremoni penyerahan pesawat,” ujar Nyoman melalui pesan singkat.
- Gerd Weber, Kepala Program A400M di Airbus Defence and Space, menekankan keunggulan pesawat dalam operasi tanpa marka landasan. Ia menambahkan bahwa A400M telah terbukti dalam misi kemanusiaan, seperti membantu distribusi bantuan setelah gempa Palu 2018 oleh militer Prancis.
Sejarah Kedatangan Unit Pertama
Unit pertama A400M mendarat di Lanud Halim pada 3 November 2025. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara pribadi menerima pesawat tersebut, menandai komitmen pemerintah dalam memperkuat kemampuan logistik militer. Kedua unit A400M ini merupakan hasil pemesanan yang diajukan saat Prabowo menjabat sebagai Menteri Pertahanan, dengan tujuan meningkatkan daya angkut strategis TNI AU.
Implikasi Strategis Bagi TNI AU
Dengan adanya kedua unit A400M, TNI AU memperoleh platform yang dapat mengangkut muatan berat, termasuk kendaraan tempur, persediaan logistik, serta peralatan pemadam kebakaran. Kemampuan lepas landas dan mendarat di landasan pendek membuka peluang untuk operasi di wilayah kepulauan, pulau-pulau kecil, serta daerah yang infrastruktur bandara nya rusak akibat bencana alam.
Pengujian integrasi sistem pemadam kebakaran sedang dalam tahap awal, namun diperkirakan akan memperkuat respons cepat TNI AU dalam mengatasi kebakaran hutan yang meluas di Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi. Selain peran militer, A400M dapat dioptimalkan untuk misi kemanusiaan, evakuasi, serta distribusi bantuan ke daerah yang terisolasi.
Secara keseluruhan, keberhasilan pengiriman unit kedua Airbus A400M meneguhkan langkah Indonesia dalam modernisasi angkatan udara. Diharapkan kedua pesawat tersebut dapat segera beroperasi secara penuh, memberikan kontribusi signifikan pada kemampuan pertahanan dan penanggulangan bencana nasional.













