Back to Bali – 07 April 2026 | PT Putra Mandiri Jembar Tbk (PMJS) mencatatkan pencapaian penting dengan menandatangani kontrak pengadaan kendaraan niaga senilai Rp10,835,6 triliun bersama PT Agrinas Pangan Nusantara (APN). Kontrak ini mencakup penyediaan 20.600 unit truk enam roda yang akan didistribusikan kepada Koperasi Desa Merah Putih, sebuah inisiatif yang diharapkan memperkuat jaringan logistik pertanian nasional.
Detail Kontrak dan Mekanisme Pelaksanaan
Perjanjian resmi menjadi efektif pada Senin, 6 April 2026, setelah semua prasyarat terpenuhi, termasuk penerbitan bank garansi serta pembayaran uang muka sebesar Rp2,8404 triliun dari pihak APN. Penyerahan truk akan dilaksanakan melalui entitas anak PMJS, PT Dipo Internasional Pahala Otomotif (DIPO), yang ditunjuk sebagai dealer resmi oleh PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), distributor resmi Mitsubishi Fuso di Indonesia.
Direktur Utama PMJS, Ie Putra, menjelaskan bahwa kontrak ini merupakan bagian dari rangkaian perjanjian turunan yang terhubung dengan kontrak induk antara KTB dan DIPO. “DIPO akan menyediakan unit kendaraan sesuai spesifikasi yang disepakati serta memberikan layanan purna jual lengkap untuk mendukung operasional APN,” ujarnya dalam pernyataan resmi.
Profil DIPO Group dan Sinergi Bisnis
DIPO Group, yang berdiri sejak era 1960-an, telah berkembang menjadi dealer resmi untuk merek Mitsubishi dan Mercedes‑Benz, serta memperluas portofolio ke merek Nissan dan Datsun melalui PT Dipo Pahala Otomotif. Jaringan DIPO mencakup 65 showroom Mitsubishi, satu showroom Mercedes‑Benz, dan satu showroom Nissan‑Datsun yang tersebar di 49 kota dan 14 provinsi, meliputi wilayah Sumatera, Jakarta, Jawa, dan Kalimantan.
Sejak 2003, PMJS berperan sebagai perusahaan induk yang menampung berbagai entitas usaha otomotif. Ekspansi bisnis berlanjut dengan pendirian PT Global Pahala Rental (2012), akuisisi platform e‑commerce Mobilku.com, serta kolaborasi dengan Mitsubishi Corporation melalui PT Suku Cadang Oto Sejahtera untuk perdagangan suku cadang.
Reaksi Pasar dan Implikasi Keuangan
Pengumuman kontrak ini langsung memicu lonjakan harga saham PMJS. Pada pukul 10.39 WIB, saham PMJS mencatat kenaikan 18 poin atau 16,07 persen, menembus level Rp130 per lembar. Kapitalisasi pasar perusahaan melesat menjadi sekitar Rp1,79 triliun, mencerminkan ekspektasi investor terhadap dampak positif kontrak terhadap pendapatan dan profitabilitas PMJS.
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menegaskan pentingnya proyek ini dalam memperkuat distribusi pangan nasional. “Pengadaan truk secara masif akan meningkatkan efisiensi rantai pasok, terutama bagi koperasi desa yang menjadi ujung tombak penyediaan bahan pangan ke konsumen akhir,” kata Mota saat berbicara di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta.
Manfaat Strategis Bagi Koperasi Desa Merah Putih
- Penambahan armada truk modern meningkatkan kapasitas angkut hasil pertanian.
- Penggunaan truk Fuso yang dirakit di PT Krama Yudha Ratu Motor (KRM) memastikan ketersediaan suku cadang dan layanan purna jual yang cepat.
- Skema pembiayaan melalui APN memberikan kemudahan bagi koperasi dalam memperoleh kendaraan tanpa beban modal awal yang besar.
Dengan dukungan infrastruktur logistik yang lebih kuat, koperasi diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar, menurunkan biaya distribusi, dan meningkatkan pendapatan petani lokal.
Secara keseluruhan, kontrak senilai lebih dari Rp10 triliun ini tidak hanya menambah volume penjualan DIPO Group, tetapi juga memperkuat posisi PMJS sebagai pemain utama dalam sektor otomotif niaga Indonesia. Dampak positif pada pendapatan, saham, serta kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional menjadi faktor utama yang menyoroti signifikansi kesepakatan ini.
Dengan implementasi yang tepat, proyek 20.600 truk ini dapat menjadi model kolaborasi antara perusahaan swasta, badan usaha milik negara, dan koperasi desa dalam rangka meningkatkan efektivitas rantai pasok pangan di seluruh Indonesia.













