Prabowo Dorong Proyek Jet Tempur KF-21 ke Tingkat Baru: Tim Teknis Siap Kirim ke Korea

Back to Bali – 02 April 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghabiskan hari Rabu (1 April 2026) di Istana Kepresidenan Korea Selatan, atau..

3 minutes

Read Time

Prabowo Dorong Proyek Jet Tempur KF-21 ke Tingkat Baru: Tim Teknis Siap Kirim ke Korea

Back to Bali – 02 April 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghabiskan hari Rabu (1 April 2026) di Istana Kepresidenan Korea Selatan, atau Blue House, untuk membahas kelanjutan proyek pesawat tempur KF-21/IFX bersama Presiden Lee Jae‑Myung. Pertemuan bilateral ini menandai langkah penting dalam memperkuat kerja sama strategis kedua negara di bidang pertahanan, khususnya dalam pengembangan jet generasi 4,5 yang menjadi simbol kolaborasi industri militer antara Korea dan Indonesia.

Dalam diskusi yang dipimpin oleh Prabowo, fokus utama adalah pengiriman tim teknis dan engineer Indonesia ke Korea Selatan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa tim tersebut akan mengangkat isu‑isu teknis, mekanisme pembayaran, serta standar hak kekayaan intelektual yang telah menjadi bagian dari perjanjian sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan dilanjutkan oleh Presiden Joko Widodo. “Presiden Prabowo akan segera mengirim tim, baik yang bersifat teknis maupun engineering, untuk memastikan bahwa semua aspek proyek berjalan sesuai rencana,” ujar Hartarto dalam konferensi pers di Seoul.

Detail Teknis KF-21 yang Diperbincangkan

KF-21 Boramae, atau “Falcon”, merupakan jet tempur multiperan yang dilengkapi radar AESA, sensor IRST, dan kemampuan stealth pada varian masa depan. Proyek ini dibiayai bersama oleh Korea Aerospace Industries (KAI) dan PT Dirgantara Indonesia, dengan target produksi massal dalam dekade berikutnya. Pada pertemuan, kedua belah pihak meninjau progres produksi rangka, sistem avionik, serta rencana integrasi senjata yang direncanakan akan selesai pada akhir 2027.

  • Radar AESA generasi terbaru siap diuji di zona uji Korea.
  • Sensor IRST dioptimalkan untuk deteksi jarak jauh dalam kondisi cuaca ekstrem.
  • Versi stealth direncanakan akan diluncurkan pada varian KF‑21B, dengan bahan komposit ringan.

Prabowo menekankan bahwa keberlanjutan proyek tidak hanya penting bagi pertahanan nasional, tetapi juga bagi industri dalam negeri. “KF‑21 adalah proyek jangka panjang yang menciptakan ribuan lapangan kerja, transfer teknologi, dan meningkatkan kemandirian pertahanan Indonesia,” ujarnya.

Isu Tambahan: Halal, Energi, dan Hak Kekayaan Intelektual

Selain pembahasan jet tempur, pertemuan juga menyentuh dua agenda strategis lainnya. Pertama, lima lembaga Korea menandatangani Mutual Recognition Agreement (MRA) dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Indonesia, yang membuka jalur ekspor makanan dan minuman halal Korea ke pasar Indonesia. Kedua, Presiden Lee mengajukan permintaan pasokan LNG dan batu bara Indonesia sebagai alternatif energi, mengingat Korea bergantung 70 % pada sumber energi Timur Tengah.

Isu hak kekayaan intelektual (IPR) juga menjadi topik hangat. Kedua negara sepakat untuk memperkuat mekanisme perlindungan IPR, memastikan bahwa teknologi yang dikembangkan bersama tidak disalahgunakan dan manfaatnya dibagi secara adil.

Langkah Selanjutnya

Tim teknis Indonesia dijadwalkan tiba di Seoul pada awal Mei 2026. Agenda kunjungan meliputi inspeksi pabrik KAI, diskusi detail spesifikasi avionik, serta penyusunan draft perjanjian pembayaran berbasis kerja sama jangka panjang. Selain itu, pertemuan lanjutan dijadwalkan pada akhir tahun 2026 untuk meninjau kemajuan produksi batch pertama KF‑21 yang direncanakan akan masuk ke layanan angkatan udara Indonesia pada 2029.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah Korea Selatan dan komitmen kuat dari Presiden Prabowo, proyek KF‑21 diproyeksikan akan menjadi landasan bagi modernisasi alutsista Indonesia serta memperdalam hubungan strategis dua negara di kawasan Indo‑Pasifik.

About the Author

Marshauwn Marshauwn Agatho Avatar