Pramono Anung Tekankan Tanpa Ego: Proyek Ahok hingga Anies Kini Diteruskan

Back to Bali – 02 April 2026 | Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan komitmen untuk melanjutkan serangkaian proyek strategis yang dimulai oleh pendahulunya, mulai..

2 minutes

Read Time

Pramono Anung Tekankan Tanpa Ego: Proyek Ahok hingga Anies Kini Diteruskan

Back to Bali – 02 April 2026 | Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan komitmen untuk melanjutkan serangkaian proyek strategis yang dimulai oleh pendahulunya, mulai dari era Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) hingga Anies Baswedan. Dalam sambutan yang disampaikan di Balai Kota Jakarta Pusat pada Rabu (1/4/2026), ia menolak segala bentuk ego politik dan menekankan pentingnya kesinambungan dalam pembangunan kota.

Kontinuitas Tanpa Ego

“Salah satu problem kita semua adalah ego pemimpin yang kadang‑kadang kebesaran. Jadi pemimpin gak mau melanjutkan hal yang baik dari pemimpin sebelumnya. Kalau saya gak ada ego sama sekali,” ujar Pramono di depan wartawan. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa agenda pembangunan tidak akan terhenti karena pergantian kepemimpinan, melainkan menjadi agenda bersama yang harus diselesaikan demi kepentingan publik.

Proyek Rumah Sakit Sumber Waras

Proyek kesehatan yang sempat terhenti pada masa Ahok kini kembali mendapat sorotan. Rumah Sakit Sumber Waras, dengan nilai investasi lebih dari Rp3 triliun, dijadwalkan akan memulai proses groundbreaking pada akhir 2026. Fasilitas ini direncanakan menjadi rumah sakit berstandar internasional yang dikelola Pemerintah DKI, sekaligus memperkuat jaringan layanan kesehatan bagi warga Jakarta.

Jakarta International Stadium (JIS) dan Aksesibilitas

Stadion megah yang dibangun pada masa kepemimpinan Anies Baswedan kini menjadi fokus perbaikan aksesibilitas. Pramono mengungkapkan rencana pembangunan stasiun kereta ringan (KRL) tepat di bawah arena, yang akan menghubungkan JIS dengan jaringan transportasi umum kota. Selain itu, kawasan Ancol akan dijadikan zona parkir alternatif, berjarak sekitar 350 meter dari stadion, untuk mengurangi kemacetan dan meningkatkan kenyamanan penonton pada acara olahraga atau konser.

Pembersihan Monorel Rasuna Said dan Transformasi Ruang Publik

Selain proyek baru, pemerintah provinsi juga melakukan pembersihan 109 tiang monorel yang terbengkalai di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan. Pembersihan ini dijadwalkan selesai pada bulan Juni 2026, bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke‑499 Jakarta. Selanjutnya, area yang disebut “Promono” akan diubah menjadi ruang publik terbuka dengan jalur sepeda dan pejalan kaki, memberikan alternatif rute rekreasi bagi warga selain kawasan Sudirman‑Thamrin.

Strategi Pembangunan Berkelanjutan

Pramono menekankan bahwa semua inisiatif tersebut merupakan bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan yang mengedepankan:

  • Sinergi antar‑instansi pemerintah daerah dan pusat.
  • Peningkatan kualitas layanan publik, khususnya di sektor kesehatan dan transportasi.
  • Pemanfaatan kembali infrastruktur lama untuk menciptakan ruang hijau dan publik.
  • Pengurangan kemacetan melalui integrasi transportasi massal.

Ia menambahkan, “Kita tidak hanya membangun gedung atau fasilitas, tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat bahwa pemerintah berorientasi pada kepentingan bersama, bukan kepentingan pribadi.”

Dengan langkah‑langkah tersebut, DKI Jakarta berharap dapat menyelesaikan proyek‑proyek strategis tepat waktu, sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga. Keberhasilan implementasi program ini akan menjadi tolok ukur bagi pemerintahan selanjutnya, menegaskan bahwa kontinuitas kebijakan lebih penting daripada perubahan yang dipicu ego politik.

About the Author

Bassey Bron Avatar