Back to Bali – 07 April 2026 | JAKARTA, 6 April 2026 – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan langkah tegasnya dalam menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan mutu Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengumumkan bahwa dari total 1.030 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sebanyak 760 unit masih berada dalam proses perbaikan dan evaluasi, sementara ratusan di antaranya berada dalam status penghentian sementara (suspend) karena belum memenuhi persyaratan teknis dan operasional yang ditetapkan.
Standar Baru yang Ditetapkan
Presiden Prabowo menekankan bahwa setiap SPPG yang belum memenuhi standar kualitas harus menghentikan operasionalnya hingga perbaikan selesai. Menurut Dadan, standar baru mencakup beberapa aspek kritis:
- Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS) wajib dimiliki sebelum layanan dapat beroperasi.
- Keberadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) menjadi prasyarat utama untuk menjamin kebersihan lingkungan.
- Porsi makanan harus sesuai dengan standar gizi yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.
- Pengawasan ketat terhadap prosedur penyimpanan, pengolahan, dan distribusi makanan.
Jika salah satu dari poin tersebut tidak terpenuhi, BGN berhak menangguhkan SPPG hingga semua kekurangan diperbaiki.
Ratusan SPPG Masih Dalam Status Suspend
Data terbaru menunjukkan bahwa 270 SPPG berada dalam status suspend. Penyebab utama meliputi belumnya sertifikasi SLHS, ketidaksesuaian porsi makanan, serta kurangnya fasilitas pengolahan limbah. Dadan menambahkan, “Penghentian sementara ini bukan hukuman, melainkan upaya preventif untuk memastikan setiap anak dan keluarga yang menerima layanan MBG mendapatkan manfaat optimal dan aman dari kontaminasi.
Selama proses evaluasi, BGN memberikan panduan teknis dan bantuan lapangan kepada tim manajemen SPPG. Tim audit bergerak ke wilayah-wilayah yang paling membutuhkan perbaikan, termasuk daerah pedesaan yang sebelumnya belum terjangkau standar nasional.
Kontroversi Penyajian Menu Ramadan
Penilaian BGN juga menyoroti penyajian menu selama Ramadan yang dinilai terlalu minimalis. Masyarakat mengeluh bahwa porsi dan variasi makanan tidak memadai, sehingga menimbulkan persepsi negatif terhadap program. Dadan menegaskan bahwa evaluasi menu Ramadan menjadi prioritas, dengan rencana revisi menu yang lebih beragam dan sesuai kebutuhan gizi harian.
Video Sepeda Motor Berlogo BGN Viral
Tak lama setelah pengumuman pengetatan standar, sebuah video sepeda motor berlogo BGN menjadi viral di media sosial. Video tersebut menampilkan motor berwarna biru dengan stiker BGN melaju di jalanan kota, disertai narasi singkat bahwa motor tersebut “untuk mendukung operasional kepala SPPG”. Dadan menanggapi viralitas tersebut dengan menyatakan, “Motor ini merupakan bagian dari upaya logistik kami, memudahkan kepala SPPG dalam mengunjungi lokasi-lokasi terpencil untuk pemantauan langsung.” Ia menambahkan bahwa kendaraan tersebut dilengkapi dengan perlengkapan dasar untuk pengambilan sampel air dan inspeksi kebersihan.
Viralitas video menambah sorotan publik terhadap upaya BGN, sekaligus memperlihatkan sisi manusiawi dari program yang sering dipandang sekadar administratif. Masyarakat pun menantikan hasil perbaikan dan harapan bahwa standar baru akan meningkatkan kualitas layanan di lapangan.
Langkah Kedepan
BGN berkomitmen untuk menyelesaikan proses perbaikan pada semua SPPG yang masih suspend dalam waktu enam bulan ke depan. Tim teknis akan mengadakan pelatihan intensif bagi staf SPPG, serta menyediakan bantuan peralatan seperti instalasi pengolahan limbah portable dan kit higienis.
Selain itu, BGN berencana meluncurkan portal daring yang menampilkan status terkini tiap SPPG, termasuk sertifikasi yang telah diperoleh dan jadwal inspeksi berikutnya. Transparansi ini diharapkan meningkatkan kepercayaan publik serta memudahkan koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, dan lembaga swadaya masyarakat.
Dengan langkah pengetatan standar dan upaya peningkatan infrastruktur, diharapkan Program Makan Bergizi Gratis dapat kembali menjadi contoh sukses kebijakan publik yang tidak hanya luas jangkauannya, tetapi juga unggul dalam kualitas layanan.













