Rekomendasi IDAI tentang Perlindungan Kulit Bayi dari Sinar Matahari

Back to Bali – 06 Juni 2026 | Jakarta, Menjemur bayi baru lahir sepertinya sudah tidak asing lagi untuk orang tua yang baru melahirkan. Di Indonesia, kegiatan ini dipercaya dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin D si kecil. Biasanya bayi dijemur di pagi hari, sekitar pukul 07.00–09.00, dengan harapan mendapat manfaat sinar matahari yang cukup. Tapi…

2 minutes

Read Time

Rekomendasi IDAI tentang Perlindungan Kulit Bayi dari Sinar Matahari

Back to Bali – 06 Juni 2026 | Jakarta, Menjemur bayi baru lahir sepertinya sudah tidak asing lagi untuk orang tua yang baru melahirkan. Di Indonesia, kegiatan ini dipercaya dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin D si kecil. Biasanya bayi dijemur di pagi hari, sekitar pukul 07.00–09.00, dengan harapan mendapat manfaat sinar matahari yang cukup.

Tapi di sisi lain, menjemur bayi artinya kulit bayi terpapar langsung oleh sinar matahari. Padahal, kulit bayi baru lahir masih sangat tipis dan sensitif. Lalu, bagaimana sebenarnya perlindungan kulit bayi yang tepat menurut medis?

Kulit bayi berbeda dengan kulit orang dewasa. Lapisan pelindungnya (skin barrier) masih berkembang sehingga lebih rentan terhadap: Kemerahan, kulit kering, iritasi ringan, dan sensitivitas terhadap paparan sinar UV. Paparan sinar matahari memang membantu pembentukan vitamin D, tetapi sinar UV tetap bisa memberikan dampak pada kulit jika berlebihan.

Berdasarkan rekomendasi IDAI, seorang bayi perlu terpapar radiasi ultraviolet B (UVB) tingkat rendah untuk dapat memproduksi vitamin D. Oleh sebab itu, paparan sinar matahari pada bayi masih menjadi pilihan dengan beberapa rekomendasi perlindungan seperti menggunakan pakaian dan tabir Surya (sunscreen).

Untuk bayi di bawah 6 bulan, IDAI menyarankan perlindungan utama berupa menghindari paparan langsung sinar matahari, menggunakan pakaian tertutup, dan berteduh.

Ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk melindungi kulit bayi dari sinar matahari:

  • Pilih Waktu Beraktivitas yang Tepat
  • Gunakan Pelindung Fisik
  • Gunakan Sunscreen untuk Bayi (Usia 6 Bulan ke Atas)
  • Aplikasikan dengan Cara yang Benar

Perlindungan ini bukan berarti melarang anak bermain di luar, tetapi membantu kulitnya tetap sehat saat beraktivitas.

Loluna Baby Sunscreen adalah salah satu pilihan perlindungan kulit bayi yang aman dan efektif. Sunscreen ini mengandung Titanium Dioxide, salah satu bahan physical sunscreen yang direkomendasikan IDAI, bekerja dengan memantulkan sinar UVA dan UVB dari permukaan kulit. Dengan SPF 50 PA++++, sunscreen ini memberikan perlindungan menyeluruh terhadap paparan sinar matahari.

Keunggulan lainnya adalah memiliki 5X Ceramide untuk membantu menjaga skin barrier bayi, bersertifikat hypoallergenic dan telah diuji dermatologis, bebas dari SLS, paraben, dan alkohol, bersertifikat halal dan terdaftar BPOM, tekstur cepat menyerap, tidak lengket, dan tidak terasa sumuk.

Menjemur bayi memang sudah menjadi kebiasaan banyak orang tua di Indonesia. Namun, seiring bertambahnya usia dan aktivitas si kecil, perlindungan kulit bayi dari sinar matahari perlu dilakukan dengan lebih terencana. Dengan langkah sederhana memilih waktu yang tepat, menggunakan pelindung fisik, dan sunscreen yang sesuai kulit bayi tetap bisa terlindungi saat ia mulai mengeksplorasi dunia di sekitarnya.

About the Author

Marshauwn Marshauwn Agatho Avatar