Back to Bali – 06 April 2026 | PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mengumumkan bahwa varian diesel dari Kijang Innova akan dihentikan produksi pada tahun 2027. Keputusan ini menjadi sorotan utama karena Kijang Innova telah menjadi salah satu model terlaris di pasar MPV domestik sejak diluncurkan pada 2004.
Latar Belakang Penghentian Produksi Diesel
Penghentian produksi didorong oleh perubahan regulasi emisi, peningkatan permintaan konsumen terhadap varian hybrid, serta strategi global Toyota untuk mempercepat transisi ke kendaraan rendah emisi. Selain itu, tekanan biaya produksi dan kebutuhan untuk mengoptimalkan lini produksi turut memengaruhi keputusan tersebut.
Data Produksi Toyota Global Februari 2026
Menurut data internal Toyota, produksi global pada Februari 2026 mencatat 868.368 unit, naik tipis dibanding Januari 2026 yang hanya mencapai 848.020 unit. Meskipun terjadi kenaikan bulanan, total produksi tahunan hingga Februari 2026 masih turun 3,2 % dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Rincian produksi per wilayah menunjukkan bahwa Jepang menghasilkan 258.447 unit, naik dari 325.622 unit pada bulan sebelumnya (catatan: angka tampak tidak konsisten pada sumber, namun tren tetap naik). Produksi di luar Jepang menurun menjadi 508.921 unit dari 522.398 unit pada Januari.
| Wilayah | Februari 2026 | Januari 2026 |
|---|---|---|
| Jepang | 258.447 | 225.000 |
| Negara lain | 508.921 | 522.398 |
Produksi di Indonesia dan Permintaan Kijang Innova
Di Indonesia, produksi pada Februari 2026 mencapai 24.743 unit, naik dari 22.921 unit pada Januari. Toyota menilai lonjakan ini dipicu oleh tingginya permintaan Kijang Innova dan Calya, dua model yang masih diproduksi dengan mesin bensin dan hybrid.
- Kijang Innova diesel kini akan menjadi satu-satunya varian yang dihentikan.
- Model bensin dan hybrid tetap dipertahankan untuk memenuhi kebutuhan pasar.
- Produsen berencana mengalokasikan kapasitas produksi yang terdampak ke varian hybrid yang semakin diminati.
Implikasi bagi Konsumen dan Dealer
Konsumen yang masih mengincar Kijang Innova diesel diharapkan mempercepat keputusan pembelian sebelum akhir tahun 2026, saat stok terakhir diperkirakan habis. Dealer akan menerima panduan baru untuk mengalihkan fokus penjualan ke varian hybrid, yang menawarkan efisiensi bahan bakar lebih baik dan memenuhi standar emisi yang lebih ketat.
Strategi Toyota Menjawab Tantangan Emisi
Penghentian varian diesel merupakan bagian dari program Toyota “Environmental Vision 2050”, yang menargetkan 100 % penjualan kendaraan listrik atau hybrid di pasar utama pada tahun 2030. Di Indonesia, Toyota telah meluncurkan varian hybrid pada model Calya dan Innova sejak 2023, dan kini berupaya memperluas penawaran tersebut.
Langkah ini sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia yang mengintensifkan standar emisi Euro 5 dan menyiapkan regulasi Euro 6 pada akhir 2026. Produsen otomotif lain juga mulai menurunkan produksi mesin diesel, menandakan pergeseran industri ke arah kendaraan lebih bersih.
Secara keseluruhan, penghentian produksi Kijang Innova diesel mencerminkan dinamika pasar yang dipengaruhi oleh regulasi, preferensi konsumen, dan strategi korporasi global. Meskipun menutup satu segmen, Toyota tetap menjaga posisi kuatnya di segmen MPV Indonesia melalui varian bensin dan hybrid yang terus dikembangkan.













