Back to Bali – 06 April 2026 | Toyota resmi mengumumkan bahwa varian diesel dari Kijang Innova akan dihentikan produksinya pada akhir tahun 2026. Keputusan ini menandai berakhirnya era mesin diesel pada salah satu model MPV terpopuler di Indonesia, yang selama bertahun‑tahun menjadi pilihan utama keluarga menengah ke atas.
Alasan Penghentian Produksi
- Penurunan permintaan pasar terhadap kendaraan diesel akibat regulasi emisi yang semakin ketat.
- Peralihan konsumen ke kendaraan berbasis hybrid atau bensin yang menawarkan efisiensi bahan bakar lebih baik.
- Strategi Toyota untuk mengefisienkan lini produksi dan memusatkan sumber daya pada model yang memiliki pertumbuhan penjualan lebih tinggi.
Dampak pada Industri Otomotif Indonesia
Penghentian produksi Kijang Innova diesel diperkirakan akan mempengaruhi jaringan dealer, suplier suku cadang, serta pasar bekas. Namun, Toyota menyatakan bahwa penjualan varian bensin dan hybrid dari Innova serta model Calya akan terus didukung dengan kapasitas produksi yang lebih besar. Produsen lokal lainnya diprediksi akan mencoba mengisi kekosongan segmen diesel dengan menawarkan varian serupa yang masih memenuhi standar emisi.
Konteks Produksi Global Toyota pada Februari 2026
Data produksi Toyota secara global pada Februari 2026 menunjukkan peningkatan tipis dibandingkan bulan sebelumnya, meski angka tahunan masih berada di bawah target. Total produksi global mencapai 868.368 unit, naik dari 848.020 unit pada Januari 2026. Produksi di Jepang tercatat 258.447 unit, sementara produksi di luar Jepang sebesar 508.921 unit. Di Indonesia, pabrik Toyota menghasilkan 24.743 unit, meningkat dari 22.921 unit pada Januari.
| Wilayah | Produksi Februari 2026 | Produksi Januari 2026 |
|---|---|---|
| Global | 868.368 unit | 848.020 unit |
| Jepang | 258.447 unit | 325.622 unit |
| Non‑Jepang | 508.921 unit | 522.398 unit |
| Indonesia | 24.743 unit | 22.921 unit |
Strategi Toyota Menghadapi Perubahan Permintaan
Untuk mengimbangi penghentian varian diesel, Toyota akan meningkatkan produksi varian hybrid pada lini Innova dan memperluas penawaran kendaraan listrik di pasar domestik. Perusahaan juga menyiapkan program pelatihan bagi teknisi dealer guna memastikan layanan purna jual yang optimal untuk model baru.
Secara keseluruhan, keputusan menghentikan produksi Kijang Innova diesel mencerminkan dinamika industri otomotif yang semakin berfokus pada keberlanjutan dan efisiensi. Meski menutup satu bab, Toyota berkomitmen untuk tetap menjadi pemain utama dengan mengedepankan teknologi ramah lingkungan dan menyesuaikan kapasitas produksi sesuai permintaan konsumen.













