Back to Bali – 09 April 2026 | Jakarta, 9 April 2026 – Menjelang akhir bulan puasa, platform kredit digital Kredivo mencatat peningkatan signifikan dalam transaksi PayLater, dengan lonjakan mencapai 27 persen dibandingkan periode sebelum Ramadan. Angka ini menegaskan pergeseran perilaku konsumen Indonesia yang semakin mengandalkan layanan fintech untuk memenuhi kebutuhan konsumsi selama bulan suci.
Lonjakan Transaksi PayLater Selama Ramadan
Data internal Kredivo menunjukkan bahwa total nilai transaksi PayLater selama Ramadan mencapai Rp 4,3 triliun, naik dari Rp 3,4 triliun pada bulan sebelumnya. Pertumbuhan ini tidak hanya terlihat pada volume transaksi, melainkan juga pada jumlah pengguna baru yang mendaftar, meningkat 18 persen selama periode yang sama.
Faktor Pendorong Pertumbuhan
Berbagai faktor berkontribusi pada peningkatan signifikan ini:
- Pengeluaran Konsumen Selama Ramadan: Tradisi belanja menjelang Lebaran, seperti pembelian pakaian, makanan khas, dan perlengkapan rumah tangga, memicu kebutuhan likuiditas cepat.
- Kemudahan Akses Digital: Kredivo terus memperkuat integrasi dengan e‑commerce dan merchant offline melalui aplikasi mobile, memudahkan konsumen untuk mengajukan PayLater dalam hitungan menit.
- Promosi dan Insentif Khusus: Selama Ramadan, Kredivo menawarkan cicilan 0% dan diskon tambahan pada kategori produk tertentu, menarik lebih banyak pengguna.
- Kepercayaan Terhadap Fintech: Seiring dengan pertumbuhan industri pembiayaan digital, konsumen semakin mempercayai alternatif kredit non‑bank dibandingkan layanan tradisional.
Hubungan dengan Tren Pembiayaan Tradisional
Sementara Kredivo mencatat pertumbuhan yang mengesankan, sektor pembiayaan tradisional seperti Pegadaian juga menunjukkan tren positif pasca Lebaran. Pegadaian mencatat rata‑rata penyaluran pinjaman gadai sebesar Rp 1,4 triliun per hari, naik 1 persen setelah libur Lebaran. Kedua fenomena ini mencerminkan peningkatan keseluruhan permintaan kredit konsumen di Indonesia pada periode akhir tahun.
Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis Pegadaian, Ferdian Timur Satyagraha, menyoroti bahwa dinamika harga emas yang tetap tinggi dan kebutuhan konsumsi pasca Lebaran menjadi pendorong utama pertumbuhan kredit gadai. Sementara itu, Kredivo memanfaatkan momentum serupa dengan menawarkan solusi pembayaran yang lebih fleksibel dan berbasis digital.
Dampak Terhadap Industri Pembiayaan
Pertumbuhan PayLater yang cepat menimbulkan implikasi penting bagi regulator dan pelaku industri:
- Persaingan Kredit Mikro: Fintech seperti Kredivo bersaing langsung dengan lembaga keuangan tradisional dalam menyasar segmen konsumen berpenghasilan menengah ke bawah.
- Manajemen Risiko: Lonjakan kredit cepat menuntut peningkatan kemampuan analisis risiko, terutama dalam menilai kemampuan bayar nasabah selama periode pendapatan musiman.
- Inovasi Produk: Untuk mempertahankan pertumbuhan, Kredivo diperkirakan akan meluncurkan produk cicilan berbasis AI yang menyesuaikan tenor dan bunga secara dinamis.
Strategi Kredivo ke Depan
Menanggapi lonjakan tersebut, Kredivo merencanakan beberapa langkah strategis:
- Memperluas jaringan merchant, termasuk toko offline, melalui solusi QR code.
- Meningkatkan algoritma penilaian kredit dengan data alternatif, seperti riwayat belanja daring dan perilaku media sosial.
- Meluncurkan program edukasi keuangan bagi pengguna baru guna mengurangi risiko kredit macet.
Dengan kombinasi promosi agresif, teknologi analitik canggih, dan pemahaman mendalam terhadap perilaku konsumen selama Ramadan, Kredivo berada pada posisi kuat untuk mempertahankan pertumbuhan di kuartal berikutnya.
Secara keseluruhan, lonjakan 27 persen transaksi PayLater Kredivo selama Ramadan mencerminkan perubahan struktural dalam cara konsumen Indonesia mengakses kredit. Bersamaan dengan pertumbuhan tradisional di sektor gadai, fenomena ini menandakan era baru pembiayaan yang lebih inklusif, digital, dan responsif terhadap kebutuhan musiman masyarakat.













