Back to Bali – 02 Mei 2026 | Setelah laga sengit antara Bhayangkara FC dan Persib Bandung yang berakhir dengan kemenangan Persib, suasana di jalan raya Lampung berubah menjadi mimpi buruk bagi para suporter. Tiga bus yang mengangkut ribuan bobotoh Persib menjadi sasaran serangan brutal ketika melaju menuju terminal bus sehabis pertandingan.
Awal Kejadian
Pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno pada malam itu ditunggu-tunggu oleh ribuan pendukung kedua tim. Persib berhasil mengamankan tiga poin penting, namun sorotan beralih ke perjalanan pulang para pendukungnya. Sekitar pukul 22.30 WIB, tiga bus berwarna hijau muda, masing-masing menampung antara 40-50 penumpang, mulai melintasi jalur utama menuju terminal Lampung.
Serangan Dimulai
Saat dua bus pertama melintasi persimpangan Jalan Jenderal Sudirman, sekelompok orang tak dikenal muncul dari sisi jalan kecil. Mereka dilengkapi dengan benda-benda keras, termasuk batu, kaleng berisi cat, dan pecahan kaca. Tanpa peringatan, mereka melemparkan benda-benda tersebut ke jendela bus, menyebabkan kaca pecah berhamburan. Penumpang yang berada di dalam bus langsung panik, beberapa berusaha melindungi diri dengan menutup mata.
Bus ketiga yang berada di belakang mengalami nasib serupa beberapa menit kemudian. Kelompok yang sama, diperkirakan berjumlah antara 15-20 orang, kembali melakukan aksi penyerangan. Selain lemparan batu, mereka juga mengayunkan tongkat dan menendang pintu bus, membuat kerusakan pada rangka kendaraan.
Reaksi Penumpang dan Pengemudi
Pengemudi pertama, yang mengaku sudah berpengalaman dalam mengantarkan suporter, mencoba mengurangi kecepatan dan menyalakan lampu darurat. Namun, serangan terus berlanjut sehingga ia terpaksa menghentikan bus di pinggir jalan untuk melindungi penumpang. Penumpang yang selamat melaporkan adanya luka ringan seperti memar dan goresan akibat pecahan kaca.
Beberapa suporter yang berada di luar bus berusaha menenangkan situasi dengan berteriak meminta henti penyerangan. Sayangnya, aksi mereka tidak berhasil menghentikan kelompok pelaku yang tampaknya sudah menyiapkan diri sebelumnya.
Penanganan Keamanan
Polisi Lampung yang berada di lokasi menerima laporan sekitar pukul 23.00 WIB. Tim kepolisian langsung mengepung area dan berupaya mengamankan para korban. Namun, sebagian pelaku berhasil melarikan diri dengan kendaraan pribadi sebelum petugas tiba.
Setelah situasi terkendali, polisi melakukan evakuasi para penumpang ke posko keamanan terdekat. Mereka memberikan pertolongan pertama dan mengantar korban yang memerlukan perawatan medis ke rumah sakit terdekat. Hingga saat ini, belum ada laporan korban meninggal dunia, namun beberapa suporter harus dirawat karena luka pada bagian kepala dan lengan.
Reaksi Pihak Terkait
- Ketua Umum Persib Bandung (Viking Persib): Menyatakan kemarahan dan mengutuk keras aksi kekerasan tersebut. Ia menegaskan bahwa suporter tidak akan ditolerir melakukan tindakan yang merusak nama baik klub.
- Manajemen Bhayangkara FC: Menyampaikan belasungkawa kepada korban dan menyatakan dukungan penuh dalam proses penyelidikan.
- Pihak Kepolisian Lampung: Berjanji akan mengusut tuntas kasus ini, mengidentifikasi pelaku, dan menuntut mereka sesuai hukum yang berlaku.
Kronologi Lengkap
- 22.30 WIB – Tiga bus bobotoh Persib meninggalkan stadion menuju terminal Lampu.
- 22.35 WIB – Dua bus pertama diserang oleh kelompok bersenjata benda keras di persimpangan Jenderal Sudirman.
- 22.40 WIB – Bus ketiga mengalami serangan serupa di jalur yang berdekatan.
- 22.45 WIB – Pengemudi menghentikan bus, penumpang dievakuasi ke area aman.
- 23.00 WIB – Polisi tiba, mengamankan lokasi dan melakukan penangkapan sementara.
- 23.15 WIB – Korban pertama dibawa ke rumah sakit; tim medis menilai luka ringan hingga sedang.
Implikasi dan Tindakan Lanjutan
Insiden ini menimbulkan pertanyaan serius tentang keamanan suporter pada perjalanan pulang setelah pertandingan. Komite Liga Sepakbola Indonesia (KPSI) diperkirakan akan meninjau kembali prosedur keamanan, termasuk penempatan petugas keamanan tambahan di rute-rute strategis.
Selain itu, para pengelola klub diharapkan meningkatkan koordinasi dengan aparat keamanan daerah untuk memastikan perjalanan suporter berlangsung aman. Beberapa usulan meliputi penggunaan convoy bus yang dilengkapi dengan pengawal polisi, serta penetapan jalur khusus yang terhindar dari potensi kerusuhan.
Kasus ini juga mengingatkan pentingnya edukasi nilai sportivitas kepada suporter sejak dini. Upaya kolaboratif antara klub, asosiasi suporter, dan lembaga pendidikan diharapkan dapat menurunkan tingkat kekerasan dalam sepakbola Indonesia.
Dengan penyelidikan yang sedang berjalan, harapan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan adalah agar para pelaku segera diidentifikasi dan diproses sesuai hukum. Kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih waspada dan proaktif dalam menjaga keamanan serta menciptakan atmosfer yang kondusif bagi olahraga nasional.













