Back to Bali – 05 Mei 2026 | JAKARTA – LRT Jakarta fase 1B melakukan uji coba jalur sepanjang 3,6 kilometer dari Stasiun Velodrome ke Pasar Pramuka pada Senin, 1 Mei 2024. Pengujian ini menandai langkah penting sebelum layanan komersial resmi dijadwalkan mulai beroperasi pada kuartal ketiga tahun ini.
Ruang Lingkup dan Tujuan Pengujian
Uji coba mencakup serangkaian skenario operasional, mulai dari pengujian sistem kelistrikan, sinyal, kontrol kereta otomatis, hingga prosedur evakuasi darurat. Tim teknis PT LRT Jakarta bekerjasama dengan konsultan internasional melakukan simulasi beban penuh, menguji percepatan, pengereman, serta kestabilan kereta pada lintasan yang melintasi daerah padat penduduk.
Jadwal dan Tahapan Pengujian
- 08.00 – 09.30: Pemeriksaan pratinjau infrastruktur, pengecekan rel, dan sistem kelistrikan.
- 09.30 – 12.00: Uji kecepatan maksimum pada segmen lurus antara Velodrome dan Jembatan Sumber Waras.
- 13.00 – 15.30: Simulasi operasi dengan penumpang percobaan (petugas dan relawan).
- 15.30 – 17.00: Evaluasi sistem sinyal dan koordinasi dengan pusat kontrol.
Setiap tahapan dilengkapi dengan dokumentasi video, pencatatan data telemetri, serta audit keamanan oleh Badan Pengawas Transportasi.
Manfaat bagi Mobilitas Kota
Jika berhasil, LRT fase 1B akan menambah kapasitas transportasi massal sebanyak 30 ribu penumpang per hari. Rute baru menghubungkan area sport Velodrome, kawasan perumahan Cibubur, serta pusat perdagangan Pasar Pramuka, sehingga mengurangi beban kendaraan pribadi dan menurunkan tingkat kemacetan pada Jalan Raya Bogor dan Jalan S. Parman.
Menurut estimasi, waktu tempuh dari Velodrome ke Pasar Pramuka akan berkurang menjadi 12 menit, dibandingkan 35 menit dengan moda transportasi konvensional. Pengurangan waktu tempuh ini diharapkan meningkatkan produktivitas penduduk serta menurunkan emisi karbon dioksida sebesar 15.000 ton per tahun.
Persiapan Infrastruktur Pendukung
Sejumlah fasilitas pendukung telah disiapkan bersamaan dengan pengujian. Antara lain, pembangunan halte bertingkat dengan akses ramah difabel, sistem tiket elektronik terintegrasi, serta area parkir sepeda dan kendaraan listrik. Selain itu, tim keamanan melakukan patroli intensif di sekitar lintasan untuk mengantisipasi potensi gangguan.
Tantangan dan Solusi Teknis
Salah satu tantangan utama adalah penyesuaian sistem sinyal pada jalur yang berdekatan dengan jaringan LRT fase 1A. Tim engineering mengimplementasikan teknologi Communication-Based Train Control (CBTC) yang memungkinkan kontrol kereta secara real‑time, mengurangi jarak headway menjadi 90 detik.
Selain itu, kondisi geotekstil tanah di beberapa titik mengalami penurunan daya dukung. Solusi yang diterapkan meliputi pemasangan pile foundation tambahan dan penggunaan ballast berkualitas tinggi untuk meningkatkan stabilitas rel.
Reaksi Publik dan Harapan
Warga sekitar stasiun Velodrome dan Pasar Pramuka menyambut baik uji coba ini. Banyak yang menantikan kemudahan akses ke pusat pekerjaan dan pusat perbelanjaan tanpa harus terjebak macet. Kelompok masyarakat sipil juga mengawasi pelaksanaan uji coba untuk memastikan standar keselamatan terpenuhi.
Para ahli transportasi menilai bahwa keberhasilan fase 1B akan menjadi katalisator bagi pengembangan jaringan LRT selanjutnya, termasuk rencana perluasan ke wilayah Bogor Barat dan Tangerang.
Dengan hasil uji coba yang positif, PT LRT Jakarta menargetkan penyelesaian semua prosedur perizinan dan sertifikasi pada akhir Juni 2024, sehingga layanan penumpang dapat dimulai pada September mendatang. Keberhasilan ini diharapkan menjadi contoh bagi proyek infrastruktur publik lain di Indonesia, menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat modernisasi transportasi perkotaan.
Secara keseluruhan, uji jalur 3,6 km antara Velodrome dan Pasar Pramuka tidak hanya menandai fase teknis penting, tetapi juga memperkuat harapan akan mobilitas yang lebih cepat, aman, dan ramah lingkungan bagi jutaan warga Jakarta.













