Back to Bali – 05 Mei 2026 | Roma menorehkan kemenangan telak 3-0 atas Fiorentina dalam laga pekan ke-23 Serie A pada Minggu (27/04/2024). Kemenangan ini tidak hanya menambah tiga angka pada papan skor Giallorossi, tetapi juga membuka peluang nyata bagi klub asuhan José Mourinho untuk mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan. Penampilan impresif tim Roma di depan pendukungnya di Stadio Olimpico mengukir momentum penting menjelang sisa musim yang semakin menegangkan.
Kemenangan Telak Roma
Gol pertama dicetak oleh gelandang serang Lorenzo Pellegrini pada menit ke-12 setelah memanfaatkan umpan silang dari Stephan Lichtsteiner yang melesat ke sudut kotak penalti. Gol kedua datang melalui serangan balik cepat, di mana Henrikh Mkhitaryan menembakkan bola keras ke sudut kanan gawang Fiorentina pada menit ke-34. Gol ketiga, yang menutup skor, dikerjakan oleh striker muda Niccolò Zaniolo pada menit ke-71, menyelesaikan akumulasi peluang Roma yang terus menekan pertahanan Viola.
Pemain Kunci dan Penampilan Individu
- Lorenzo Pellegrini: Selain mencetak gol, pemain asal Roma ini menampilkan visi permainan yang luar biasa dengan tiga assist dan dua peluang kunci.
- Henriki Mkhitaryan: Menjadi motor serangan, Mkhitaryan mencatat dua gol dan satu assist, sekaligus mencatat rata-rata tembakan tepat sasaran 68% pada laga ini.
- Stephan Lichtsteiner: Bek veteran kembali menunjukkan kontribusi ofensifnya dengan dua umpan silang berbahaya dan satu gol balasan dari tendangan bebas.
Strategi Pelatih
José Mourinho menurunkan formasi 4-2-3-1 yang menekankan pada pressing tinggi dan pergerakan cepat di sayap. Mourinho mengganti bek tengah tradisional, menurunkan Rick Karsdorp untuk menambah kecepatan di lini belakang, sementara Federico Bernardeschi dipindahkan ke posisi sayap kanan untuk memanfaatkan dribblingnya yang tajam. Taktik ini berhasil mengunci ruang di lini tengah Fiorentina, memaksa mereka bermain defensif dan memberikan Roma lebih banyak peluang menyerang.
Dampak pada Klasemen
Dengan tiga poin tambahan, Roma naik ke posisi keempat dengan 55 poin, menyusul AC Milan dan Inter Milan yang masing-masing berada di posisi kedua dan ketiga. Selisih poin antara Roma dan Juventus yang berada di peringkat kelima hanya tiga poin, menjadikan sisa delapan pertandingan menjadi sangat krusial. Jika Roma dapat mempertahankan performa serupa, peluang mereka untuk lolos langsung ke grup fase Liga Champions meningkat signifikan.
Rekam Jejak Pertemuan Kedua Tim
Sejak pertemuan pertama pada musim 1997/1998, Roma dan Fiorentina telah bertemu sebanyak 85 kali di Serie A. Roma memimpin dengan 32 kemenangan, Fiorentina mencatat 23 kemenangan, dan sisanya 30 hasil imbang. Pertandingan terakhir antara kedua tim pada bulan Februari 2024 berakhir dengan skor 2-2, menandakan bahwa pertemuan ini selalu menghasilkan laga yang sengit dan penuh aksi.
Masa Depan dan Tantangan
Keberhasilan Roma di laga ini memberikan kepercayaan diri bagi skuad menjelang pertandingan melawan rival sekutu, Napoli, yang dijadwalkan pada pekan berikutnya. Namun, tantangan tetap besar, mengingat persaingan ketat di zona Eropa dan kehadiran tim-tim seperti Lazio dan Atalanta yang terus mengejar poin. Di sisi lain, Fiorentina harus bangkit cepat, mengingat mereka kini berada di zona 12 dengan 42 poin, berisiko terjerumus ke zona degradasi jika performa tidak membaik.
Secara keseluruhan, kemenangan 3-0 atas Fiorentina menjadi bukti bahwa Roma masih memiliki potensi untuk bersaing di papan atas Serie A. Dengan taktik yang tepat, pemain kunci yang dalam performa, dan dukungan suporter yang tak henti-hentinya, Giallorossi berada di jalur yang tepat untuk mengincar tiket Liga Champions musim depan.













