Back to Bali – 05 Mei 2026 | Turnamen Thailand Open 2026 akan digelar pada 12–17 Mei mendatang, menandai lanjutan agenda BWF World Tour setelah Thomas‑Uber Cup. Indonesia mengirimkan total 18 wakil yang tersebar dalam lima sektor kompetisi, menandakan ambisi kuat federasi untuk mengukir prestasi di level Super 300 ke atas.
Daftar Wakil Indonesia
Berikut rangkuman lengkap per sektor:
- Sektor Tunggal Putra (4 wakil): Mohammad Zaki Ubaidillah dan Prahdiska Bagas Shujiwo langsung masuk babak utama, sementara Anthony Sinisuka Ginting serta Muhammad Yusuf harus memulai dari babak kualifikasi. Seorang pemain, Alwi Farhan, sempat terdaftar namun kemudian mengundurkan diri.
- Sektor Tunggal Putri (2 wakil): Thalita Ramadhani Wiryawan dan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi keduanya harus bertarung di babak kualifikasi.
- Sektor Ganda Putra (4 pasangan):
- Leo Rolly Carnando & Daniel Marthin – kembali berpasangan setelah berpisah pada 2023.
- Bagas Maulana & Muhammad Putra Erwiansyah – debut bersama, dengan Bagas sebagai mentor junior.
- Sabar Karyaman Gutama & Moh. Reza Pahlevi Isfahani – pasangan non‑pelatnas.
- Muhammad Rian Ardianto & Rahmat Hidayat – duo yang baru saja menembus babak 16 besar All England 2026.
- Sektor Ganda Putri (2 pasangan): Isyana Syahira Meida & Rinjani Kwinnara Nastine serta Lanny Tria Mayasari & Apriyani Rahayu.
- Sektor Ganda Campuran (6 pasangan): Enam pasangan akan bertarung untuk memperebutkan gelar, menambah bobot kompetisi Indonesia di cabang ini.
Leo/Daniel: Debut Kembali yang Dinanti
Pasangan Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin menjadi sorotan utama. Setelah berpisah pada musim 2023, duo ini kembali bersatu di Thailand Open sebagai bukti kebugaran Daniel yang baru pulih dari cedera panjang. Mereka menargetkan penampilan maksimal untuk menguji taktik baru yang telah dirancang bersama pelatih. Kembalinya Leo/Daniel tidak hanya meningkatkan peluang medali, tetapi juga memberikan motivasi bagi generasi muda yang mengikuti jejak mereka.
Rehan/Gloria: Comeback yang Menggugah
Pasangan ganda campuran Rehan (nama belakang tidak disebutkan) dan Gloria (nama belakang tidak disebutkan) sempat tercatat mundur dari daftar awal karena masalah administratif, namun akhirnya berhasil kembali berpartisipasi. Keputusan mereka untuk tetap melanjutkan turnamen menjadi simbol ketangguhan mental, mengingat persaingan ketat di kategori campuran. Rehan/Gloria diharapkan memanfaatkan pengalaman internasional mereka untuk menembus babak lanjutan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di sektor ini.
Prospek dan Tantangan
Dengan total 18 wakil, Indonesia menempati salah satu kuota tertinggi di Thailand Open 2026. Namun, tantangan tidak kalah berat. Para pemain tunggal harus melewati kualifikasi yang dipenuhi oleh kompetitor berpengalaman dari Thailand, Jepang, dan China. Di sektor ganda, dinamika pasangan baru seperti Bagas Maulana/Muhammad Putra Erwiansyah dan Rehan/Gloria menuntut adaptasi cepat. Di sisi lain, pasangan veteran seperti Apriyani Rahayu/Lanny Tria Mayasari tetap menjadi harapan utama untuk meraih medali.
Strategi PBSI berfokus pada pemanfaatan pengalaman pemain senior sekaligus memberikan jam terbang bagi pemain muda melalui turnamen level Super 300. Jika semua faktor berjalan selaras—kondisi fisik, taktik, dan mental—Indonesia memiliki peluang signifikan untuk menambah koleksi medali di Thailand Open 2026.
Turnamen ini juga menjadi ajang penting bagi para atlet untuk menyiapkan diri menjelang agenda BWF selanjutnya, termasuk World Championships dan Asian Games. Penampilan solid di Thailand akan menjadi indikator kesiapan tim nasional dalam menghadapi kompetisi global yang lebih menantang.













