Tijjani Reijnders di Batas Transfer: Dari Kegalauan di Manchester City hingga Godaan Juventus dan Real Madrid

Back to Bali – 05 Mei 2026 | Gelandang tengah asal Belanda, Tijjani Reijnders, kembali menjadi sorotan utama dalam bursa transfer Musim Panas 2026. Setelah..

3 minutes

Read Time

Tijjani Reijnders di Batas Transfer: Dari Kegalauan di Manchester City hingga Godaan Juventus dan Real Madrid

Back to Bali – 05 Mei 2026 | Gelandang tengah asal Belanda, Tijjani Reijnders, kembali menjadi sorotan utama dalam bursa transfer Musim Panas 2026. Setelah dua musim yang dinilai di bawah ekspektasi bersama Manchester City, pemain berusia 27 tahun tersebut kini berada di tengah pusaran tawaran dari klub-klub papan atas Eropa, termasuk Juventus dan Real Madrid.

Masalah Performanya di Manchester City

Sejak kedatangan Reijnders ke Etihad Stadium pada musim panas 2025, harapan tinggi ditempatkan pada kemampuan teknisnya yang matang. Namun, dalam sembilan pertandingan terakhir Premier League, ia hanya masuk dalam enam kali sebagai pengganti dan belum tampil sejak 14 Maret. Hanya satu penampilan penuh tercatat, yakni 85 menit dalam laga FA Cup melawan Southampton yang dimenangkan City 2-1.

Penurunan menit bermain tersebut memicu spekulasi tentang hubungan kurang harmonis antara pemain dan manajer Pep Guardiola. Beberapa pengamat berpendapat bahwa gaya permainan Reijnders yang lebih mengedepankan kontrol bola dan distribusi tidak sepenuhnya cocok dengan taktik intensif dan pressing tinggi yang diusung City.

Minat Juventus yang Kian Menguat

Klub Serie A, Juventus, telah menaruh mata pada Reijnders sejak awal musim ini. Laporan La Gazzetta dello Sport mengungkapkan bahwa Juventus mencari gelandang yang dapat beradaptasi cepat di Serie A tanpa memerlukan masa transisi panjang. Pengalaman Reijnders bersama AC Milan pada masa lalu menjadi nilai tambah bagi pihak Turini.

Namun, tantangan finansial menjadi penghalang utama. Manchester City dilaporkan mengeluarkan sekitar €70 juta (termasuk bonus) untuk mengamankan jasa Reijnders pada 2025. Juventus, yang tengah mengalokasikan dana untuk memperkuat lini belakang dan serangan, harus menyeimbangkan anggaran mereka. Oleh karena itu, skenario seperti pinjaman dengan opsi beli, pertukaran pemain, atau struktur pembayaran kreatif mulai dibicarakan antara kedua klub.

Real Madrid Juga Mengincar Gelandang Belanda

Di sisi lain, Real Madrid menampilkan minat serius terhadap Reijnders. Sebuah laporan dari media Italia menyebutkan bahwa Los Blancos sedang mempercepat strategi mereka menjelang jendela transfer musim panas, terutama untuk memperkuat lini tengah yang tengah mengalami krisis performa.

Presiden Real Madrid, Florentino Pérez, dikabarkan berada dalam dilema antara mempertahankan Eduardo Camavinga—yang tengah mengalami musim kurang memuaskan akibat cedera—dan menambah kedalaman skuad dengan sosok seperti Reijnders. Menurut laporan TuttoJuve, Reijnders dipandang sebagai “konduktor orkestra” yang mampu memberikan keseimbangan, visi, dan kepribadian pada lini tengah Madrid.

Jika Real Madrid berhasil merekrut Reijnders, biaya transfer diperkirakan akan mendekati nilai pasar saat ini, yaitu sekitar €60‑€70 juta. Namun, klub Spanyol tersebut juga memiliki kebijakan finansial yang ketat, sehingga mereka kemungkinan akan mengejar kesepakatan yang melibatkan penjualan atau pinjaman pemain lain untuk menyeimbangkan neraca.

Skema Transfer yang Mungkin Terjadi

  • Pembelian Langsung: Juventus atau Real Madrid dapat menawarkan nilai transfer penuh dengan tambahan bonus performa, namun harus menyesuaikan dengan batas keuangan mereka masing‑masing.
  • Pinjaman dengan Opsi Beli: Solusi ini memungkinkan klub pembeli mengurangi beban keuangan di musim pertama, sambil memberi Manchester City kesempatan menilai kembali nilai jual pemain.
  • Pertukaran Pemain: Juventus atau Real Madrid dapat menambahkan pemain muda atau talenta potensial sebagai bagian dari paket, memberikan nilai tambah bagi City.

Implikasi Bagi Manchester City

Jika Reijnders meninggalkan Etihad, Manchester City akan kehilangan salah satu opsi gelandang yang mampu mengendalikan tempo permainan. Namun, hal ini juga memberi ruang bagi pemain seperti Kalvin Phillips atau Bernardo Silva untuk lebih menancapkan diri dalam skuad. Pep Guardiola diperkirakan akan memanfaatkan dana hasil penjualan Reijnders untuk memperkuat posisi lain, terutama di lini sayap dan pertahanan.

Di samping itu, kepindahan Reijnders dapat menjadi sinyal bagi manajer City bahwa mereka bersedia menyesuaikan struktur gajinya demi menjaga keseimbangan keuangan klub, terutama mengingat regulasi Financial Fair Play UEFA.

Dengan banyaknya klub besar yang menaruh mata pada gelandang berusia 27 tahun ini, musim panas 2026 diprediksi akan menjadi periode krusial dalam menentukan arah karier Reijnders serta dinamika pasar transfer Eropa secara keseluruhan.

Apapun keputusan akhir, satu hal yang pasti: Tijjani Reijnders berada di persimpangan penting yang dapat menentukan apakah ia akan kembali bersinar di liga teratas atau justru menemukan tantangan baru di Italia atau Spanyol.

About the Author

Pontus Pontus Avatar