Tragedi Penyiraman Air Keras di Manonjaya: Empat Korban Masuk ICU, Pelaku Ditangkap Polisi

Back to Bali – 06 Mei 2026 | Pada sore hari tanggal 3 Mei 2024, sebuah insiden mengerikan terjadi di kawasan industri Manonjaya, Tasikmalaya, ketika..

3 minutes

Read Time

Tragedi Penyiraman Air Keras di Manonjaya: Empat Korban Masuk ICU, Pelaku Ditangkap Polisi

Back to Bali – 06 Mei 2026 | Pada sore hari tanggal 3 Mei 2024, sebuah insiden mengerikan terjadi di kawasan industri Manonjaya, Tasikmalaya, ketika seorang kurir tak dikenal menyiram air keras (caustic soda) ke arah pekerja di pabrik konveksi Aqila. Aksi brutal tersebut mengakibatkan sembilan orang mengalami luka bakar, empat di antaranya harus menjalani operasi serius di RSUD Tasikmalaya.

Kronologi Kejadian

Menurut saksi mata, kurir yang tampak marah tiba‑tiba mengeluarkan sebuah drum berisi cairan berwarna putih dan menyemprotkannya secara langsung ke wajah dan tangan para pekerja yang sedang melakukan proses pemotongan kain. Aksi itu terjadi di area produksi pabrik, yang pada saat itu dipenuhi lebih dari 30 pekerja, sebagian besar perempuan.

Setelah serangan, korban langsung melarikan diri ke titik evakuasi terdekat, sementara pelaku melarikan diri menuju pintu keluar utama. Kejadian tersebut segera dilaporkan ke petugas keamanan pabrik, yang kemudian menghubungi pihak kepolisian dan layanan kesehatan.

Korban dan Penanganan Medis

Sembilan orang yang terkena cairan alkali tersebut mengalami luka bakar derajat dua hingga tiga. Empat korban terparah, yaitu tiga wanita dan satu pria, langsung dilarikan ke RSUD Tasikmalaya dengan ambulans khusus. Di rumah sakit, mereka menjalani debridement dan operasi kulit untuk mengangkat jaringan yang rusak.

  • Korban A (30‑tahun): Luka bakar di wajah, mata kiri terkena cairan, diprediksi dapat menimbulkan kebutaan permanen bila tidak ditangani lebih lanjut.
  • Korban B (27‑tahun): Luka bakar pada kedua tangan, memerlukan cangkok kulit.
  • Korban C (34‑tahun): Luka bakar pada lengan kanan, menjalani perawatan intensif selama tiga hari.
  • Korban D (22‑tahun): Luka bakar pada punggung dan bahu, dirawat di ruang ICU selama 48 jam.

Kelima korban lainnya mengalami luka bakar ringan (derajat satu) dan dirawat rawat jalan dengan perawatan luka serta terapi fisik.

Penangkapan Pelaku dan Motif

Polisi setempat berhasil menangkap pelaku dalam waktu dua jam setelah kejadian. Kurir bernama Rudi (35‑tahun) diketahui bekerja untuk sebuah jasa pengiriman barang. Rekaman CCTV menunjukkan bahwa ia masuk ke pabrik dengan niat mengirimkan paket, namun kemudian melakukan aksi penyiraman tanpa provokasi jelas.

Setelah dibawa ke kantor polisi, Rudi mengaku bahwa ia merasa “sakit hati” setelah dipecat secara sepihak dari pekerjaan sebelumnya. Ia menyatakan bahwa tindakan tersebut adalah bentuk “balas dendam” terhadap dunia kerja. Penyidikan lebih lanjut mengungkapkan bahwa tidak ada hubungan pribadi antara pelaku dengan korban atau manajemen pabrik.

Reaksi Masyarakat dan Tindakan Pemerintah

Berita penyiraman air keras ini cepat menyebar di media sosial, memicu kemarahan publik dan seruan untuk peningkatan keamanan di tempat kerja. Serikat pekerja menuntut agar pabrik meningkatkan sistem pengawasan masuknya orang luar, serta menyediakan pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan kimia.

Pemerintah daerah Tasikmalaya mengumumkan akan melakukan inspeksi menyeluruh terhadap semua industri yang menggunakan bahan kimia berbahaya. Selain itu, Dinas Tenaga Kerja setempat berjanji akan memperketat perizinan dan menambah jumlah petugas keamanan di zona industri.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi dunia industri di wilayah Jawa Barat, menegaskan pentingnya protokol keamanan kimia, serta kebutuhan akan penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku kejahatan kerja.

Dengan empat korban yang masih dalam perawatan intensif dan satu lagi berisiko kehilangan penglihatan, tragedi ini belum berakhir. Pihak berwenang diharapkan dapat menyelesaikan proses hukum terhadap pelaku secara cepat, sekaligus memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

About the Author

Pontus Pontus Avatar