Back to Bali – 10 Mei 2026 | Jakarta, 10 Mei 2026 – Dunia MotoGP kembali dihebohkan dengan kabar transfer strategis yang tidak melibatkan pembalap, melainkan otak di balik kesuksesan tim-tim papan atas. Davide Brivio, mantan manajer tim Yamaha dan Suzuki serta arsitek kemenangan Valentino Rossi, resmi menandatangani kontrak dengan Honda Racing Corporation (HRC) dan akan mulai bertugas pada musim 2027. Perpindahan ini menandai langkah radikal Honda untuk mengubah struktur organisasi yang selama ini dianggap kaku, serta menyiapkan mesin berkapasitas 850 cc dengan filosofi manajemen bergaya Eropa.
Latar Belakang Brivio: Dari Yamaha ke Trackhouse
Brivio memulai kariernya di MotoGP sebagai insinyur di Yamaha, di mana ia berperan penting dalam era keemasan Valentino Rossi. Setelah berhasil mengangkat Yamaha kembali ke puncak podium, ia beralih ke Suzuki dan berhasil mengembalikan tim tersebut ke kelas elite MotoGP. Pada 2024, Brivio menerima tantangan baru sebagai manajer tim Aprilia Trackhouse, sebuah tim pendatang yang menargetkan inovasi melalui pendekatan data‑driven dan pengembangan rider muda. Selama masa kepemimpinannya, Trackhouse mencatat beberapa penampilan mengejutkan di lintasan, meski belum berhasil meraih kemenangan utama.
Kesepakatan dengan Honda Racing Corporation
Pada ajang Grand Prix Le Mans 2026, kabar bombshell tentang Brivio meluncur dari sumber Sky Sport Italia dan dikonfirmasi oleh perwakilan Honda. Menurut laporan, Brivio akan bergabung dengan HRC sebagai Konsultan Senior, bukan sebagai manajer operasional trek. Posisi ini memberi kebebasan bagi Brivio untuk fokus pada visi strategis, restrukturisasi organisasi, dan pengembangan teknologi mesin baru. Kontraknya berlaku mulai musim 2027 dan mencakup hak konsultatif dalam keputusan jangka panjang, termasuk pengaturan tim, kolaborasi dengan rider, serta integrasi data telemetri yang lebih canggih.
Peran Baru di Honda
- Visi Strategis – Brivio ditugaskan menyusun roadmap jangka menengah hingga panjang untuk mengembalikan Honda ke puncak klasemen konstruktor.
- Restrukturisasi Organisasi – Mengurangi hierarki yang berlapis, memperkenalkan tim lintas‑fungsi yang dapat beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan regulasi.
- Pengembangan Mesin 850 cc – Memberi masukan teknis pada tim engineering untuk menciptakan motor dengan kombinasi tenaga tinggi dan keandalan.
- Kolaborasi dengan Rider – Menjadi jembatan antara manajemen dan pembalap, memastikan umpan balik rider diterjemahkan menjadi perbaikan performa.
Dampak Strategis bagi MotoGP
Kedatangan Brivio dipandang sebagai sinyal bahwa Honda tidak lagi mengandalkan pendekatan tradisional yang berfokus pada kekuatan mekanik semata. Dengan latar belakang manajerial yang menekankan data, inovasi, dan kultur tim yang fleksibel, Honda berpotensi menantang dominasi tim‑tim seperti Ducati dan Red Bull KTM. Selain itu, peran Brivio yang tidak terikat pada operasi harian trek memberi ruang bagi manajer tim lain, seperti Alberto Puig, untuk lebih fokus pada hubungan rider‑manajemen, yang menurut beberapa analis dapat meningkatkan moral tim secara keseluruhan.
Langkah ini juga menambah dimensi persaingan di antara manajer MotoGP. Brivio, yang pernah bekerja sama dengan tim‑tim besar, kini membawa pengalaman lintas‑pabrikan ke dalam ekosistem Honda yang selama ini bersifat internal. Hal ini dapat mempercepat adopsi teknologi baru, seperti sistem kontrol traksi berbasis AI, serta strategi balap yang lebih adaptif terhadap kondisi cuaca dan trek.
Sejumlah pakar MotoGP menilai bahwa keberhasilan Honda dalam mengintegrasikan Brivio akan sangat tergantung pada seberapa cepat budaya organisasi dapat bertransformasi. Jika berhasil, Honda dapat kembali menjadi kekuatan utama pada musim 2027 dan menginspirasi tim lain untuk melakukan perubahan struktural serupa.
Secara keseluruhan, kepindahan Davide Brivio ke Honda menandai babak baru dalam persaingan MotoGP, di mana manajemen strategis menjadi faktor penentu yang setara dengan performa mesin. Para penggemar dan pelaku industri kini menantikan bagaimana visi Brivio akan terwujud di lintasan, serta apakah Honda mampu mengubah strategi tradisional menjadi mesin pemenang yang kembali mendominasi podium dunia.













